Listrik sudah menjadi bagian yang vital untuk kehidupan kita. Bayangkan kalo kita hidup tanpa listrik. Bisa apa kita? Hampir semua peralatan pendukung kehidupan kita menggunakan listrik sebagai sumber tenaganya.
Tapi tahu kah bahwa ketergantungan kita kepada listrik, yang notabene paling banyak berasal dari pembangkit listrik berbahan bakar fosil dan mengeluarkan CO2, telah mengakibatkan kenaikan dramatis temperatur rata-rata bumi sehingga menyebabkan naiknya air permukaan laut, musim kemarau panjang serta badai, dan perubahan besar-besaran terhadap lingkungan hidup yang telah menjadi sumber kehidupan kita. Ini lah yang dinamakan dengan global warming atau pemanasan global.
Perubahan iklim, yang merupakan salah satu akibat dari pemanasan global ini, adalah salah satu ancaman kehidupan di bumi yang paling signifikan. Satu cara untuk mengurangi percepatan pemanasan global adalah dengan membuat setiap individu melakukan perubahan gaya hidup, dari diri kita sendiri, dan dengan cara yang paling mudah.
Salah satu cara yang paling mudah adalah dengan mengehemat listrik. Minimal, ikutan acara Earth Hour, yaitu gerakan mematikan lampu (dan perangkat elektronik lainnya) selama satu jam, 60 menit, pada 27 Maret 2010, pada pukul 20:30 sampai 21:30 waktu setempat.
Eh, emang ngefek? Kalo gerakan ini dilakukan bareeng-bareng, pasti ngefek. Mari kita berhitung-hitung secara kasar.
Konsumsi energi listrik di Indonesia, terfokus di Jawa–Bali yang mencapai 78% dari total keseluruhan konsumsi listrik nasional.
Berdasarkan data konsumsi listrik tahun 2008, total 29.605 GWh (Giga Watt Hours) atau 23% total konsumsi listrik Indonesia, terfokus di DKI Jakarta dan Tangerang. Dari konsumsi ini, 33% digunakan oleh rumah tangga, 30% digunakan di sektor bisnis/perkantoran dan gedung komersial (pusat perbelanjaan), 30% di bidang industri (pabrik), 3% dikonsumsi oleh gedung pemerintahan, dan 4% oleh fasilitas publik dan sosial.
Total keseluruhan konsumsi listrik sebesar 29.605 GWh atau sama dengan 26,4 juta ton CO2 (Riset DJLPE 2004-2006 tentang emisi CO2 dari produksi listrik: 0,891/MWh).
Dengan mematikan lampu-lampu dan alat elektronik yang tidak terpakai selama 1 jam dapat memberikan kontribusi kepada penghematan listrik di Jakarta pada khususnya, serta mendukung program efisiensi energi yang diinisiasi pemerintah pada pukul 17.00–22.00 (masih inget iklannya, kan?).

Ayo matikan lampu!
Apabila 10% saja penduduk Jakarta berpartisipasi dalam gerakah Earth Hour ini, maka Jakarta dapat menghemat konsumsi listriknya sebesar 300MWh, yakni setara dengan:
Bayangkan, ini hanya untuk Jakarta saja. Kalo banyak orang mengikuti gerakan ini, berapa banyak yang bisa dihemat?
Nah, ajak teman-teman, kerabat, handai taulan, untuk ambil bagian dalam gerakan ini. Tulis di blog, siapa tau bisa dapat kaos menarik sebagai tanda berpartisipasi dalam gerakan ini.
Mari selamatkan bumi!
[...] This post was mentioned on Twitter by Adhi Prasetia. Adhi Prasetia said: Matikan Lampu, Selamatkan Bumi http://is.gd/aVC7E | via @matriphe [...]
Halaman ini dimuat dalam waktu 0.3667 detik. Halaman ini diperbarui secara otomatis setiap satu jam sekali.
Credits » CodeIgniter • SimplePie • 960 Grid System • WordPress • Yahoo! Weather • Sticker Weather Icons • jQuery • jQuery UI
Err… Bukannya tanpa Earth Hour pun sebenernya PLN sudah sering mematikan listrik seenaknya sendiri tanpa pemberitahuan terlebih dahulu..?? :P #korbanpln
eh itu mas bang paman bukan sih :)
yaaahh, keduluan yg komen diatas! =)) daku ngelihat posternya langsung inget si paman satu itu…hihihi! ;))
sip kang, ak nge-link nanggonmu yo..
Saya telah melakukannya, di Malaysia, yang listriknya selalu padam seperti di Indonesia. He..he.. Seingat saya hanya sekali, itu pun hanya beberapa menit.
Bener bro..
ayo ramai2 kita dukung..
lagi pas gak dirumah… entah org rumah matiin lampu atau gak…
top banget tapi jangan cuman 1 tahun sekali.
saya setuju dengan pendapat anda.
saya dukung.