Kali ini saya mencoba modem yang barusan saya beli di Ratu Plaza seharga 500 ribu, yaitu modem Huawei E1550. Berbeda dengan modem Option Icon 225 yang sudah mendukung HSDPA 7.2 Mbps, modem ini hanya mentok di 3.6 Mbps. Ini saya rasa cukup karena operator lokal memang belum ada yang mencapai kecepatan HSDPA 7.2 Mbps.

Huawei E1550
Modem ini merupakan modem pengganti seri E160 dan E156 yang sudah tidak diproduksi lagi. Bentuknya pun sebelas-duabelas dengan seri pendahulunya.
Seperti biasa, saya menggunakan Ubuntu 9.10 Karmic Koala ketika melakukan tes. Saya menggunakan Indosat M2 sebagai layanan Internet saya.
Seperti modem pada keluarga Huawei lainnya, modem ini bisa dikenali dengan baik. Network Manager pun bisa langsung membuka konfigurasi dan melakukan koneksi dengan jaringan.
Namun setelah koneksi berhasil, saya masih belum bisa terhubung ke Internet. Sepertinya masih ada masalah dengan pendeteksian hardware.
Setelah Googling, saya menemukan solusi (yang sebetulnya ditujukan untuk pengguna Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope), yaitu dengan memberikan perintah ini melalui konsol.
sudo apt-get install udev-extras
Udev-extras adalah modul/driver tambahan yang dibutuhkan oleh hardware tertentu. Setelah restart dan mencolokkan kembali, modem bisa berfungsi sempurna.
Indikator warna menandakan jaringan yang sedang dipakai. Bila warna hijau, berarti modem ini menggunakan jaringan GPRS. Bila berwarna biru, berarti modem ini menggunakan jaringan 3G. Bila lampu indikator berwarna cyan, modem ini menggunakan jaringan HSDPA.
Koneksi pun cukup lancar tanpa sering terputus. Panas yang dihasilkan boleh dibilang minimal. Mungkin karena produksi panas yang minim ini, koneksi menjadi lebih stabil.
Selain sebagai modem, Huawei E1550 juga bisa digunakan sebagai flashdisk atau MicroSD reader, dengan memasukkan MicroSD ke dalam slot yang disediakan.
Modem ini diklaim bisa berfungsi pada sistem operasi Windows 2000, XP (SP2), Vista, dan Mac OS X. Bila menggunakan Windows, aplikasi dan driver secara otomatis akan terinstal ketika mencolokkan modem ini untuk pertama kali.
Aplikasi yang digunakan modem ini adalah Mobile Partner bikinan Huawei. Aplikasi ini mendukung pengiriman dan penerimaan SMS, serta menampung data nomor telepon (phonebook). Terdapat juga status koneksi, statistik, dan history dari koneksi yang terjadi. Untuk melakukan pengaturan pada modem seperti menambah APN, username, dan password juga gampang.
Modem ini banyak dijual secara bundled oleh operator, dengan ciri terdapat logo operator di bodi modem. Contohnya yang banyak dijual adalah modem dengan logo 3 (three) berwarna hitam. Padahal setahu saya, layanan 3 Indonesia belum mendukung koneksi HSDPA.
Punya saya ini saja terdapat logo SUN Broadband di bodinya. Meski begitu, Indosat M2 bisa digunakan dengan lancar di modem ini. Mungkin yang dijual di Indonesia adalah edisi unlock.
Secara umum, modem ini cukup powerful. Harganya cukup murah bila dibanding dengan modem-modem sejenis (di beberapa situs penjualan, harganya bisa mencapai 400 ribuan).
hemm blm pernah nyobain modem ginian :)
trus setelah install udev extra, bisa lancar dijalanin dari network manager ya mas?
sip dab, aku tuku iki ae wis, suwun
daku pakeknya E156, mas zam :)) tapi untuk penggunaan di Karmic Koala, ndak ada masalah…
sayang aja, sekarang agak males pake Karmic :(
mas…aku baru beli tapi kok pada indikator sinyalnya kosong..dan koneksi blm terhubung.dimana problembnya ya?
http://www.three.co.uk
maksudnya three yg itu bro bukan three yg disini, walaupun pemiliknya sama
Terima kasih akhi..terima kasih brother…ane berhasil mengkoneksikannya setelah lebih dari 6 bulan, atau karena nyerah..jadi hampir 1 tahun deh…..
Sekali lagi makasih brother…