Setiap kali terjadi gempa, kita selalu bertanya-tanya, gempa tadi berapa Skala Richter (SR) sih? Dan ketika kita mendapat jawaban, pertanyaan berikutnya yang muncul adalah seberapa besar kerusakan yang ditimbulkan?
Kita seringkali rancu dengan istilah dan penskalaan ini. Seperti pada gempa yang terjadi kemarin, yang mengguncang wilayah Tasikmalaya dengan kekuatan sekitar 7,3 SR yang efeknya sampai ke beberapa tempat di Jawa termasuk Jakarta. Bila dibandingkan dengan gempa Jogja tanggal 27 Mei 2006 lalu, meski di Jogja “cuma” 5,9 SR, namun kerusakannya sangat parah.
Skalar Richter digunakan untuk mengukur seberapa besar kekuatan (energi yang dilepaskan akibat) gempa dari pusatnya (episentrum). Kekuatan ini diukur dengan suatu hitungan logaritma berbasis 10 yang datanya diambil dari seismograf. Untuk mendapatkan gambaran kekuatan, kekuatan gempa ini biasanya dibandingkan dengan kekuatan akibat ledakan TNT.
Karena SR dihitung dengan menggunakan alat dan rumus yang pasti, angka SR ini selalu sama. Bila ada perbedaan, biasanya terjadi karena faktor pembulatan angka di belakang koma saja.

Giuseppe Mercalli
Berbeda dengan skala MMI (Modified Mercalli Intensity) yang dicetuskan oleh Giuseppe Mercalli pada tahun 1902. MMI digunakan untuk mengukur seberapa besar kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa. Tidak ada cara penghitungan karena ukuran ini ditentukan berdasar hasil pengamatan dari orang yang mengalami atau melihat gempa.
Bila SR dinyatakan dengan angka desimal (skala 1-10), skala MMI dinyatakan dalam angka romawi (skala I-XII), di mana angka yang besar berarti menandakan kekuatan yang besar (SR) dan kerusakan yang parah (MMI).
Karena dihitung berdasar pengamatan, skala MMI ini tidak sama di setiap tempat. Lokasi yang dekat dengan episentrum (pusat gempa) harusnya memiliki skala MMI yang besar.
Yang harus diingat, SR besar belum tentu menimbulkan kerusakan yang besar (MMI besar), karena tingkat kerusakan juga tergantung pada jarak dan kedalaman episentrum.
Jadi, kalo ada gempa, kita tidak perlu bingung lagi, dan pertanyaan menjadi begini, “gempanya berapa SR dan kerusakannya berapa MMI?”
kadang kita emang salah kaprah
btw blogmu pindah zam???
ndak. blog yg ini cuma buat main-main..