Seru Menghabiskan Waktu di Changi

Saya gemar bepergian menggunakan tas punggung. Alasannya lebih praktis dan saya bisa lebih bebas bergerak. Namun seringkali punggung begitu lelah membawa barang bawaan, apalagi jika perjalanan yang ditempuh begitu panjang. Belum lagi saat menunggu penerbangan berikutnya, rasanya pengen banget badan ini rebahan dan meluruskan punggung sejenak.

Di Changi, harapan saya tersebut bisa terkabul. Alih-alih duduk di kursi ruang tunggu, kita bisa rebahan sejenak di Napping Area yang terdapat di Terminal 1, 2, dan 3, dengan gratis. Kursi malas empuk berlapis kulit terjajar rapih dengan suasana tenang tentu bisa menghapus lelah dan mengembalikan tenaga untuk menyongsong perjalanan selanjutnya.

Setelah badan kembali segar, tentu butuh asupan tenaga untuk melanjutkan perjalanan. Di Changi, tak perlu khawatir kelaparan. Ada 25 kafe, 5 bar dan lounges, 5 gerai restoran cepat saji, 4 food court, 15 kios jajanan, 32 restoran dan bistro, dan 38 minimarket. Makanan vegetarian dan makanan halal juga mudah didapat di Changi.

Perut kenyang, kini saatnya mencari hiburan. Banyak hal yang bisa dilakukan, namun berikut ini beberapa hal yang menurut saya menarik dan layak dilakukan.

Changi Aviation Gallery menjadi tujuan pertama saya. Terletak di Terminal 3, Changi Aviation Gallery memberikan pengalaman tentang bagaimana kegiatan di bandara berlangsung. Di sini, kita bisa melihat aktivitas bandara dalam menyiapkan penerbangan hingga beraktivitas menggunakan peraga interaktif canggih yang dilengkapi dengan sensor gerakan.

Masih di Terminal 3, aktivitas yang bisa dilakukan selanjutnya adalah meluncur dari ketinggian 12 meter (setara dengan bangunan 4 lantai) menggunakan perosotan The [email protected] Adrenalin akan terpompa ke seluruh badan saat meluncur dengan kecepatan 6 meter per detik, atau sekitar 20 Km/jam! Untuk berseluncur di The [email protected], cukup dengan menukar struk belanja senilai minimal $10 di Changi untuk sekali meluncur.

Setelah badan kembali segar karena aktivitas yang memacu adrenalin, kita bisa menenangkan diri dengan melihat kecantikan kupu-kupu di Butterfly Garden. Ada ribuan kupu-kupu hidup di dalam taman yang berada di dalam bandara. Bahkan kita bisa melihat siklus metamorfosis kupu-kupu mulai dari ulat, kepompong, hingga menjadi kupu-kupu yang cantik.

Beralih ke Terminal 2, masih bermain-main dengan kecantikan alam. Kali ini dengan melihat berbagai macam anggrek yang tumbuh di Orchid Garden. Orchid Garden merupakan rumah berbagai macam anggrek, termasuk anggrek langka. Tentu saja, bunga nasional kebanggan Singapura, Vanda Miss Joaquim berwarna ungu-pink, bisa kita lihat di taman ini.

Buat saya yang aktif di media sosial, rasanya ada yang kurang jika tidak narsis dan eksis meninggalkan "jejak" di tempat yang saya kunjungi. Di Changi, hasrat narsis dan eksis ini justru difasilitasi dengan The Social Three yang berada di Central Piazza, Terminal 1.

Di sini, kita bisa berfoto dan foto tersebut akan menempel ke pohon raksasa berisi layar melingkar. Foto-foto ini akan tersimpan selama 100 tahun, sehingga jika suatu saat kita kembali ke sini, kita masih bisa menemukan foto kita dan membandingkannya dengan keadaan jaman dulu.

Atraksi selanjutnya yang bisa dilihat di Terminal 1 adalah Kinetic Rain. Atraksi yang mulai ada sejak Juli 2012 ini berupa 608 alumunium berlapis tembaga yang tergantung pada kabel. Kabel-kabel ini kemudian digerakkan dengan motor yang dikontrol komputer, sehingga membentuk gerakan seperti tetes-tetes hujan. Setiap 15 menit, gerakannya akan berubah-ubah, sehingga pengunjung tidak bosan melihatnya.

Ah, saya hampir lupa hendak melanjutkan perjalanan. Namun sebelumnya saya perlu menukar uang sebelum tiba di negara tujuan saya berikutnya. Tak perlu khawatir, Money Changer dengan rate yang kompetitif bertebaran di seluruh terminal di Changi. Di sini juga terdapat ATM dari berbagai macam bank.

Terakhir, tentu kurang rasanya jika bepergian tidak membawa buah tangan. Di Changi, ada 350 outlet yang menjual lebih dari 1.500 brand dan merk ternama. Hampir sepanjang mata memandang, kita bisa dengan mudah melihat berbagai barang dijual dengan harga yang oke.

Tiba-tiba terdengar pengumuman tentang informasi penerbangan saya. Saya panggul tas punggung dan dengan menggenggam boarding pass, saya pun menuju ke Gate yang disebutkan. Menghabiskan waktu menunggu penerbangan di Changi begitu seru dan menyenangkan. Perjalanan yang melelahkan pun berganti menjadi menyenangkan.


Tulisan ini dikirimkan untuk mengikuti kompetisi Cerita Changi.