Kawasan Kota Tua, terutama Taman Fatahillah, terus berbenah. Meski mengundang banyak kontroversi, agaknya hal ini tidak berlaku bagi segelintir lapisan masyarakat yang menggantungkan kehidupannya di kawasan ini.
Penutupan akses kendaraan bermotor ke dalam kawasan Taman Fatahillah, membuat kawasan ini menjadi nyaman untuk dikunjungi. Jumlah pengunjung pun meningkat, yang ujung-ujungnya menjadi “lahan baru” mencari nafkah.
Mulai dari penjaga parkir, penjual kopi, penjual suvenir, tukang ojek sepeda, tukang tato, hingga kelompok jathilan, menggantungkan hidupnya di taman ini. Meski terkesan sedikit semrawut, namun tidak mengurangi antusiasme pengunjung untuk menikmati suasana.
Semestinya program revitalisasi kawasan Kota Tua juga memasukkan program penataan para pedagang dan mereka yang mencari nafkah di kawasan ini, sehingga bisa menjadikan Taman Fatahillah menjadi salah satu tujuan wisata Jakarta yang nyaman dan sedap dipandang mata.

Kawasan Taman Fatahillah harus steril dari kendaraan bermotor, maka tukang parkir pun kebanjiran rezeki

Dengan seribu rupiah, masukkan gelang ke dalam mulut botol tanpa menjatuhkan paku di atasnya, menangkan ponsel sebagai hadiahnya
Tulisan ini juga dimuat di blog FotoKita National Geographic Indonesia.
hahaha kontes terakhir itu yg paling susah, sampek hadiahnya HP
jadi tambah pengen ke kota tua jakarta.
yang banyak museumnya itu di sini kan kang?
sepertinya yang punya blog habis berburu Human Interest
Asyik Zam mulai menyentuh ranah photo story. Mantap!
enak buat nongkrong nih zam?
wih hadiahnya hape njrit
ada yg menang ?
salah satu posting paling keren darimu nih, zam. aku ke jakarta gak pernah ingat ke sini. oke, next time mudahan bisa ke sini. paling kagum sama yang jualan kopi dengan termos itu, lalu yang nantangin catur. awesome. creative.
wow, anda menuliskan apa yang belum pernah dituliskan blogger pda umumnya saat ke Kota tua.. haha…selamat!
kalo ke Jakarta maen ke kota tua ah. Foto-fotonya keren mas zam
su tenan, 20 tahun hidup di JKT kok gak pernah kesitu
@didut : lha kuwi salahmu dewe :))
@zam : Kota Lama nya Semarang juga nggak kalah eksotis sama Kota Tua nya Jakarta, ko1 :p
keren. tetep konsisten dgn jalan-jalannya dan sekarang dicampur dengan skill fotografi yg makin moooyy…
btw, kapan2 jadi pengen ngajak istri ke kota tua…
Djakarta tempoe doeloe patoet dipoejiken
semoga saya bisa ke sana, Mas.
ahahahahah….. itumah tukang tatto nya kenal sama gw hahahah palagi tukang parkir nya sapa si yang kaga kenal etu tattoo hahahahahahah
asyiknya iya berlibur ke situ.
saya suka dengan tulisan dan foto2 nya.
sukses selalu iya.
saya tunggu tulisan selanjutnya.