Pada Indonesia Cellular Show 2010 di Jakarta Convention Center, saya tertarik dengan booth Acer Liquid E yang menampilkan ponsel Android terbaru keluaran Acer.
Saya memang tertarik dengan Android, dan pengen mencoba merasakan menggunakan ponsel pintar yang didukung oleh Google tersebut. Sebelumnya saya memang kurang begitu tertarik dengan ponsel berbasis layar sentuh (touch screen).

Mencoba Acer Liquid E
Saya pun mencoba Acer Liquid E. Dengan ditemani mbak-mbak SPG yang cantik-cantik itu, saya pun mulai mengeksplorasi ponsel ini.
Sebagai pengguna awam, apalagi yang jarang bersentuhan dengan ponsel touch-screen, saya awalnya sempat agak bingung dengan pengoperasiannya. Namun setelah mencoba-coba dengan menekan layar dan tombol, saya pun mulai bisa menggunakan fungsi-fungsinya.
Layar utama memiliki 5 halaman yang bisa di geser ke kanan dan ke kiri. Layar-layar ini gunanya untuk menampung icon-icon aplikasi yang terpasang.
Di layar utama, terdapat sebuah form input pencarian Google. Ini memberikan akses yang cepat ketika kita hendak bertanya kepada Paman Google.
Saya kemudian mencoba kamera 5 mega pixel tanpa blitz yang tertanam di ponsel ini. Buat saya, kamera ponsel itu penting karena saya suka memotret sekitar dan mengunggahnya ke blog.
Pertama agak membingungkan bagaimana cara mengambil gambar, namun akhirnya saya tau bahwa untuk memotret, caranya adalah menekan gambar tombol pada layar untuk mem-fokus kemudian melepas tombol itu untuk mengambil gambar.
Cara ini agak berbeda dengan pengoperasian pada kamera digital pada umumnya, yaitu dengan menahan tombol untuk mem-fokus baru menekan lebih dalam lagi tombol untuk mengambil gambar. Cara lain mengambil gambar pada Acer Liquid E adalah menekan tombol di bagian samping kana atas (kalo mengambil gambar secara landscape), sehingga letaknya mirip tombol shutter pada kamera.
Gambar yang dihasilkan ternyata tajam, walau shutter-lag-nya lama, sehingga bila memotret obyek yang bergerak, kemungkinan gambar blur sangat besar. Sebenernya bisa diakali dengan menaikkan angka ISO, dengan menekan tombol fungsi pengaturan kamera, namun pada pemakaian normal (yang biasanya diset ke mode auto), rasanya kurang nyaman. Belum lagi cara mengambil gambar yang press and release tersebut.
Menu pengaturan kameranya pun cukup lengkap, ada menu untuk mengatur white balance, ISO, hingga efek warna seperti warna hitam putih, sephia, bahkan negative color.
Warna yang dihasilkan pun cukup terang. Bahkan ketika dibandingkan dengan hasil jepretan Nokia N95, dengan setting kamera yang “disamakan” (ISO dan white-balance diset ke auto dan tanpa lampu flash), gambar yang dihasilkan Nokia N95 kalah terang.

Acer Liquid E - gambar dari gsmarena.com
Setelah mengambil gambar, kita bisa dengan mudah membagikannya ke teman-teman dengan cara menekan tombol share kemudian memilih cara penyebarannya: menggunakan bluetooth, via email, via Google Buzz, Facebook, Twitter, dan sebagainya. Saya rasa fitur ini sangat cocok untuk para blogger atau mereka yang suka narsis dan berbagi lewat gambar.
Masih di kamera, ada sebuah icon tombol kecil semacam switch untuk mengubah ke menu video. Namun setelah saya coba menggeser-geser “tombol” tersebut, ternyata tidak bisa. Rupanya untuk mengambil video, kita harus kembali ke menu utama dan memilih icon video.
Saya kemudian mencoba mengetik. Di layar, muncul keyboard virtual yang saya rasa tombol-tombolnya terlalu kecil. Saya kesusahan mengetik karena seringkali jari saya mengenai huruf di sebelahnya, sehingga saya harus benar-benar berhati-hati menekan tombol-tombol huruf. Meski saya sudah mencoba mengetik dengan mode landscape (yang ukuran tombolnya lumayan agak besar), saya masih saja sering salah menekan tombol.
Namun setelah cukup lama menekan-nekan tombol hingga “familiar” dengan bentuk tombolnya, saya pun menemukan trik agar mengetik menjadi lebih nyaman, yaitu dengan menekan tombol menggunakan bagian tengah jari, bukan dengan ujung jari. Walhasil, saya mulai bisa mengetik dengan cukup cepat.
Sinkronisasi email pun sangat mudah dilakukan. Acer Liquid E mendukung aplikasi web-based email (dengan cara sinkronisasi) dan push-mail (sistem push-mail-nya berbeda dengan sistem push-mail pada BlackBerry). Aplikasi email yang tersinkronisasi mendukung Gmail, Yahoo, Hotmail, dan web-based email service pada umumnya. Namun untuk “push mail”, ditangani oleh RoadSync.
Aplikasi percakapan cepat (Instant Messaging) secara default menggunakan GTalk, perambah halaman web menggunakan Google Chrome yang dimodifikasi (bahkan saya awalnya mengira browser yang digunakan adalah Flock karena icon-nya yang mirip), aplikasi office menggunakan Document ToGo versi gratis yang cuma bisa membaca dokumen.
Bila membutuhkan aplikasi lain, tinggal buka Android Market dan di sana terdapat ribuan aplikasi gratis yang bisa diunduh langsung dari ponsel Android.
Secara umum, meski menggunakan OS Android versi 2.1 (Eclaire), respon ponsel ini sangat cepat. Tentu ini karena dukungan prosesor Qualcomm Snapdragon 8250 768 MHz dan memori 512 MB RAM dan 512 MB ROM, membuat tampilan berbasis Acer UI ini cukup cepat dan responsif.
Tak perlu khawatir ketinggalan info dari milis dan email, mudah memperbarui status Facebook dan Twitter, serta kemudahan fitur berbagi gambar langsung dari hasil kamera membuat ponsel ini cocok untuk para banci social media. Hanya saja yang disayangkan adalah tombol keyboard virtual yang terlalu kecil bagi mereka berjari-jari besar.
Dengan harga sekitar 5 juta (pada saat pameran, harga yang ditawarkan adalah 4,5 juta rupiah), ponsel dari Acer ini memang layak dijadikan lirikan dari sekian banyak jajaran ponsel-ponsel berbasis Android lainnya.
Cih! Jadi pengen punya Acer Liquid E!
Kata Mbak SPG battery tahan berapa lama kang?
Keren banget acernya sob.. (orgnya juga)
Nice Review Zam :)
Apa ngak kebanyakan smartphonezam ??? btw acaranya sampai kapan yah
sama milestone ukurannya gede mana sih zam? duh kalo kibotnya kekecilen males bgt apalagi touchscreen gitu 0_o
dibandingkan sama Motorola Milestone XT720 hampir sama, cuma lebih tebel Acer Liquid E dikit.
tapi kalo ringan, lebih ringan Acer Liquid E.
wah,sama, saya juga lg proses ngumpulin dana buat android…eem,,htc nexus one bagus juga tuhh
Nice review sob…
Andoid memang lagi ngtrend, tapi bisa ga guna buat orang gaptek seperti aku ini
duh… lagi nggak punya uang nih…..
enakan mana mas sama sony ericsson xperia10?
klo di compare dengan apple iphone4 kira2 bagus mana bro…
agak sangsi dengan produk2 dari ACER :-s menurutku sih, masih agak mending Samsung Galaxy S.. bukan Spica loh!
wah .. kalau punya itu saya jadi acer mania nich