Negeri 5 Menara: Novel Mengharukan dan Inspiratif

Cover buku Negeri 5 Menara

Saya semalam baru saja meng-khatam-kan novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi ini, meski saya sudah membeli bukunya beberapa bulan lalu ketika masih menempati meja “new book” di Gramedia Pondok Indah Mall.

Saya bukan seorang pembaca novel yang kaffah. Jumlah novel yang saya baca bisa dihitung dengan jari. Namun entah kenapa ketika saya melihat buku ini di meja “new book“, saya tanpa pikir panjang langsung mencomot satu dan membawanya ke kasir. Padahal saya tidak berniat membeli buku ini awalnya. Sangat impulsif.

Buku ini bahkan sempat teronggok di sudut meja kamar saya, masih dalam keadaan tersampul plastik. Dan baru beberapa hari ini, saya sempat membacanya, secara estafet, menyisihkan beberapa waktu kosong saya setelah pulang dari “berburu dan meramu”. Begitu membuka kisah-kisahnya, rasanya saya sulit berhenti, jika saja mata sudah tidak bisa diajak kompromi atau pengumuman bahwa film yang akan saya tonton di bioskop akan segera mulai.

Menarik, mengharukan, dan inspiratif. Banyak nilai-nilai keislaman yang disiratkan, yang bisa diterapkan sehari-hari. Pembaca non-muslim pun saya kira bisa menerapkannya, karena banyak pelajaran akhlak di novel ini. Mulai dari tidak mentolelir kesalahan sekecil apa pun, mengikuti aturan dengan disiplin diri, hingga semangat dan motivasi yang mengobarkan semangat.

Dari membaca novel (yang konon merupakan seri pertama dari trilogi) ini, saya dapat mengambil kesimpulan: mimpi dan cita-cita bisa kita raih dengan kerja keras, disiplin tinggi, dan doa. Man jadda wajada.

Novel ini juga membuka mata saya, bahwa kehidupan pesantren itu tidak selamanya “terbelakang” dan “tertutup”. Menurut saya, Pesantren Madani tidak hanya sebuah sekolah agama (yang biasanya menjadi pilihan terakhir orang atau sebagai bengkel akhlak orang yang telah rusak), namun juga menjadi miniatur kehidupan nyata.

Berkumpul dan bertemu berbagai orang dari berbagai daerah, karakter, dan watak tentu bukan hal mudah. Namun semuanya bisa disatukan dengan satu semangat, diatur dengan peraturan yang tidak pilih kasih dan disiplin, serta keikhlasan guru dan muridnya.

Saya pun tak sabar menunggu kelanjutan cerita Alif Fikri selepas tamat pesantren ini.. :-)

Gambar dicomot dari blognya Morishige

Related Articles

44 responses

  1.  

    satu lagi pengarang Indonesia yang setipe dengan Andrea Hirata. Sekali bikin novel, langsung melejit. ;-)

    [..]tanpa pikir panjang langsung mencomot satu dan membawanya ke kasir.[..]
    desain sampulnya memang bagus, kang. saya sendiri tertarik untuk beli buku ini awalnya dari sampulnya. kemudian saya baca sinopsisnya. langsung ke kasir.

    btw, selain kuat di pesan moralnya, buku ini juga bagus dalam deskripsi tentang latar kejadiannya.. :-)

    morishige — October 30, 2009 13:48
  2.  

    wah jadi penasaran.. abis nyelesain when silly met venus, lgsg nyari buku ini :-P

    elia bintang. — October 30, 2009 14:32
    •  

      aku malah blom baca yg When Silly Met Venus itu.. :D

      zam — October 30, 2009 14:49
  3.  

    mau dipilemkan juga ? :-o

    geblek — October 30, 2009 16:25
  4.  

    Itu pengarangnya A. Fuadi bukan Anwar Fuadi yg pemain sinetron itu kan?

    mawi wijna — October 30, 2009 16:48
  5.  

    Rasanya puas kalau khatam membaca buku. Saya jadi pingin baca juga. (bigeyes)

    yans'dalamjeda' — October 30, 2009 17:12
  6.  

    Novelnya bagus gak kalau untuk saya yang malas baca ini? (penasaran).

    nahdhi — October 30, 2009 17:20
  7.  

    berburu dan meramu, santai sejenak di ‘abris sous roche’, Negeri 5 Menara memang buku yang layak baca dan sangat Indonesia :)

    mastongki — October 30, 2009 18:17
  8.  

    Hm..setelah membaca review Anda, diriku belum tertarik juga buat beli buku ini. Apa ada tease yang lebih menarik lagi? (bigeyes)

    Vicky Laurentina — October 30, 2009 19:11
  9.  

    Indonesia butuh banyak penulis yg membuka cakrawala model buku itu, zam (drinking)

    hedi — October 30, 2009 19:42
  10.  

    wah menarik neh sptnya …
    referensi bgus buat dibaca kang

    afwan auliyar — November 1, 2009 05:46
  11.  

    wew
    Trilogi yah?????

    riza_kasela — November 1, 2009 07:01
  12.  

    banyak yang riview jadi penasaran…

    wempi — November 1, 2009 22:52
  13.  

    err…err…masih ada dalam list buku wajib baca saya, ndak tau kapan bakal terlaksana… (bigeyes) (taser)

    *melongok tugas rumah dan kuliah yg ndak selese2* (idiot)

    oCHa — November 1, 2009 23:40
  14.  

    penasaran pengin baca sendiri bukunya

    aris — November 3, 2009 09:12
  15.  

    Saya juga udah baca :D, dan selain kalimat man jadda wajada, suka juga kalimat yang ini “hidup cuma sekali, hiduplah yang berarti”. Daleeeemmm :-)) . Buku keduanya kapan ya keluar??

    dian — November 3, 2009 09:32
  16.  

    huhuhuh… jadi pengen segera mbaca

    sudah punya 2 bulan yg lalu, tapi belum tersentuh… (doh)

    lowo — November 4, 2009 01:58
  17.  

    Ketoke apik ya, pengen beli nanti sepulangnya ke Indo (kapan yaaaaa!)

    Tapi smoga kata2nya tak terlalu kemayu kayak yang laskar pe****ngi itu.. (jumlah bintangnya pas nggak yah?)

    DV — November 5, 2009 05:35
  18.  

    @ Mas Don : minta aja dikirimin uda vizon…hihihihi secara yg ngarang itu temennya :D atau mo minjem bukuku :D

    @ Zam : gw juga suka sama novel ini, sangat inspiratif dan banyak nilai yg bisa di ambil….

    Ria — November 6, 2009 15:06
  19.  

    weh skrg emang lg jaman novel-novel ala ‘padang pasir’ gini ya? :-D

    adi — November 10, 2009 08:33
  20.  

    harus coba! :D

    nengĀ®atna — November 11, 2009 19:31
  21.  

    belom sempet baca. *Meluncur ke Togamas!* (ninja)

    Udut — November 14, 2009 16:06
  22.  

    jadi mulai berpikir2 lagi untuk membeli buku ini. tapi sebenarnya pengen baca dulu dikit2. kalau benar2 bagus menurutku, baru beli. tapi nyari temen yg sudah punya dan bisa kupinjam bukunya kok belum nemu ya? soalnya pernah kecewa beli novel yg banyak dibilang bagus oleh banyak orang, tetapi ternyata tidak bagus.

    krismariana — November 16, 2009 02:04
  23.  

    seru kang!

    azaxs — November 25, 2009 13:40
  24.  

    Begitu membaca review tentang novel ini di Kompas, saya langsung membelinya saat ada kesempatan ke Gramedia.

    Ceritanya menarik, tentang pesantren, dunia yang tak terlalu kukenal. Dengan membaca novel ini menjadi bisa membayangkan, seperti apa kehidupan didalamnya.

    edratna — January 16, 2010 08:56
  25.  

    its great

    tie — January 22, 2010 13:18
  26.  

    aku dah baca novelnya…
    dan saya suka bgt…
    apa lagi ma tokoh yang namanya “baso”

    tie — January 22, 2010 13:19
  27.  

    ceritanya keren bgt…
    aku ampe terharu ma kisah “baso”

    tie — January 22, 2010 13:21
  28.  

    its great (bigeyes)

    tie — January 22, 2010 13:27
  29.  

    subhanallah, jadi g sabar tuk baca… :-) (evilsmirk)

    enhy — January 25, 2010 12:04
  30.  

    wah..beneeer bgt maz..aku juga dah baca novelnya ..si baso tuh mulia banget yaoww, mau ninggalin pestrn boat ngrawat neneknya..
    aku terinspirasi baca nie novel krn anakku mo aku masukin ke pesantren.
    jempol 2 boat maz A.Fuady (worship)

    lis — March 3, 2010 09:39
  31.  

    wah jadi penasaran nh………….!!
    apalagi kemaren abis nonton Kick Andy……

    so tak sabar pengen beli (walau udah ketinggalan (goodluck) tapi tak apa bukan….. :-D

    Fakhri — May 16, 2010 10:45
  32.  

    Assalaamu’alaikum….
    Alhamdulillah menambah lagi bagi sisi positif dunia pesantren dengan terbitnya buku ini….mudah2an Alloh selalu memberi rahmat kepada kita semua…novel yang inspiratif. (heart) :-)

    murti — May 20, 2010 09:19
  33.  

    Pngen bca…….

    Deryn — July 1, 2010 16:22
  34.  

    bagi yg belum baca buku negri 5 menara mending di baca aja dulu,baru kasih (dance) (dance) (dance) komentar…

    abi al al — July 10, 2010 15:27
  35.  

    ceritanya seru banget …?itu seperti kisah2 saya di pondok walaupun saya belum menjadi orang yg berhasil…?saya juga sama mengenal kalimat itu dari pondok…?manjadd :-) awajada

    nina rahmawati — September 5, 2010 06:46
  36.  

    keren banget, ampe2 gua n tmen2 mengusulkan tugas Resensi kmi dri Novel Negeri 5 Menara n banyak memberi tepuk2 tngan !!
    thnks A. Fuadi !!! :-D

    MUHAMMAD KADAFI — October 10, 2010 10:01
  37.  

    keeeeeeeeeeeeeeeeerrrrrrrrrrrreeeeeeeeeeeeeeeen :-D

    desy firdaus — November 1, 2010 15:01
  38.  

    wahhh wah.keren banget novelnya..jd ingat waktu mondok dlu.meskipun cuman setahuun…2 thumbs bwat kang fuadii :-) :-)

    asra — December 12, 2010 11:33
  39.  

    menakjubkan…kata-kata yang terdapat dalam novel tersebut menjadi sebuah evalusi,,,inspirasi dan motivasi bagi tiap-tiap orang yang membacanya,,,
    Terima kasih kepada sang pengarang Alif Fikri(Ahmad Fuadi)…
    :)

    Zulpan Efendi Sirait — January 2, 2011 18:22
  40.  

    Negeri 5 Menara __ Ceritanya oke bangetz. saat membacanya aku seperti ikut terhanyut dalam kisah2nya. (cozy) (cozy)

    Acha — March 14, 2011 11:53
  41.  

    jadi penasaran niie

    kaya nya lucu cerpen nya. (devil)

    seli_usel — August 24, 2011 12:56
  42.  

    ada yg punya resensi nya gag ?
    (money) (banana_cool) (banana_rock)

    rachmat syah putra — November 1, 2011 17:06
  43.  

    Negeri 5 Menara,,, kisahnya seru… asyikkk… :)

    MEY RAHMI DONIEARMAND — November 12, 2011 14:27