<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>muhammad zamroni &#187; Tutorial</title>
	<atom:link href="http://muhammad.zamroni.net/category/tutorial/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muhammad.zamroni.net</link>
	<description>personal playground. tempat bermain dan belajar.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Jul 2010 14:01:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='muhammad.zamroni.net' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
		<item>
		<title>Berbagi Koneksi Internet dengan Sistem Ad-hoc Pada Ubuntu</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/berbagi-koneksi-internet-dengan-sistem-ad-hoc-pada-ubuntu.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=berbagi-koneksi-internet-dengan-sistem-ad-hoc-pada-ubuntu</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/berbagi-koneksi-internet-dengan-sistem-ad-hoc-pada-ubuntu.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 21:31:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hacking]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[ad-hoc]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[networking]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[wireless]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Jika di kos-kosan, saya terhubung ke Internet dengan menggunakan modem HSDPA. Suatu hari ada seorang teman yang datang dan kebetulan membutuhkan koneksi Internet, namun modem sedang saya pakai, sehingga meminjamkan modem kepadanya menjadi hal yang mustahil.
Saya pun terpikir untuk membagikan koneksi internet saya sehingga dia bisa bekerja menggunakan laptopnya dan terhubung ke Internet tanpa mengganggu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika di kos-kosan, saya terhubung ke Internet dengan menggunakan <a title="Option GT Max Express 7.2 Data Card Modem" href="http://muhammad.zamroni.net/option-gt-max-express-7-2-data-card-modem.html">modem HSDPA</a>. Suatu hari ada seorang teman yang datang dan kebetulan membutuhkan koneksi Internet, namun modem sedang saya pakai, sehingga meminjamkan modem kepadanya menjadi hal yang mustahil.</p>
<p>Saya pun terpikir untuk membagikan koneksi internet saya sehingga dia bisa bekerja menggunakan laptopnya dan terhubung ke Internet tanpa mengganggu saya. Karena saya tidak mempunyai <em>wireless access-point</em>, saya pun menjadikan laptop saya sebagai &#8220;<em>wireless access-point</em>&#8221; dengan cara menghubungan laptop saya dengan laptop teman saya tersebut secara <em>ad-hoc</em>.</p>
<p><span id="more-251"></span>Koneksi <em>ad-hoc</em> (atau <em>peer-to-peer</em>) adalah jaringan <em>wireless multihop</em> yang terdiri dari kumpulan <em>mobile node</em> (<em>mobile station</em>) yang bersifat dinamik dan spontan, yang dapat diaplikasikan di mana pun tanpa menggunakan <em>access point</em>. Nah, gampangannya, sistem jaringan yang akan saya buat adalah kira-kira seperti ini:</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-252" title="diagram jaringan Ad-hoc" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/07/68588-diagram-ad-hoc.gif" alt="" width="401" height="259" /></p>
<p>Caranya adalah sebagai berikut. Pertama, pastikan koneksi Internet jalan. Saya menggunkan ISP <a title="Indosat M2" href="http://indosatm2.com/" target="_blank">Indosat M2</a> dan sudah terhubung dengan baik.</p>
<p>Kemudian, buka Network Connection Manager dengan memilih <code>System &gt; Preference &gt; Network Connection</code> atau dengan meng-klik kanan gambar sinyal di panel dan memilih <em>edit connection</em> sehingga muncul tampilan semacam ini:</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-253" title="Network Connection" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/07/Screenshot-Network-Connections.png" alt="" width="437" height="326" /></p>
<p>Pilih tab <em>Wireless</em> dan klik <em>Add</em> untuk membuat koneksi baru. Kemudian beri nama koneksi, nama SSID (yang nantinya akan menjadi nama &#8220;<em>access-point</em>&#8221; yang akan muncul di pilihan &#8220;wi-fi&#8221;), kemudian pilih modenya: <em>Ad-Hoc</em>. Untuk opsi <em>Connect automatically</em> bisa dicentang atau tidak. Bila dicentang, maka laptop kita akan membagi koneksi Internet setiap kali laptop menyala.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-254" title="Buat koneksi baru" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/07/Screenshot-Editing-Adhoc.png" alt="" width="379" height="503" /></p>
<p>Kemudian pindah ke tab <em>IPv4 Settings</em> (tergantung versi yang dipakai, IPv4 atau IPv6, di tempat saya masih IPv4), kemudian pilih <em>Method: Shared to other computers</em>. Kemudian klik <em>Apply</em>, dan selesai.</p>
<p><img title="Setting IPv4" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/07/Screenshot-Editing-Adhoc-1.png" alt="" width="379" height="503" /></p>
<p>Tutup <em>Network Connection Manager</em>, kemudian klik pada tanda sinyal untuk memulai koneksi <em>Ad-hoc</em>. Di situ, koneksi <em>Ad-hoc</em> yang kita buat belum muncul. Untuk memunculkannya, pilih menu <em>Connect to Hidden Wireless Network</em>, dan pilih koneksi <em>Ad-hoc</em> yang kita buat sebelumnya.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-257" title="Connect to Hidden Wireless Network" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/07/connect-hidden.png" alt="" width="350" height="410" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-256" title="Connect to Hidden Wireless Network" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/07/Screenshot-Connect-to-Hidden-Wireless-Network.png" alt="" width="417" height="226" /></p>
<p>Dan voila! Kita telah membuka koneksi <em>Ad-hoc</em> di Ubuntu.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-258" title="Connection established" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/07/connection-established.png" alt="" width="430" height="260" /></p>
<p>Untuk terhubung ke laptop yang sudah jadi &#8220;<em>access-point</em>&#8221; ini, tinggal buka <em>Wireless Connection</em> (Wi-Fi) dan buka hubungan ke nama koneksi <em>Ad-hoc</em> yang telah di buat, dan laptop tersebut langsung bisa menjelajah Internet!</p>
<p>Oiya, agar koneksi Ad-hoc bisa terjadi, pastikan <em>wireless</em> tidak dipakai oleh si laptop/komputer yang hendak menjadi <em>access-point</em> (misalnya tidak terhubung ke wi-fi pada hotspot). Kekurangan lainnya, koneksi Ad-hoc tidak memiliki proteksi password, sehingga kemungkinan pembagian koneksi bisa digunakan oleh orang lain yang tidak berkepentingan.</p>
<p>Berikut ini adalah tampilan ketika sebuah ponsel, Nokia E63 mendeteksi koneksi Ad-hoc yang saya buat dan kemudian terhubung ke Internet menggunakan koneksi tersebut.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-259" title="Select WLAN Menu" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/07/Scr000006.jpg" alt="" width="320" height="240" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-260" title="Found &quot;jengjeng ad-hoc&quot;" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/07/Scr000007.jpg" alt="" width="320" height="240" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-262" title="&quot;jengjeng ad-hoc&quot; info" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/07/Scr000009.jpg" alt="" width="320" height="240" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-264" title="connecting using &quot;jengjeng ad-hoc&quot;" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/07/Scr000011.jpg" alt="" width="320" height="240" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/berbagi-koneksi-internet-dengan-sistem-ad-hoc-pada-ubuntu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Downgrade PHP 5.3.x ke 5.2.x di Ubuntu 10.04 (Lucid Lynx)</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/downgrade-php-53x-ke-52x-di-ubuntu-10-04-lucid-lynx.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=downgrade-php-53x-ke-52x-di-ubuntu-10-04-lucid-lynx</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/downgrade-php-53x-ke-52x-di-ubuntu-10-04-lucid-lynx.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 17:44:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hacking]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[apt]]></category>
		<category><![CDATA[Karmic]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Lucid]]></category>
		<category><![CDATA[php]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=246</guid>
		<description><![CDATA[
Tiba-tiba siang tadi saya dikontak salah satu kliennya pabrik, bahwa website-nya bermasalah. Herannya, selama ini website tersebut ndak diutak-atik. Sempat pusing juga kenapa bisa terjadi, padahal ketika skrip dicoba di server development, tidak ada masalah.
Usut punya usut, ternyata PHP yang digunakan adalah PHP versi 5.3.x yang bermasalah pada skrip website karena  ada beberapa fungsi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-medium wp-image-248 alignright" title="PHP Help" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/06/php-1-300x190.jpg" alt="" width="300" height="190" /></p>
<p>Tiba-tiba siang tadi saya dikontak salah satu kliennya pabrik, bahwa website-nya bermasalah. Herannya, selama ini website tersebut ndak diutak-atik. Sempat pusing juga kenapa bisa terjadi, padahal ketika skrip dicoba di server development, tidak ada masalah.</p>
<p>Usut punya usut, ternyata PHP yang digunakan adalah PHP versi 5.3.x yang bermasalah pada skrip website karena <a title="Deprecated features in PHP 5.3.x" href="http://php.net/manual/en/migration53.deprecated.php" target="_blank"> ada beberapa fungsi krusial yang dihilangkan</a>. Paket PHP ini ikut ter-upgrade karena server di-upgrade ke Ubuntu versi 10.4 (Lucid Lynx) oleh sys-admin mereka.</p>
<p>Saya pun memutuskan untuk men-downgrade paket PHP tersebut dari versi 5.3.x ke 5.2.x supaya website bisa jalan normal tanpa saya harus ngoprek skripnya..</p>
<p>Berikut ini langkah-langkah yang saya lakukan untuk men-downgrade PHP tersebut.</p>
<p><span id="more-246"></span>Cek paket-paket PHP apa saja yang terinstall di server, kemudian di-list untuk dihapus dari sistem. Untuk melakukannya gunakan perintah <code>dpkg -l | grep php</code>. Di tempat saya, outputnya seperti berikut:</p>
<blockquote style="overflow: auto; background: #000; color: #0f0;">
<pre>ii  libapache2-mod-php5		5.3.2-0ubuntu1		server-side, HTML-embedded scripting languag
ii  php-pear			5.3.2-0ubuntu1		PEAR - PHP Extension and Application Reposit
ii  php5-cgi			5.3.2-0ubuntu1		server-side, HTML-embedded scripting languag
ii  php5-cli			5.3.2-0ubuntu1		command-line interpreter for the php5 script
ii  php5-common			5.3.2-0ubuntu1		Common files for packages built from the php
ii  php5-dev			5.3.2-0ubuntu1		Files for PHP5 module development
ii  php5-gd			5.3.2-0ubuntu1		GD module for php5
rc  php5-mcrypt			5.3.2-0ubuntu1		MCrypt module for php5
ii  php5-mysql			5.3.2-0ubuntu1		MySQL module for php5
ii  php5-sqlite			5.3.2-0ubuntu1		SQLite module for php5</pre>
</blockquote>
<p>Setelah ketahuan paket-paket apa saja yang terinstall, maka catat semua paket ini untuk kemudian dihapus dari sistem dan nantinya akan diinstall kembali, namun dalam versi yang lebih rendah.</p>
<p>Untuk melakukan &#8220;pencatatan&#8221; ini, tambahkan perintah <code>awk</code> pada perintah sebelumnya, menjadi <code>dpkg -l | grep php | awk '{print $2}'</code>, dan hasilnya semacam ini:</p>
<blockquote style="overflow: auto; background: #000; color: #0f0;">
<pre>libapache2-mod-php5
php-pear
php5-cgi
php5-cli
php5-common
php5-dev
php5-gd
php5-mcrypt
php5-mysql
php5-sqlite</pre>
</blockquote>
<p>Hapus paket-paket tersebut dengan perintah <code>sudo apt-get remove [nama_paket]</code>.</p>
<p>Tambahkan repositori Karmic ke file <code>/etc/apt/source.list</code>. Repositori Karmic ini digunakan sebagai referensi PHP versi 5.2.x. Cara ini bisa diakali dengan menyalin file repositori sekarang (Lucid), kemudian mengganti referensinya ke Karmic dan memasukkannya ke daftar source repositori.</p>
<p>Cara mudahnya, gunakan perintah <code>sed s/lucid/karmic/g /etc/apt/sources.list | tee /etc/apt/sources.list.d/karmic.list</code> (menggunakan akses root).</p>
<p>Kemudian, buat <a title="Pinning Howto" href="https://help.ubuntu.com/community/PinningHowto" target="_blank">pin</a> yang fungsinya untuk menahan agar paket-paket PHP tersebut tidak di-upgrade.</p>
<p>Buat sebuah file bernama <code>php</code> yang disimpan di folder <code>/etc/apt/preferences.d/</code>, yang isinya sebagai berikut:</p>
<blockquote>
<pre>Package: libapache2-mod-php5
Pin: release a=karmic
Pin-Priority: 991

Package: php-pear
Pin: release a=karmic
Pin-Priority: 991

Package: php5-cgi
Pin: release a=karmic
Pin-Priority: 991

Package: php5-cli
Pin: release a=karmic
Pin-Priority: 991

Package: php5-common
Pin: release a=karmic
Pin-Priority: 991

Package: php5-dev
Pin: release a=karmic
Pin-Priority: 991

Package: php5-gd
Pin: release a=karmic
Pin-Priority: 991

Package: php5-mcrypt
Pin: release a=karmic
Pin-Priority: 991

Package: php5-mysql
Pin: release a=karmic
Pin-Priority: 991

Package: php5-sqlite
Pin: release a=karmic
Pin-Priority: 991</pre>
</blockquote>
<p>Setelah selesai, update repositori dengan perintah <code>apt-get update</code> (jika tidak menggunakan akses root, tambahkan perintah <code>sudo</code>).</p>
<p>Lakukan instalasi paket-paket yang tadi dengan perintah <code>sudo apt-get install [nama_paket]</code>, namun kali ini paket yang ter-install otomatis menggunakan versi 5.2.x.</p>
<p>Jika sudah, silakan dicek lagi apakah versi PHP yang ter-install sudah benar versi 5.2.x dengan perintah <code>dpkg -l | grep php</code>, misalnya outputnya seperti berikut</p>
<blockquote style="overflow: auto; background: #000; color: #0f0;">
<pre>ii  libapache2-mod-php5		5.2.10.dfsg.1-2ubuntu6.4		server-side, HTML-embedded scripting languag
ii  php-pear			5.2.10.dfsg.1-2ubuntu6.4		PEAR - PHP Extension and Application Reposit
ii  php5-cgi			5.2.10.dfsg.1-2ubuntu6.4		server-side, HTML-embedded scripting languag
ii  php5-cli			5.2.10.dfsg.1-2ubuntu6.4		command-line interpreter for the php5 script
ii  php5-common			5.2.10.dfsg.1-2ubuntu6.4		Common files for packages built from the php
ii  php5-dev			5.2.10.dfsg.1-2ubuntu6.4		Files for PHP5 module development
ii  php5-gd			5.2.10.dfsg.1-2ubuntu6.4		GD module for php5
rc  php5-mcrypt			5.2.6-0ubuntu2				MCrypt module for php5
ii  php5-mysql			5.2.10.dfsg.1-2ubuntu6.4		MySQL module for php5
ii  php5-sqlite			5.2.10.dfsg.1-2ubuntu6.4		SQLite module for php5</pre>
</blockquote>
<p>Untuk memudahkan prosesi ini, silakan <a href="http://muhammad.zamroni.net/wp-content/uploads/2010/06/downgrade_php.sh.txt" target="_blank">unduh <em>bash script</em> berikut</a> (jangan lupa ganti namanya menjadi berekstensi .sh dan beri akses <em>execute</em>) yang saya dapatkan <a title="Various ways of running PHP 5.2 on Ubuntu 10.04 Lucid Lynx" href="http://2bits.com/drupal-planet/various-ways-running-php-52-ubuntu-1004-lucid-lynx.html" target="_blank">dari sini</a>. Eksekusi file <em>bash script</em> tersebut menggunakan akses root.</p>
<p>Jika misalnya pengen meng-install paket lain, misalnya <code>php5-xdebug</code>, jangan lupa tambahkan pin telebih dahulu di file <code>/etc/apt/preferences.d/php</code> seperti berikut:</p>
<blockquote><pre>Package: php5-xdebug
Pin: release a=karmic-updates
Pin-Priority: 991</pre>
</blockquote>
<p>Lalu lakukan <code>sudo apt-get update</code> baru meng-install dengan perintah <code>sudo apt-get install php5-xdebug</code>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/downgrade-php-53x-ke-52x-di-ubuntu-10-04-lucid-lynx.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mounting SMBFS Shares</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/mounting-smbfs-shares.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=mounting-smbfs-shares</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/mounting-smbfs-shares.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 09:26:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hacking]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[mount]]></category>
		<category><![CDATA[Samba]]></category>
		<category><![CDATA[smb]]></category>
		<category><![CDATA[smbfs]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[wget]]></category>
		<category><![CDATA[Windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[Kebetulan storage di laptop saya habis, padahal saya butuh mengunduh beberapa file besar. Sialnya, harddisk eksternal tidak dibawa dan flashdisk jelas tidak cukup untuk menyimpan data tersebut.
Untungnya lagi, ada sebuah komputer &#8220;nganggur&#8221; yang cuma dijadiin print server, yang ditenagai oleh MS Windows. Saya pun kepikiran untuk mengunduh dan menyimpan file tersebut di komputer itu, kemudian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kebetulan <em>storage</em> di laptop saya habis, padahal saya butuh mengunduh beberapa file besar. Sialnya, <em>harddisk</em> eksternal tidak dibawa dan <em>flashdisk</em> jelas tidak cukup untuk menyimpan data tersebut.</p>
<p>Untungnya lagi, ada sebuah komputer &#8220;nganggur&#8221; yang cuma dijadiin <em>print server</em>, yang ditenagai oleh MS Windows. Saya pun kepikiran untuk mengunduh dan menyimpan file tersebut di komputer itu, kemudian ketika sudah ada tempat di laptop atau membawa hardisk eksternal, tinggal menyalin dari situ.</p>
<p>Langkah yang paling gampang, memang datang ke komputer tersebut, kemudian melakukan pengunduhan manual dari situ. Namun berhubung saya malas bergerak ke tempat komputer itu berada (plus saya kurang nyaman menggunakan Windows), saya pun mencari cara agar prosesi ini bisa dilakukan secara <em>remote</em>.</p>
<p>Memang paling gampang sih, dengan melakukan SSH ke komputer tujuan, kemudian melakukan perintah <code>wget</code> dari situ. Namun ini kan komputer Windows, yang mana agak sedikit repot untuk melakukan <em>wgetting</em>. Kemudian saya terpikir untuk me-<em>mount</em> <em>folder share</em> tersebut sehingga dianggap sebagai direktori, kemudian melakukan <em>wgetting</em> di direktori tersebut.</p>
<p><span id="more-244"></span>Pertama, pastikan kita punya akses <em>read-write</em> di direktori <em>share</em> tersebut. Biasanya ada <em>username</em> dan <em>password</em> atau memang direktori <em>sharing</em> di Windows tersebut bisa ditulisi oleh siapa pun.</p>
<p>Cara paling mudah mengaksesnya dengan menggunakan Nautilus (saya menggunakan Gnome di Ubuntu) dengan mengakses URL: <code>smb://server-name-or-server-address/share-directory</code> hingga muncul tampilan seperti berikut.</p>
<div id="attachment_245" class="wp-caption alignnone" style="width: 501px"><img class="size-large wp-image-245  " title="Direktori share Windows ditampilkan di Nautilus" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/06/Screenshot-10-1024x640.png" alt="Direktori share Windows ditampilkan di Nautilus" width="491" height="307" /><p class="wp-caption-text">Direktori share Windows ditampilkan di Nautilus</p></div>
<p>Pastikan paket aplikasi Samba sudah terinstall sehingga cara ini bisa dilakukan. Bila belum, <a title="Installing SAMBA" href="https://help.ubuntu.com/8.04/serverguide/C/installing-samba.html" target="_blank">lakukan instalasi seperti berikut</a>.</p>
<p><code>sudo apt-get install samba smbclient smbfs</code></p>
<p>Untuk melakukan <em>mounting</em> ke direktori <em>sharing</em> di Windows (<em>smbfs</em>), gunakan perintah <code>smbmount</code> atau <code>mount -t smbfs</code>. Perintah <code>mount -t smbfs</code> sebenarnya memanggil perintah <code>smbmount</code>, jadi lebih baik pake perintah <code>smbmount</code> langsung.</p>
<p>Perintah lengkapnya adalah sebagai berikut:</p>
<p><code>smbmount //servername/sharename /mountdirectory -o username=mywindowsusername,password=mywindowspassword</code></p>
<p>Jika menggunakan <code>mount</code>, perintahnya jadi seperti ini:</p>
<p><code>mount -t smbfs //servername/sharename /mountdirectory -o username=mywindowsusername,password=mywindowspassword</code></p>
<p>Pada kasus saya, perintah di atas menghasilkan <em>error</em>: <em>Permission denied</em>. Saya pun menggunakan <code>sudo</code> untuk melakukan <em>mounting</em>, karena <em>mount point</em> saya dimiliki oleh root.</p>
<p><code>sudo smbmount //192.168.1.10/data /media/smbtemp -o user=matriphe,password=matriphe,dmask=0777,fmask=0777</code></p>
<p>Tambahan opsi <code>dmask=0777</code> dan <code>fmask=0777</code> adalah untuk memberikan akses <em>read-write</em> ke pengguna biasa.</p>
<p>Done!</p>
<p>Sekarang direktori <em>share</em> di Windows sudah bisa diakses melalui <em>mount point</em> yang kita arahkan. Dalam kasus saya, saya tinggal masuk ke direktori <code>/media/smbtemp</code> dan melakukan <em>wgetting</em> dari direktori tersebut melalui konsol.</p>
<p>Referensi: <a title="http://www.justlinux.com/nhf/Filesystems/Mounting_smbfs_Shares_Permanently.html" href="http://www.justlinux.com/nhf/Filesystems/Mounting_smbfs_Shares_Permanently.html" target="_blank">Mounting smbfs Shares Permanently Help File</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/mounting-smbfs-shares.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melindungi Gambar Dari &#8220;Pencuri Konten&#8221;</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/melindungi-gambar-dari-pencuri-konten.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=melindungi-gambar-dari-pencuri-konten</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/melindungi-gambar-dari-pencuri-konten.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 07:19:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[hotlink]]></category>
		<category><![CDATA[htaccess]]></category>
		<category><![CDATA[protection]]></category>
		<category><![CDATA[WorPress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[Pagi-pagi, eh siang-siang (kalo di kantor berasa pagi terus, habis adem kena AC), dapat info kalo ada artikel blog saya disalin-tempel. Sebenernya saya nggak masalah sih, selama dia ngomong atau ngasih link, tapi yang nyebelin di blog itu dipasangi adsense dan iklan-iklan menyebalkan!   
Saya sudah mencoba protes melalui kolom komentar, namun ternyata komentar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi-pagi, eh siang-siang (kalo di kantor berasa pagi terus, habis adem kena AC), dapat info kalo ada <a title=" edit Pecel Nasi Merah Bumbu Wijen (Pecel Ndeso)" href="http://jengjeng.matriphe.com/pecel-nasi-merah-bumbu-wijen.html">artikel blog saya</a> <a title="Pecel Nasi Merah Bumbu Wijen (Pecel Ndeso)" href="http://www.ririn.tokonic.com/?p=27" target="_blank">disalin-tempel</a>. Sebenernya saya nggak masalah sih, selama dia ngomong atau ngasih link, tapi yang nyebelin di blog itu dipasangi <em>adsense</em> dan iklan-iklan menyebalkan!  <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/angry.gif' alt='(angry)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saya sudah mencoba protes melalui kolom komentar, namun ternyata komentar saya masuk moderasi. Saya tidak yakin komentar tersebut akan ditampilkan. Maka, saya pun menggunakan cara &#8220;kasar&#8221; karena si &#8220;pencuri&#8221; menggunakan sistem <em>hotlink</em> (mengambil gambar langsung dari blog saya melalui tautan).</p>
<p>Saya pun melakukan modifikasi pada file <em>.htaccess</em> yang berfungsi untuk mengalihkan gambar ke gambar lain ketika gambar itu ditaut bukan dari blog saya.</p>
<p><span id="more-183"></span>Pertama, saya menyiapkan gambar pengganti, yang mana gambar ini akan muncul di blog si pencuri. Saya pun <a title=" Search on Flickr: monkey" href="http://www.flickr.com/search/?q=monkey&amp;l=deriv&amp;ss=0&amp;ct=0&amp;mt=all&amp;w=all&amp;adv=1" target="_blank">mencari gambar monyet di Flickr dengan lisensi CC</a> yang kemudian saya modifikasi menjadi begini:</p>
<div id="attachment_184" class="wp-caption alignnone" style="width: 360px"><img class="size-full wp-image-184" title="Gambar pengganti yang akan tampil di blog pencuri"  alt="Gambar pengganti yang akan tampil di blog pencuri" width="350" height="263" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/01/pencuri.jpg"  /><p class="wp-caption-text">Gambar pengganti yang akan tampil di blog pencuri</p></div>
<p>Kemudian, saya menambahkan baris berikut di file<em> .htaccess</em> yang fungsinya untuk mengalihkan link yang masuk yang bukan dari blog saya ke gambar tersebut. Tentunya setelah gambar tersebut diunggah.</p>
<p><code>RewriteEngine on<br />
RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^$<br />
RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^http(s)?://(www.)?jengjeng\.matriphe\.com(/)? [NC]<br />
RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^http(s)?://(www\.)?zamroni\.net(/)? [NC]<br />
RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^http(s)?://(www\.)?muhammad\.zamroni\.net(/)? [NC]<br />
RewriteRule .*\.(jpg|jpeg|png|gif)$ http://matriphe.com/pencuri.jpg [NC,R,L]</code></p>
<p>Arti dari perintah di atas adalah selama referensi HTTP bukan berasal dari blog saya, maka gambar akan diganti dengan yang ada di alamat <em>http://matriphe.com/pencuri.jpg</em>. Silakan modifikasi sesuai keperluan.</p>
<p>Hasilnya, seperti di bawah ini!  <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/taser.gif' alt='(taser)' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_185" class="wp-caption alignnone" style="width: 360px"><img class="size-full wp-image-185" title="Tampilan di blog pencuri" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/01/hasil-blog.png" alt="Tampilan di blog pencuri" width="350" height="263" /><p class="wp-caption-text">Tampilan di blog pencuri</p></div>
<p>Namun cara ini sangat kasar. Bahkan efeknya, bagi pengguna RSS aggregator atau RSS reader, dia akan mendapat gambar yang sama (gambar monyet itu).</p>
<p>Untuk mengatasi masalah ini, rupanya ada plugin yang bisa digunakan untuk menggantikan cara barbar saya, namanya <a title="WordPress Images Hotlink protection plugin – Protect Blog Images from images theft / hotlinking" href="http://www.techmixer.com/wordpress-images-hotlink-protection-plugin-protect-blog-images-from-images-theft-hotlinking/" target="_blank">Wordpress Hotlink Protection</a>. Tinggal install, aktifkan, dan whola! Selesai. <em>No more editing .htaccess</em>!  <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/banana_cool.gif' alt='(banana_cool)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Plugin ini mengklaim tidak akan mengganggu kinerja RSS reader/aggregator, namun saya belum mencobanya. Jadi, bagi pelanggan RSS saya, jika ternyata gambar monyet itu muncul, beri tahu saya, ya!  <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/joyful.gif' alt=':-))' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Catatan:</strong><br />
Cara kasar: menggunakan <em>.htaccess</em> hanya berlaku di web server Apache.<br />
Cara gampang: menggunakan plugin. Bila mengaktifkan plugin, tak perlu mengutak-atik file .htaccess.</p>
<p><strong>Updated:</strong> karena saya merasa gambar monyet terlalu kasar, maka gambar pengganti saya ganti dengan gambar mug dari <a title="dagdigdug.com" href="http://dagdigdug.com" target="_blank">dagdigdug.com</a> yang mengutip mas <a title="Keliling Surakarta" href="http://solo.dagdigdug.com/" target="_self">blonthank poer</a>, &#8220;daripada copy-paste lebih baik coffee latte&#8221;.  <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_192" class="wp-caption alignnone" style="width: 360px"><img class="size-full wp-image-192" title="Gambar pengganti yang muncul di blog pengambil konten" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/01/forbid.png" alt="Gambar pengganti yang muncul di blog pengambil konten" width="350" height="263" /><p class="wp-caption-text">Gambar pengganti yang muncul di blog pengambil konten</p></div>
<p>Sekedar menambahkan, saya lebih menghargai orang yang memberi tahu dan meminta izin kepada saya ketika hendak mengambil gambar atau artikel di blog saya ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/melindungi-gambar-dari-pencuri-konten.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review Ubuntu 9.10 Karmic Koala</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/review-ubuntu-9-10-karmic-koala.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=review-ubuntu-9-10-karmic-koala</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/review-ubuntu-9-10-karmic-koala.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 09:58:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Application]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Jaunty Jackalope]]></category>
		<category><![CDATA[Karmic Koala]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[
Setelah semalaman mengupgrade dan mencoba-coba Ubuntu Jaunty saya ke Karmic Koala, ada beberapa catatan yang sepertinya perlu saya dokumentasikan. Mungkin bisa berguna, terutama temen-temen yang belum dan berencana untuk menggunakan Karmic Koala.
Proses Upgrade
Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk proses upgrade. Lewat CD instalasi atau via Internet. Saya menggunakan cara kedua, yang tentu syaratnya adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://muhammad.zamroni.net/wp-content/uploads/2009/11/karmic.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-217" title="Karmic Koala" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/11/karmic.jpg" alt="" width="400" height="200" /></a></p>
<p>Setelah semalaman mengupgrade dan mencoba-coba Ubuntu Jaunty saya ke Karmic Koala, ada beberapa catatan yang sepertinya perlu saya dokumentasikan. Mungkin bisa berguna, terutama temen-temen yang belum dan berencana untuk menggunakan Karmic Koala.</p>
<p><span id="more-170"></span><strong>Proses Upgrade</strong></p>
<p>Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk proses upgrade. Lewat CD instalasi atau via Internet. Saya menggunakan cara kedua, yang tentu syaratnya adalah punya akses internet kenceng ber-bandwidth bagus.</p>
<p>Pertama-tama yang perlu dilakukan adalah mengarahkan alamat repositori ke server yang diinginkan. Karena saya berada di Indonesia, saya memilih menggunakan <a title="SourcesListLokal" href="http://wiki.ubuntu-id.org/SourcesListLokal" target="_blank">miror repositori di Indonesia</a>. Ada beberapa miror yang bisa dipakai, tapi saya menggunakan miror <a title="KAMBING.ui.ac.id - mirror aja koq repot? ™" href="http://kambing.ui.ac.id/" target="_blank">kambing UI</a> (sebelumnya saya menggunakan <a title=" Repo UGM  &quot;Pokokè mirror dab&quot;" href="http://repo.ugm.ac.id/" target="_blank">miror UGM</a> dan <a title="FOSS-ID" href="http://www.foss-id.web.id/" target="_blank">FOSS-ID Telkom</a> tapi ternyata di tengah jalan, mirornya macet, ndak tau kenapa).</p>
<p>Dengan kecepatan rata-rata 100 kBps, waktu mengunduh paket-paket ini sekitar 2-3 jam. Kampretnya, ketika hampir selesai, koneksi saya kecepatannya drop menjelang tengah malam. Dugaan saya, kemungkinan server kambing juga sedang digunakan orang untuk melakukan proses upgrading. Saya juga melihat ada beberapa <a title="KAMBING.ui.ac.id Mirror Status" href="http://kambing.ui.ac.id/status/" target="_blank">proses sinkronisasi</a> yang tengah berlangsung di server tersebut.</p>
<p>Untuk langkah-langkahnya, <a title="How To Upgrade Ubuntu 9.04 (Jaunty Jackalope) To 9.10 (Karmic Koala) (Desktop &amp; Server)" href="http://www.howtoforge.com/how-to-upgrade-ubuntu9.04-jaunty-jackalope-to-9.10-karmic-koala-desktop-and-server" target="_blank">silakan baca di blog ini</a>.</p>
<p><strong>Fitur-Fitur Baru</strong></p>
<p>Seperti <a title="Ubuntu 9.10 Features" href="http://www.ubuntu.com/products/whatisubuntu/910features" target="_blank">janjinya</a>, fitur-fitur baru saya temukan. Tapi secara keseluruhan, saya kok belum merasakan bedanya, terutama di faktor kecepatan, walau stabilitas dan performa lainnya sudah banyak meningkat. Mungkin karena beberapa sudah saya update secara berkala semenjak menggunakan Jaunty, memang tidak saya pakai, atau saya bingung fungsinya untuk apa.</p>
<p>Beberapa fitur yang saya rasa tidak banyak berubah antara lain Firefox 3.5 (di Ubuntu dikenal dengan nama Shiretoko) dan OpenOffice versi 3 (yang udah bisa buka file docx).</p>
<p>Beberapa fitur tidak saya pakai adalah Evolution (karena saya pake Thunderbird sebagai email <em>client</em>), sinkronisasi multimedia, dan fitur akesisibilitas (<a title="Orca" href="http://live.gnome.org/Orca" target="_blank">Orca</a> dan sebagainya).</p>
<p>Lainnya, saya belum tau apa fungsinya karena belum mencoba, antara lain fitur <a title="Ubuntu One" href="https://one.ubuntu.com/" target="_blank">Ubuntu One</a> di mana kita punya jatah 2 GB gratis di server Ubuntu untuk menyimpan dan berbagi file apa saja.</p>
<p>Satu-satunya yang saya rasakan adalah fitur Software Center-nya yang makin ciamik. Dengan aplikasi ini, saya ndak perlu repot-repot kalo mencari aplikasi asyik yang saya butuhkan. Kategorisasi aplikasinya juga makin jelas, mana aplikasi multimedia, mana untuk development, untuk grafis, bahkan game.</p>
<p>Untuk proses booting, kata orang lebih cepat. Tapi kok menurut saya malah lebih lambat, ya? Mungkin karena <em>Grub2</em> yang belum terinstall, sehingga saya masih menggunakan <em>Grub</em> bawaan Jaunty?</p>
<p><em>Grub2</em> memang akan diinstal ketika kita melakukan instalasi bersih dari awal. Menurut informasi yang saya peroleh, jika kita melakukan upgrade dari Jaunty, <em>Grub2</em> ini memang tidak otomatis terinstall. Kita harus mengupgrade-nya sendiri,yang tentu sedikit beresiko (backup-backup-backup!).</p>
<p><a title="Howto Upgrade to Grub2 On Ubuntu Jaunty and Karmic Koala" href="http://www.ubuntu-inside.me/2009/06/howto-upgrade-to-grub2-on-ubuntu-jaunty.html" target="_blank">Cara melakukan upgrade Grub2 ada di sini</a>. Saya belum berencana melakukan upgrade ini, karena laptop masih saya gunakan untuk &#8220;berburu dan meramu&#8221;. Mungkin di kala senggang, saya akan melakukan proses ini.</p>
<p>Hal yang saya kira cukup tidak nyaman adalah aplikasi <a title="Empathy" href="http://live.gnome.org/Empathy" target="_blank">Empathy</a> sebagai pengganti <a title="Pidgin" href="http://www.pidgin.im/" target="_blank">Pidgin</a> yang biasa saya gunakan untuk ber-<em>instant messaging</em>. Entah kenapa saya masih lebih suka menggunakan Pidgin daripada Empathy. Mungkin karena faktor kebiasaan. Empathy sendiri menjadi aplikasi IM standar yang terpaket ke dalam Karmic.</p>
<p>Selain beberapa hal di atas, masih ada beberapa problem yang saya temukan. Kebanyakan sih mungkin karena faktor konfigurasi lama yang kurang cocok ke lingkungan baru. Seperti misalnya tampilan login screen yang tidak bisa dikonfigurasi sama sekali, karena penggunaan sistem GDM (Gnome Desktop Manager) baru.</p>
<p>Walau begitu beberapa peningkatan performa saya rasakan di sisi kestabilan. Salah satu contohnya adalah Network Manager yang menangani koneksi kabel, koneksi <em>wireless</em>, hingga koneksi <em>broadband</em>, yang cenderung lebih stabil dan cepat tersambungnya.</p>
<p>Masalah <em>suspend</em> dan <em>hibernasi</em> kini berjalan dengan lancar di Karmic. Sebelumnya, <em>hibernasi</em> dan <em>suspend</em> di Jaunty tidak berjalan dengan lancar. Ini pasti karena faktor <a title="Upstart" href="http://upstart.ubuntu.com/" target="_blank">Upstart</a> yang mampu menangani proses <em>booting</em> dan <em>shutdown</em> yang lebih sempurna.</p>
<p>Untuk detil perubahan apa yang terjadi di Karmic, silakan baca <a title="9.10 Technical Overview" href="http://www.ubuntu.com/testing/karmic/beta" target="_blank">ringkasan teknisnya</a>.</p>
<p><strong>Upgrade atau Instalasi Baru?</strong></p>
<p>Ubuntu, setiap 6 bulan sekali selalu mengeluarkan rilis versi terbaru. Ini sering menjadi pertanyaan, enaknya melakukan upgrade atau instalasi baru? Keduanya mempunyai pertimbangan yang berbeda-beda. Berikut ini beberapa pertimbangan yang bisa digunakan untuk memutuskan apakah akan melakukan upgrade atau melakukan instalasi baru.</p>
<ul>
<li>Instalasi Baru
<ol>
<li>Menggunakan <em>file system</em> baru. Karmic Koala menggunakan <em>file system</em> <a title="fourth extended filesystem" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ext4" target="_blank">ext4</a>. <em>File system</em> ext4 memang memiliki beberapa keunggulan dari <em>file system</em> <a title="third extended filesystem" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ext3" target="_blank">ext3</a> yang digunakan Jaunty. Saya sih pake <a title="ReiserFS" href="http://en.wikipedia.org/wiki/ReiserFS" target="_blank">ReiserFS</a>.</li>
<li>Mendapatkan <em>Grub2</em>. Seperti saya bilang sebelumnya, <em>Grub2</em> menjanjikan proses booting yang lebih cepat dan lebih cantik.</li>
<li>Jika versi Ubuntu yang digunakan lebih tua dari Jaunty atau Hardy, maka disarankan untuk melakukan instalasi baru. Jika <em>keukeuh</em> pengen upgrade, harus dilakukan sesuai urutan, misalnya dari Hardy ke Jaunty, baru kemudian ke Karmic.</li>
<li>Jika setelah upgrade ternyata masih banyak masalah yang tidak terselesaikan, instalasi baru adalah jawaban yang tepat.</li>
</ol>
</li>
<li>Upgrade
<ol>
<li>Jika banyak data (misal database yang sangat besar) yang sangat penting tapi tidak memungkinkan untuk mem-backup seluruhnya.</li>
<li>Jika banyak file konfigurasi yang berjalan dengan baik dan Anda tidak ingin melakukan konfigurasi ulang.</li>
</ol>
</li>
</ul>
<p>Semoga mencerahkan!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/review-ubuntu-9-10-karmic-koala.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Solusi Problem mod_rewrite CodeIgniter</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/solusi-problem-mod_rewrite-codeigniter.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=solusi-problem-mod_rewrite-codeigniter</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/solusi-problem-mod_rewrite-codeigniter.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 08:48:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[CodeIgniter]]></category>
		<category><![CDATA[htaccess]]></category>
		<category><![CDATA[mod_rewrite]]></category>
		<category><![CDATA[permalink]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa aplikasi yang saya bikin mengunakan framework CodeIgniter rupanya sedikit bermasalah ketika saya mengimplementasikan mod_rewrite untuk mempercantik permalink. Problem ini rupanya disebabkan oleh faktor hosting yang entah kenapa konfigurasinya agak nyleneh ketika menggunakan CI (padahal kalo tidak pake CI, mod_rewrite tidak bermasalah).
Selidik pupnya selidik rupanya masalah ini terjadi di beberapa hosting. Untuk mengatasinya rupanya ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa aplikasi yang saya bikin mengunakan framework <a title="CodeIgniter" href="http://codeigniter.com/" target="_blank">CodeIgniter</a> rupanya sedikit bermasalah ketika saya mengimplementasikan <em>mod_rewrite</em> untuk mempercantik permalink. Problem ini rupanya disebabkan oleh faktor hosting yang entah kenapa konfigurasinya agak <em>nyleneh</em> ketika menggunakan CI (padahal kalo tidak pake CI, <em>mod_rewrite</em> tidak bermasalah).</p>
<p>Selidik pupnya selidik rupanya masalah ini terjadi di beberapa hosting. Untuk mengatasinya rupanya ada hal yang perlu dioprek, baik dari <em>.htaccess</em> (saya menggunakan <em>shared hosting</em>, sehingga pengaturan dilakukan melalui <em>.htaccess</em>) dan file config.php di CI-nya.</p>
<p><span id="more-138"></span>Sebelumnya, untuk membuat permalink yang cantik di CI, silakan baca <a title="CodeIgniter URLs" href="http://codeigniter.com/user_guide/general/urls.html" target="_blank">tutorialnya</a> dulu. Jika ternyata cara ini gagal, marilah kita oprek.</p>
<p>Pastikan isi file <em>.htaccess</em> seperti berikut:</p>
<pre>RewriteEngine on
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d
RewriteRule ^(.*)$ /index.php/$1 [L]</pre>
<p>Isi file <em>.htaccess</em> ini agak berbeda dari manual, karena saya memilih mengabaikan kondisi <em>rewrite</em> bila alamat yang diminta adalah file (perintah <code>RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f</code> dan direktori (melalui perintah <code>RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d</code>).</p>
<p>Sunting file <em>config.php</em> yang ada di folder <em>application/config</em>, kemudian ubah pada bagian ini:</p>
<pre>/*
|--------------------------------------------------------------------------
| Index File
|--------------------------------------------------------------------------
|
| Typically this will be your index.php file, unless you've renamed it to
| something else. If you are using mod_rewrite to remove the page set this
| variable so that it is blank.
|
*/
$config['index_page'] = "index.php";

/*
|--------------------------------------------------------------------------
| URI PROTOCOL
|--------------------------------------------------------------------------
|
| This item determines which server global should be used to retrieve the
| URI string.  The default setting of "AUTO" works for most servers.
| If your links do not seem to work, try one of the other delicious flavors:
|
| 'AUTO'		Default - auto detects
| 'PATH_INFO'		Uses the PATH_INFO
| 'QUERY_STRING'	Uses the QUERY_STRING
| 'REQUEST_URI'		Uses the REQUEST_URI
| 'ORIG_PATH_INFO'	Uses the ORIG_PATH_INFO
|
*/
$config['uri_protocol']	= "AUTO";</pre>
<p>Menjadi:</p>
<pre>/*
|--------------------------------------------------------------------------
| Index File
|--------------------------------------------------------------------------
|
| Typically this will be your index.php file, unless you've renamed it to
| something else. If you are using mod_rewrite to remove the page set this
| variable so that it is blank.
|
*/
<strong>$config['index_page'] = "";</strong>

/*
|--------------------------------------------------------------------------
| URI PROTOCOL
|--------------------------------------------------------------------------
|
| This item determines which server global should be used to retrieve the
| URI string.  The default setting of "AUTO" works for most servers.
| If your links do not seem to work, try one of the other delicious flavors:
|
| 'AUTO'		Default - auto detects
| 'PATH_INFO'		Uses the PATH_INFO
| 'QUERY_STRING'	Uses the QUERY_STRING
| 'REQUEST_URI'		Uses the REQUEST_URI
| 'ORIG_PATH_INFO'	Uses the ORIG_PATH_INFO
|
*/
<strong>$config['uri_protocol']	= "REQUEST_URI";</strong></pre>
<p>Selesai! Kini seharusnya permalink sudah cantik dengan tanpa menampilkan <em>index.php</em> di URL. <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/banana_cool.gif' alt='(banana_cool)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/solusi-problem-mod_rewrite-codeigniter.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengubah Permalink Menggunakan mod_rewrite</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/mengubah-permalink-menggunakan-mod_rewrite.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=mengubah-permalink-menggunakan-mod_rewrite</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/mengubah-permalink-menggunakan-mod_rewrite.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 08:34:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[htaccess]]></category>
		<category><![CDATA[mod_rewrite]]></category>
		<category><![CDATA[permalink]]></category>
		<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[URL]]></category>
		<category><![CDATA[WordPress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[WordPress memang menyediakan opsi untuk mengatur permalink sehingga URL artikel blog kita jadi &#8220;cantik&#8221; dan mudah dibaca. Akan merepotkan jika blog kita udah lama terindeks oleh Google kemudian kita ubah bentuk permalink kita, bisa-bisa link dari Google yang mengarah ke artikel blog kita bisa ilang!
Dengan alasan SEO, maka sebuah permalink URL yang baik diperlukan. Alamat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>WordPress memang menyediakan opsi untuk mengatur permalink sehingga URL artikel blog kita jadi &#8220;cantik&#8221; dan mudah dibaca. Akan merepotkan jika blog kita udah lama terindeks oleh Google kemudian kita ubah bentuk permalink kita, bisa-bisa link dari Google yang mengarah ke artikel blog kita bisa ilang!</p>
<p>Dengan alasan SEO, maka sebuah permalink URL yang baik diperlukan. <a title="11 Best Practices for URLs" href="http://www.seomoz.org/blog/11-best-practices-for-urls" target="_blank">Alamat URL yang baik</a> adalah alamat yang cantik, singkat, mudah dibaca (oleh kita dan Google), serta mencerminkan apa isi dari halaman tersebut.</p>
<p><span id="more-100"></span>Dulu banget, blog <a title="jengjeng matriphe!" href="http://jengjeng.matriphe.com/" target="_blank">jengjeng matriphe!</a> itu permalink URL-nya kurang bagus. Alamat URL artikelnya terlalu panjang, seperti ini nih: <em>http://jengjeng.matriphe.com/index.php/tahun/bulan/tanggal/judul-postingan.html</em></p>
<p>Atribut <em>index.php</em> ada di URL karena hostingan saya yang dulu ndak punya <em>mod_rewrite</em>, jadi harus &#8220;dipaksa&#8221; dengan menyisipkan <em>index.php</em>. Pas pindah hosting, <em>mod_rewrite</em> sudah tersedia di hosting baru, namun saat itu karena pertimbangan &#8220;blog ini URL-nya sudah terindeks oleh Google&#8221;, membuat saya enggan mengubah format permalink.</p>
<p>Kini permalink di blog <a title="jengjeng matriphe!" href="http://jengjeng.matriphe.com/" target="_blank">jengjeng matriphe!</a> sudah saya ubah menjadi lebih singkat, yaitu: <em>http://jengjeng.matriphe.com/judul-postingan.html</em></p>
<p>Saya mempertahankan &#8220;embel-embel&#8221; <em>.html</em> karena <a title="SEO Superstitions: Dynamic Php Pages with imitation static html URLs help positioning" href="http://seo.yu-hu.com/Php_imitate_html_SEO.html" target="_blank">konon mesin pencari lebih menyukai hal-hal yang statis</a>. Nah, ekstensi <em>.html</em> atau <em>.htm</em> itu kan dianggap halaman statis, maka harapannya mesin pencari menyukai alamat URL ini.</p>
<p>Lalu, bagaimana dengan alamat URL yang sudah terindeks oleh Google? Tenang, masih bisa diakali. Kita bisa me-<em>redirect</em> alamat URL yang lama ke alamat URL yang baru dengan mengoprek file <em>.htaccess</em> dengan menambahkan perintah <em>mod_rewrite</em>.</p>
<p>Secara default, WordPress akan membuat file .htaccess yang berisi seperti berikut:</p>
<pre># BEGIN WordPress
&lt;IfModule mod_rewrite.c&gt;
RewriteEngine On
RewriteBase /
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d
RewriteRule . /index.php [L]
&lt;/IfModule&gt;
# END WordPress</pre>
<p>Yang kita lakukan adalah dengan menambahkan baris untuk memerintahkan server bila menemukan alamat artikel dengan format URL lama maka diubah ke alamat URL baru. Perintah yang dimasukkan adalah:</p>
<p><code>RewriteRule ^index.php/(.+)/(.+)/(.+)/(.+)$ http://jengjeng.matriphe.com/$4 [R=301,L]</code></p>
<p>Perintah ini akan me-redirect alamat URL lama ke alamat URL baru <a title="RFC 2616 -  Status Code Definitions Sec 10.3.2" href="http://www.w3.org/Protocols/rfc2616/rfc2616-sec10.html#sec10.3.2" target="_blank">secara permanen (R=301)</a>.</p>
<p>Sehingga hasilnya menjadi:</p>
<pre># BEGIN WordPress
&lt;IfModule mod_rewrite.c&gt;
RewriteEngine On
<strong>RewriteRule ^index.php/(.+)/(.+)/(.+)/(.+)$ http://jengjeng.matriphe.com/$4 [R=301,L]</strong>
RewriteBase /
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d
RewriteRule . /index.php [L]
&lt;/IfModule&gt;
# END WordPress</pre>
<p>Selesai! Kini semua alamat URL lama yang diberikan Google akan langsung dipindah ke alamat URL yang baru! <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/banana_cool.gif' alt='(banana_cool)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/mengubah-permalink-menggunakan-mod_rewrite.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Get GMT/UTC Date From RSS Using SimplePie</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/get-gmt-utc-date-from-rss-using-simplepie.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=get-gmt-utc-date-from-rss-using-simplepie</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/get-gmt-utc-date-from-rss-using-simplepie.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 19:48:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[date]]></category>
		<category><![CDATA[GMT]]></category>
		<category><![CDATA[php]]></category>
		<category><![CDATA[SimplePie]]></category>
		<category><![CDATA[timezone]]></category>
		<category><![CDATA[UTC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[I&#8217;m developing a RSS fetcher that grab my blogs and my friend&#8217;s blogs using SimplePie. Apparently I&#8217;m having problem with the RSS dates, the dates are less accurate because of time zone difference.
When it tested at the localhost, the date of the RSS articles appeared no trouble, but when I run the application on the [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I&#8217;m developing <a title="Zamroni Blog Network" href="http://zamroni.net/" target="_blank">a RSS fetcher</a> that grab my blogs and my friend&#8217;s blogs using <a title="SimplePie" href="http://simplepie.org/" target="_blank">SimplePie</a>. Apparently I&#8217;m having problem with the RSS dates, the dates are less accurate because of time zone difference.</p>
<p>When it tested at the localhost, the date of the RSS articles appeared no trouble, but when I run the application on the live server, the date adjusted to the local on the server. I live in Indonesia that use UTC+7 time zone whereas my live server located in U.S. that differ -13 hours from Indonesia.</p>
<p><span id="more-81"></span>Initially I set the server time zone to Indonesia time zone in RSS fetcher code segment using <a title="date_default_timezone_set" href="http://php.net/manual/en/function.date-default-timezone-set.php" target="_blank"><em>date_default_timezone_set(&#8216;Asia/Jakarta&#8217;);</em></a> and it works! The RSS date were adjusted into Indonesia time zone.</p>
<p>This thing works fine, because I read Indonesian blogs or blog written by Indonesian people who live in Indonesia, even their blogs were hosted outside Indonesia. The blog settings usually has been set into local time (Indonesia time zone), so time zone difference is not a big deal anymore.</p>
<p>But lately, I realize that this step applies only temporary and locally. What if the RSS blog is located on a server with a different time zone setting (to my local and my live server)? It would be easier to make adjustment when the date is in GMT/UTC time zone.</p>
<p><a title="get_date() in SimplePie" href="http://simplepie.org/wiki/reference/simplepie_item/get_date" target="_blank">SimplePie&#8217;s <em>get_date()</em> function</a> fetches RSS pub date using local time zone setting. It&#8217;s similar to native <a title="date() in PHP" href="http://id.php.net/manual/en/function.date.php" target="_blank">PHP <em>date()</em> function</a>.</p>
<p>So, how do I get the GMT/UTC date since SimplePie doesn&#8217;t provide function like native <a title="gmdate() in PHP" href="http://id.php.net/manual/en/function.gmdate.php" target="_blank">PHP <em>gmdate()</em> function</a>?</p>
<p>You can do this on your code:<br />
<code>$gmtdate = gmdate('j M Y H:i \G\M\T', $item-&gt;get_date('U'))</code></p>
<p>That will result something like this:<br />
<code>9 Sep 2009 02:46 GMT</code></p>
<p>The &#8220;U&#8221; parameter in <em>get_date()</em> function told SimplePie to return seconds in Unix Epoch format. In other word, it means we get a GMT/UTC date.</p>
<p>Because of RSS pub date are in <a title="RFC2822 - Internet Message Format" href="http://www.faqs.org/rfcs/rfc2822" target="_blank">RFC 2822</a> format, we can easily get the GMT/UTC date format without worry pub date are using GMT or GMT+timezone. This date format will be transformed into same Unix Epoch timestamp.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/get-gmt-utc-date-from-rss-using-simplepie.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Plurk Smilies WordPress Plugin</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/plurk-smilies-wordpress-plugin.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=plurk-smilies-wordpress-plugin</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/plurk-smilies-wordpress-plugin.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 09:16:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[WP Plugins]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[emoticons]]></category>
		<category><![CDATA[plurk]]></category>
		<category><![CDATA[smilies]]></category>
		<category><![CDATA[WordPress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Plurk is my favourite microblogging application. Its emoticons are very funny  and I love it!   
After googling, I found great Plurk Smiley plugin to be used in WordPress. The emoticons images are compiled by Cak Dadan after he discussed with eFahmi. I just recompiled this plugin and add some emoticons that not included [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Plurk" href="http://plurk.com/" target="_blank">Plurk</a> is my favourite microblogging application. Its emoticons are very funny  and I love it!  <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/girl_kiss.gif' alt='(girlkiss)' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_23" class="wp-caption alignnone" style="width: 300px"><img class="size-full wp-image-23" title="Plurk Smilies" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/08/plurk_smilies.png" alt="Plurk Smilies" width="290" height="304" /><p class="wp-caption-text">Plurk Smilies</p></div>
<p>After googling, I found great Plurk Smiley plugin to be used in WordPress. The emoticons images are compiled by <a title="Plurk Smileys Untuk Wordpress" href="http://blog.cakdadan.com/2009/01/26/plurk-smileys-untuk-wordpress.html" target="_blank">Cak Dadan</a> after he discussed with <a title="eFahmi" href="http://blog.efahmi.info/" target="_blank">eFahmi</a>. I just recompiled this plugin and add some emoticons that not included in Cak Dadan&#8217;s smilies, and of course all credits go to both of them! <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/worship.gif' alt='(worship)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-22"></span><strong>Installing Plugin</strong></p>
<ol>
<li>Grab <a title="Smilies Themer" href="http://rick.jinlabs.com/code/smilies-themer/" target="_blank">Smilies Themer</a> plugin by <a title="Ricardo González" href="http://rick.jinlabs.com/" target="_blank">Ricardo González</a> and <a title="Smilies Themer Toolbar" href="http://polpoinodroidi.com/wordpress-plugins/smilies-themer-toolbar/" target="_blank">Smilies Themer Toolbar</a> plugin for extra by <a title="Frasten" href="http://polpoinodroidi.com/" target="_blank">Frasten</a> and extract in your <span class="dir">wp-content/plugins/</span> directory.</li>
<li>Download <a class="downloadlink" href="http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=2" title="Version1.0 downloaded 277 times" >Plurk Smilies (277)</a>.</li>
<li>Extract the Plurk Smilies and place <em>plurk</em> directory into <span class="dir">wp-content/plugins/smilies-theme/</span> so it will be looked like <span class="dir">wp-content/plugins/smilies-theme/<strong>plurk</strong>/</span>.</li>
<li>Activate the plugin.</li>
<li>On <span class="breadcrumb">Settings » Smilies Themer</span>, choose <em>Plurk Smiles</em>.</li>
<li>That&#8217;s it. You&#8217;re done! Enjoy! <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/headspin.gif' alt='(headspin)' class='wp-smiley' /> </li>
</ol>
<p>If you found any smilies that not included in the package, just let me know.  <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/scenic.gif' alt='(scenic)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/plurk-smilies-wordpress-plugin.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WordPress for BlackBerry Application</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/wordpress-for-blackberry-application.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=wordpress-for-blackberry-application</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/wordpress-for-blackberry-application.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 19:15:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Testing]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[BlackBerry]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[WordPress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/wordpress-for-blackberry-application.html</guid>
		<description><![CDATA[WordPress mengeluarkan aplikasi untuk BlackBerry, di mana pengguna BlackBerry bisa langsung mengakses blognya yang menggunakan WordPress langsung dari handsetnya.
Pertama-tama, unduh aplikasi tersebut di sini dengan menggunakan browser di BlackBerry. Kemudian setup aplikasi tersebut.

Awalnya saya tidak dapat konek ke blog saya. Pesan galatnya adalah no route to host. Setelah saya cek, rupanya setting koneksinya yang salah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="WordPress for BlackBerry" href="http://blackberry.wordpress.org/" target="_blank">WordPress mengeluarkan aplikasi untuk BlackBerry</a>, di mana pengguna BlackBerry bisa langsung mengakses blognya yang menggunakan WordPress langsung dari handsetnya.</p>
<p>Pertama-tama, unduh aplikasi tersebut di <a title="download WordPress for BlackBerry" href="http://blackberry.wordpress.org/install" target="_blank">sini</a> dengan menggunakan browser di BlackBerry. Kemudian setup aplikasi tersebut.</p>
<p><a href="http://muhammad.zamroni.net/wp-content/uploads/2009/08/Capture0_51_5.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-364" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/08/Capture0_51_5.jpg" alt="screenshot" width="320" height="240" /></a></p>
<p>Awalnya saya tidak dapat konek ke blog saya. Pesan galatnya adalah <em>no route to host</em>. Setelah saya cek, rupanya setting koneksinya yang salah (masih kosong). Saya kemudian menyettingnya secara manual.</p>
<p><span id="more-20"></span><strong>Cara Setting</strong></p>
<p>Setelah membuka aplikasi, klik tombol menu, kemudian pilih <span class="button">Setup</span>. Centang pilihan <em>Enable Personal Setting</em>, isi dengan informasi berikut:</p>
<ul>
<li>APN: www.xlgprs.net</li>
<li>Username: xlgprs</li>
<li>Password: proxl</li>
</ul>
<p>Informasi lain selain 3 itu dibiarkan saja (gateway, port, dan source). Jika perlu, opsi <em>is WAP connection</em> juga dicentang.</p>
<p>Konsekuensi menggunakan APN xlgprs.net adalah kita akan dikenakan biaya pemakaian GPRS. Saya pengennya sih menggunakan APN blackberry.net supaya tidak terkena biaya lagi, namun karena tidak mengetahui informasi username dan password untuk operator XL, saya mencoba menggunakan APN xlgprs.net.</p>
<p><strong>Update:</strong> Di versi terbaru, kita tidak perlu lagi mengisi APN dan secara otomatis menggunakan APN BlackBerry, sehingga tidak ada biaya GPRS lagi.</p>
<p><span style="text-decoration: line-through;">Tolong beritahu saya setting APN, username, dan password jika menggunakan APN blackberry.net serta setting untuk operator lain semacam Telkomsel, Indosat, dan Axis, jika ada yang tahu.</span> :)</p>
<p>Kemudian setelah setting tersebut dismpan, tekan tombol menu, pilih opsi <span class="button">Add Blog</span>. Kemudian masukkan informasi alamat URL blog, username, dan password. Sebelumnya, pastikan opsi XMLRPC di blog sudah diaktifkan melalui <span class="breadcrumb">Dashboard » Settings » Writing</span>. Setelah itu klik Save.</p>
<p>Tunggu beberapa saat, karena aplikasi akan membaca informasi blog. Jika sudah berhasil, maka menu-menu seperti menulis blog, melihat postingan, dan menyunting tulisan, membaca dan mengelola komentar, akan muncul. Pokoke fitur dasar blog ada semua.</p>
<p>Saya menulis postingan ini melalui aplikasi ini. Dengan menggunakan mode HTML, kita harus mengetikkan tag-tag pendukung utk memberikan efek tebal atau memberikan tautan. Cukup capek dan membuat tangan kriting. Hehehe..</p>
<p>Untuk menunggah foto caranya juga mudah, hanya dengan mengakses menu, kita tinggal klik-klik saja. Sayangnya saya tidak mempunyai aplikasi penangkap tampilan layar BlackBerry sehingga saya ndak bisa menampilkan gambar tangkapan layar.</p>
<p>Aplikasi ini bisa dipakai di blog manapun selama menggunakan WordPress. Baik itu blog yang numpang di <a title="WordPress.com" href="http://wordpress.com" target="_blank">WordPress.com</a>, <a title="dagdigdug.com" href="http://dagdigdug.com" target="_blank">dagdigdug.com</a>, atau hosting sendiri.</p>
<p>Aplikasi ini bisa menghandel beberapa blog. Tinggal klik menu <span class="button">Add Blog</span> lalu masukkan informasi URL, username, dan password.</p>
<p>Sistem kerjanya mirip dengan aplikasi <em>desktop blogging client</em> lainnya, di mana informasi dari blog ditarik ke BlackBerry dan disimpan dalam <em>cache</em>. Aplikasi akan memperbarui datanya ketika kita melakukan <em>refresh</em> atau sedang melakukan aktivitas pengiriman dan permintaan data ke blog kita. <em>Draft</em> postingan disimpan sementara di lokal (BlackBerry).</p>
<p>Berikut ini demonstrasinya.</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="400" height="224" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="src" value="http://v.wordpress.com/GY1xBMjP" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="400" height="224" src="http://v.wordpress.com/GY1xBMjP" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Tertarik mencoba?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/wordpress-for-blackberry-application.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
