Setelah semalaman mengupgrade dan mencoba-coba Ubuntu Jaunty saya ke Karmic Koala, ada beberapa catatan yang sepertinya perlu saya dokumentasikan. Mungkin bisa berguna, terutama temen-temen yang belum dan berencana untuk menggunakan Karmic Koala.
Proses Upgrade
Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk proses upgrade. Lewat CD instalasi atau via Internet. Saya menggunakan cara kedua, yang tentu syaratnya adalah punya akses internet kenceng ber-bandwidth bagus.
Pertama-tama yang perlu dilakukan adalah mengarahkan alamat repositori ke server yang diinginkan. Karena saya berada di Indonesia, saya memilih menggunakan miror repositori di Indonesia. Ada beberapa miror yang bisa dipakai, tapi saya menggunakan miror kambing UI (sebelumnya saya menggunakan miror UGM dan FOSS-ID Telkom tapi ternyata di tengah jalan, mirornya macet, ndak tau kenapa).
Dengan kecepatan rata-rata 100 kBps, waktu mengunduh paket-paket ini sekitar 2-3 jam. Kampretnya, ketika hampir selesai, koneksi saya kecepatannya drop menjelang tengah malam. Dugaan saya, kemungkinan server kambing juga sedang digunakan orang untuk melakukan proses upgrading. Saya juga melihat ada beberapa proses sinkronisasi yang tengah berlangsung di server tersebut.
Untuk langkah-langkahnya, silakan baca di blog ini.
Fitur-Fitur Baru
Seperti janjinya, fitur-fitur baru saya temukan. Tapi secara keseluruhan, saya kok belum merasakan bedanya, terutama di faktor kecepatan, walau stabilitas dan performa lainnya sudah banyak meningkat. Mungkin karena beberapa sudah saya update secara berkala semenjak menggunakan Jaunty, memang tidak saya pakai, atau saya bingung fungsinya untuk apa.
Beberapa fitur yang saya rasa tidak banyak berubah antara lain Firefox 3.5 (di Ubuntu dikenal dengan nama Shiretoko) dan OpenOffice versi 3 (yang udah bisa buka file docx).
Beberapa fitur tidak saya pakai adalah Evolution (karena saya pake Thunderbird sebagai email client), sinkronisasi multimedia, dan fitur akesisibilitas (Orca dan sebagainya).
Lainnya, saya belum tau apa fungsinya karena belum mencoba, antara lain fitur Ubuntu One di mana kita punya jatah 2 GB gratis di server Ubuntu untuk menyimpan dan berbagi file apa saja.
Satu-satunya yang saya rasakan adalah fitur Software Center-nya yang makin ciamik. Dengan aplikasi ini, saya ndak perlu repot-repot kalo mencari aplikasi asyik yang saya butuhkan. Kategorisasi aplikasinya juga makin jelas, mana aplikasi multimedia, mana untuk development, untuk grafis, bahkan game.
Untuk proses booting, kata orang lebih cepat. Tapi kok menurut saya malah lebih lambat, ya? Mungkin karena Grub2 yang belum terinstall, sehingga saya masih menggunakan Grub bawaan Jaunty?
Grub2 memang akan diinstal ketika kita melakukan instalasi bersih dari awal. Menurut informasi yang saya peroleh, jika kita melakukan upgrade dari Jaunty, Grub2 ini memang tidak otomatis terinstall. Kita harus mengupgrade-nya sendiri,yang tentu sedikit beresiko (backup-backup-backup!).
Cara melakukan upgrade Grub2 ada di sini. Saya belum berencana melakukan upgrade ini, karena laptop masih saya gunakan untuk “berburu dan meramu”. Mungkin di kala senggang, saya akan melakukan proses ini.
Hal yang saya kira cukup tidak nyaman adalah aplikasi Empathy sebagai pengganti Pidgin yang biasa saya gunakan untuk ber-instant messaging. Entah kenapa saya masih lebih suka menggunakan Pidgin daripada Empathy. Mungkin karena faktor kebiasaan. Empathy sendiri menjadi aplikasi IM standar yang terpaket ke dalam Karmic.
Selain beberapa hal di atas, masih ada beberapa problem yang saya temukan. Kebanyakan sih mungkin karena faktor konfigurasi lama yang kurang cocok ke lingkungan baru. Seperti misalnya tampilan login screen yang tidak bisa dikonfigurasi sama sekali, karena penggunaan sistem GDM (Gnome Desktop Manager) baru.
Walau begitu beberapa peningkatan performa saya rasakan di sisi kestabilan. Salah satu contohnya adalah Network Manager yang menangani koneksi kabel, koneksi wireless, hingga koneksi broadband, yang cenderung lebih stabil dan cepat tersambungnya.
Masalah suspend dan hibernasi kini berjalan dengan lancar di Karmic. Sebelumnya, hibernasi dan suspend di Jaunty tidak berjalan dengan lancar. Ini pasti karena faktor Upstart yang mampu menangani proses booting dan shutdown yang lebih sempurna.
Untuk detil perubahan apa yang terjadi di Karmic, silakan baca ringkasan teknisnya.
Upgrade atau Instalasi Baru?
Ubuntu, setiap 6 bulan sekali selalu mengeluarkan rilis versi terbaru. Ini sering menjadi pertanyaan, enaknya melakukan upgrade atau instalasi baru? Keduanya mempunyai pertimbangan yang berbeda-beda. Berikut ini beberapa pertimbangan yang bisa digunakan untuk memutuskan apakah akan melakukan upgrade atau melakukan instalasi baru.
Semoga mencerahkan!
wow… it’s so bright…
belum sempat ngapdret euy
tapi kok kayaknya makin berat
kalo install fresh, emang terasa lebih cepat. mungkin karena konfigurasiku yang kurang optimal, apalagi Grub yang saya pakai masih Grub lama, sehingga mungkin pas proses booting belum optimal.
secara keseluruhan memang ada peningkatan performa, antara lain faktor Network Manager yg menangani cable networking, wireless networking, dan broadband yang lebih tangguh, dan sebagainya.
Saya kemaren donlot dari kambing bisa nyampe 4MBps kok…
Oh ya. Masalah GRUB Loading. Saya rasa lebih cepat GRUB-nya Ubuntu 9.04 dari 9.10. (gak tau kalau yang lain gimana. Saya install 9.10 full new install….
masalah saya ada di ISP, mas. jadi dapetnya cuma 100-an kBps.
Sepakat dgn yg lain, GRUB-nya lebih memuaskan yg lama. Tapi soal network manager, ada penyempurnaan signifikan.
saya malah pengen nyobain grub2. kata temen, proses booting lebih singkat. cuma utk upgrade-nya, mungkin ntar-ntar dulu, soale agak krusial.
mendingan ndak usah apgret selama masih nyaman dan belum butuh :)
Saya setia sama Slackware aja mas… BTW baru tahu kalo mas Zam juga Linuxer… Udah coba mirror detik mas? saya kalo rsync slackware current lebih cepat dari sana.
wes download semingguan, tp rung diburn & rung di icipi :)
sesuk jajal aaah
Adakah metode Transfer Machine? seperti di mac dimana kita bisa memindahkan data dari Mesin Lama ke yang baru tanpa hambatan?
belom coba.
masih setia menunggu linuxmint Helena :P
aku blom download si Karmic…mo download hari ini ah…sabtu/minggu mo nyoba ngoprek2…hehehehehe….
ubuntu is the best desktop that i ever had…really helpfull and free ^^ 2.5 thn pake ubuntu dan tidak ada kendala yg berarti…love it ;)
td ikutan release party nya yg diadain tmen2 KPLI.
kapan2 pasti dicoba (dulu) in…
download versi remix maning buat netbook
di laptop saya forsa 1058, koq karmic nya ga bisa restart ya??? ada yang bisa bantu???
thanks
belajar banyak ne…
salam kenal mas…
;-)hhu..hhu..
tpi akk qo ttp cnta ma dy…
akk bnci,,
jdi pngn ikod nue…..
slam knal yach…
kalo mau enak ngupgradenya, make repo pinguin aja kak
:promosi:
http://www.ittelkom.ac.id/pinguin/ubuntu/karmic/
trus si karmic emg msh bnyk masalahnya yah? soalnya belum sepenuhnya paket2nya di update ama si ubuntu
ckckck..hihi