<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>muhammad zamroni &#187; Technology</title>
	<atom:link href="http://muhammad.zamroni.net/category/technology/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muhammad.zamroni.net</link>
	<description>personal playground. tempat bermain dan belajar.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Jul 2010 14:01:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='muhammad.zamroni.net' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
		<item>
		<title>Barcode Google</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/barcode-google.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=barcode-google</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/barcode-google.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 07:12:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Do You Know?]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[barcode]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[logo]]></category>
		<category><![CDATA[ZXing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[
Jika membuka halaman Google hari ini (7 Oktober), logo Google berubah menjadi barcode. Seperti biasa, Google merayakan suatu even tertentu dengan mengganti-ganti logonya dengan tema yang sesuai hari tersebut (Google Doodle).
Kali ini Google merayakan ulang tahun ke-57 pematenan barcode pada tanggal 7 Oktober 1952. Barcode ditemukan oleh Norman Woodland dan Bernard Silver pada Oktober 1949.
Logo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-149" title="Google barcode" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/10/google_barcode.gif" alt="Google barcode" width="387" height="204" /></p>
<p>Jika membuka halaman <a title="Google" href="http://google.com/" target="_blank">Google</a> hari ini (7 Oktober), logo Google berubah menjadi <em>barcode</em>. Seperti biasa, Google merayakan suatu even tertentu dengan mengganti-ganti logonya dengan tema yang sesuai hari tersebut (Google Doodle).</p>
<p>Kali ini Google merayakan ulang tahun ke-57 pematenan <em>barcode</em> pada tanggal 7 Oktober 1952. <em>Barcode</em> ditemukan oleh Norman Woodland dan Bernard Silver pada Oktober 1949.</p>
<p>Logo barcode Google ini bila dibaca berbunyi &#8220;Google&#8221; yang dikodekan dengan menggunakan sistem enkoding <a title="Code 128 Barcode" href="http://www.makebarcode.com/specs/code_128.html" target="_blank">Code 128</a>, sebuah protokol standar untuk mengubah karakter ASCII menjadi <em>barcode</em>.</p>
<p>Selain itu, Google juga mempunyai proyek <em>open-source</em> pemrosesan <em>barcode</em> yang bernama <a title="ZXing" href="http://code.google.com/p/zxing/" target="_blank">ZXing (&#8220;Zebra Crossing&#8221;)</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/barcode-google.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Option GT Max Express 7.2 Data Card Modem</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/option-gt-max-express-7-2-data-card-modem.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=option-gt-max-express-7-2-data-card-modem</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/option-gt-max-express-7-2-data-card-modem.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 09:21:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[3.5G]]></category>
		<category><![CDATA[3G]]></category>
		<category><![CDATA[data card]]></category>
		<category><![CDATA[EDGE]]></category>
		<category><![CDATA[Express Card]]></category>
		<category><![CDATA[Globe Trotter]]></category>
		<category><![CDATA[GPRS]]></category>
		<category><![CDATA[HSDPA]]></category>
		<category><![CDATA[modem]]></category>
		<category><![CDATA[Option]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[UMTS]]></category>
		<category><![CDATA[Zero-CD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini saya akan berbagi pengalaman menggunakan modem Option GT Max Express (model GEO202) dengan wujud express card. Modem ini cukup langka karena selain sudah tidak diproduksi lagi, interface express card yg digunakan membuatnya kurang dicari orang (orang lebih suka mencari yang USB karena lebih fleksibel).
Modem ini mempunyai fitur Zero-CD® yang membuat modem ini tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kali ini saya akan berbagi pengalaman menggunakan modem Option GT Max Express (model <a title="Option GEO202 Specification" href="http://bc.whirlpool.net.au/bc/hardware/?action=h_view&amp;model_id=865" target="_blank">GEO202</a>) dengan wujud <em>express card</em>. Modem ini cukup langka karena selain sudah tidak diproduksi lagi, <em>interface express card</em> yg digunakan membuatnya kurang dicari orang (orang lebih suka mencari yang USB karena lebih fleksibel).</p>
<p>Modem ini mempunyai fitur Zero-CD® yang membuat modem ini tidak membutuhkan CD <em>installer</em> (untuk Windows dan Mac). Ketika dicolok di Windows/Mac, modem ini secara otomatis akan menginstall <em>driver</em> dan menjalankan aplikasi <em>installer</em> <a title="GlobeTrotter® Software" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outbound/article/http://www.option.com/en/support/software-download/wireless-data-cards/');" href="http://www.option.com/en/support/software-download/wireless-data-cards/" target="_blank">GlobeTrotter®</a> untuk membantu menjelajah Internet.</p>
<div id="attachment_96" class="wp-caption alignnone" style="width: 370px"><img class="size-full wp-image-96 " title="Option GT Max Express 7.2" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/09/option-gt-max-geo202.jpg" alt="Option GT Max Express 7.2" width="360" height="180" /><p class="wp-caption-text">Option GT Max Express 7.2</p></div>
<p><span id="more-95"></span>Di Ubuntu, aplikasi GlobeTrotter® tidak lagi diperlukan. Setelah dicolok, <em>network manager</em> di slot <em>express card</em> di laptop, Ubuntu akan langsung mengenali dan meminta pengisian konfigurasi operator. Setelah terdeteksi, saya cuma mengisi setting konfigurasi dengan <a title="XL Nyambungterus" href="http://www.nyambungterus.com/" target="_blank">operator XL</a>. Jika seting <em>username</em>, <em>password</em>, dan APN sudah benar, maka dengan sekali klik, kita sudah terhubung dengan Internet.</p>
<p>Bentuknya cukup panjang, yaitu berukuran 4.8 x 1.3 x 0.5 inchi dengan berat sekitar 65 gram. Jaringan yang didukung adalah jaringan HSDPA (3.5G) yang secara teoritis mampu mencapai kecepatan download 7.2 Mbps (921.6 KBps), UMTS (3G), dan EDGE/GPRS.</p>
<p>Modem ini cukup responsif, artinya waktu pencarian sinyal cukup singkat dan melakukan hubungan ke jaringan dengan cepat (dengan catatan jaringan operator tersedia). Namun sayang ketika dipakai cukup lama, koneksi bisa tiba-tiba terputus karena mungkin modemnya kepanasan.</p>
<p>Mungkin karena berada di dala slot express card sehingga sirkulasi udara kurang baik, sehingga ketika panasnya berlebih, koneksi akan terputus. Supaya bisa tersambung lagi, saya mencabut modem ini, kemudian didinginkan sebentar (pada bagian lempeng logam yang berada di dalam slot sangat panas). Jika sudah cukup dingin, modem ditancapkan dan bisa digunakan kembali.</p>
<p>Namun tragedi putusnya koneksi karena panas, terjadinya kadang-kadang. Saya curiga hal ini juga dipengaruhi oleh operator yang dipakai. <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/thinking.gif' alt='(thinking)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Secara kinerja, Option GT Max Express terasa lebih cepat bila dibandingkan dengan modem <a title="Option Icon 225 HSDPA USB Modem" href="http://muhammad.zamroni.net/option-icon-225-hsdpa-usb-modem.html">Option Icon 225</a>. Ini karena <em>express card</em> yang langsung mengakses ke bus sistem melalui PCI Express x1 dan USB 2.0, sehingga mampu memberikan kecepatan maksimum 2.5 Gbit/s melalui PCI Express dan 480 Mbit/s melalui USB 2.0. Sedangkan Option Icon 225 yang hanya menggunakan USB 1.1 hanya memiliki kecepatan transfer maksimum 12 Mbit/s.</p>
<p>Saya tidak tau harganya sekarang berapa, karena ini modem punya kantor. Namun jika di-googling, harganya sekitar $ 400. Apalagi modem ini <em>made in Ireland</em>, jadi kualitasnya boleh dibilang sangat baik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/option-gt-max-express-7-2-data-card-modem.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Proprietary VS Open Source</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/proprietary-vs-open-source.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=proprietary-vs-open-source</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/proprietary-vs-open-source.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 23:11:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[docx]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[MS Word]]></category>
		<category><![CDATA[odt]]></category>
		<category><![CDATA[open source]]></category>
		<category><![CDATA[OpenOffice]]></category>
		<category><![CDATA[proprietary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Kalo Raffaell marah-marah karena beberapa piranti menggunakan konektor proprietary, saya sering sebel juga dengan sistem operasi dan aplikasi yang punya format dokumen sendiri-sendiri. Kenapa sih aplikasi itu tidak menggunakan format dokumen yang seragam untuk fungsinya?
Contohnya nih, Microsoft Word 2007 mulai menggunakan format dokumen .docx yang merepotkan pengguna aplikasi pengolah teks semacam OpenOffice.Org atau Microsoft Word [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo <a title="Proprietary VS Standard" href="http://www.myraffaell.com/blog/proprietary-vs-standard/" target="_blank">Raffaell marah-marah karena beberapa piranti menggunakan konektor <em>proprietary</em></a>, saya sering sebel juga dengan sistem operasi dan aplikasi yang punya format dokumen sendiri-sendiri. Kenapa sih aplikasi itu tidak menggunakan format dokumen yang seragam untuk fungsinya?</p>
<p>Contohnya nih, <a title="MS Word 2007" href="http://office.microsoft.com/en-us/word/FX100649251033.aspx" target="_blank">Microsoft Word 2007</a> mulai menggunakan format dokumen <a title="File Extension .DOCX Details" href="http://filext.com/file-extension/DOCX" target="_blank">.docx</a> yang merepotkan pengguna aplikasi pengolah teks semacam <a title="OpenOffice.Org" href="http://openoffice.org/" target="_blank">OpenOffice.Org</a> atau Microsoft Word yang lebih rendah versinya. Mau tak mau, kita harus menggunakan aplikasi MS Word 2007 tersebut dan harus <a title="Buy Microsoft Office 2007" href="http://office.microsoft.com/en-us/products/FX101211561033.aspx" target="_blank">membeli seharga sekitar US $ 150 (harga pelajar)</a>! Itu pun kita harus membeli seluruh paket Office, ndak bisa cuma beli MS Word-nya saja.  <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/idiot.gif' alt='(idiot)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Memang sih, kita bisa pakai <a title="Search Google: docx converter free" href="http://www.google.com/search?q=docx+converter+free" target="_blank">aplikasi converter</a>, namun kok rasanya ndak efektif. Harus melalui dua kali proses yang merepotkan.</p>
<p><span id="more-93"></span>Alasannya, karena format .docx ini mendukung standar XML dan kompresi demi kemudahan berbagi dokumen. Padahal format <a title="File Extension .ODT Details" href="http://filext.com/file-extension/ODT" target="_blank">.odt (open document text)</a> sudah mendukung XML dan kompresi. Kenapa Microsoft malah bikin format dokumen sendiri?</p>
<p>Coba bayangkan, kalo misalnya Microsoft bangkrut, kemudian proyek Office Suite mereka berhenti dan celakanya format dokumen mereka tidak dibuka kepada khalayak, mau tak mau kita akan terus bergantung pada Microsoft. Tergantung pada orang lain itu sangat tidak mengenakkan, bukan?</p>
<p>Nah, dengan format OpenDocument, semua orang bisa melihat dan bisa membuat aplikasi untuk membaca format tersebut, tentu akan muncul banyak pilihan aplikasi untuk membaca format dokumen tersebut, bukan? Inilah keuntungan <em>open source</em>.</p>
<p>Kalo menengok ke belakang, sejarah panjang Internet tak lepas dari peran <em>open source</em>. Misalkan pihak militer Amerika denga ARPANET-nya saat itu tidak membuka informasi tentang sistem komunikasi mereka, tentu Internet tidak akan berkembang semacam ini.</p>
<p>Contoh lain adalah <a title="Linux" href="http://www.linux.org/" target="_blank">Linux</a>. Andai <a title="Linus Torvalds" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Linus_Torvalds" target="_blank">Linus Torvalds</a> tidak membuka <em>source-code kernel</em>-nya ke publik, tentu Linux tidak akan sebesar dan sedahsyat ini. Linux merupakan salah satu bukti kekuatan <em>open source</em>.</p>
<p>Dengan <em>open source</em>, pengembangan aplikasi menjadi lebih mudah dan cepat karena setiap orang bisa berkontribusi ke dalam proyek tersebut (serta memakainya) sehingga bisa menghemat waktu dan biaya pengetesan (dengan adanya publik sebagai <em>beta tester</em>).</p>
<p>Selain itu, banyak aplikasi akan menggunakan format data yang sama, sehingga ketika ada aplikasi baru, tidak perlu membuat format data baru. Pun demikian dengan data, jika banyak aplikasi yang bisa memanfaatkan data tersebut, makin mudah kita menggunakan data tersebut.</p>
<p>Jadi, kesimpulannya, jika  bisa open source, kenapa harus <em>proprietary</em>?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/proprietary-vs-open-source.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Option Icon 225 HSDPA USB Modem</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/option-icon-225-hsdpa-usb-modem.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=option-icon-225-hsdpa-usb-modem</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/option-icon-225-hsdpa-usb-modem.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 20:22:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[3.5G]]></category>
		<category><![CDATA[3G]]></category>
		<category><![CDATA[EDGE]]></category>
		<category><![CDATA[Globe Trotter]]></category>
		<category><![CDATA[GPRS]]></category>
		<category><![CDATA[HSDPA]]></category>
		<category><![CDATA[Huawei]]></category>
		<category><![CDATA[modem]]></category>
		<category><![CDATA[Option]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[UMTS]]></category>
		<category><![CDATA[USB]]></category>
		<category><![CDATA[Zero-CD]]></category>
		<category><![CDATA[ZTE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu, saya beli modem HSDPA Option Icon 225 (model GIO225) di Ratu Plaza seharaga 575 ribu (itu sudah tawar menawar). Kali ini saya mencoba memberikan pendapat tentang modem mungil ini.
Sebenernya ada banyak pilihan modem, namun kebanyakan yang dijual di Ratu Plaza merk-nya Huawei dan ZTE. Jika dibandingkan dengan kedua merk itu, saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu yang lalu, saya beli modem HSDPA <a title="Option Icon 225 Product Information" href="http://www.option.com/en/products/products/usb-modems/icon225/" target="_blank">Option Icon 225</a> (model GIO225) di Ratu Plaza seharaga 575 ribu (itu sudah tawar menawar). Kali ini saya mencoba memberikan pendapat tentang modem mungil ini.</p>
<div id="attachment_91" class="wp-caption alignnone" style="width: 372px"><img class="size-full wp-image-91 " title="Option Icon 25" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/09/icon225.jpg" alt="Option Icon 25" width="362" height="180" /><p class="wp-caption-text">Option Icon 25</p></div>
<p>Sebenernya ada banyak pilihan modem, namun kebanyakan yang dijual di Ratu Plaza merk-nya Huawei dan ZTE. Jika dibandingkan dengan kedua merk itu, saya lebih memilih modem Option karena saya tidak pernah bermasalah dengan modem ini serta dapat dikenali dengan baik oleh Ubuntu saya.</p>
<p><span id="more-90"></span>Kebetulan modem sebelumnya yang saya pakai juga Option, yaitu <a title="Option GT Max Express 7.2 Data Card Modem" href="http://muhammad.zamroni.net/option-gt-max-express-7-2-data-card-modem.html">Option GT Max Express 7.2</a> dengan <em>interface express card</em>.</p>
<p>Kembali ke Modem Option Icon 225. Yang saya suka dari modem keluaran Option adalah sistem Zero-CD® yang membuat modem ini tidak membutuhkan CD <em>installer</em> (untuk Windows dan Mac). Ketika dicolok di Windows/Mac, modem ini secara otomatis akan menginstall <em>driver</em> dan menjalankan aplikasi <em>installer</em> <a title="GlobeTrotter® Software" href="http://www.option.com/en/support/software-download/wireless-data-cards/" target="_blank">GlobeTrotter®</a> untuk membantu menjelajah Internet.</p>
<p>Namun di Ubuntu, aplikasi GlobeTrotter® ini tidak lagi diperlukan. Setelah dicolok, <em>network manager</em> di Ubuntu akan langsung mengenali dan meminta pengisian konfigurasi operator. Karena sebelumnya saya menggunakan modem Option GT Max Express, saya cuma menambahkan konfigurasi lagi karena saya menggunakan operator yang berbeda (menggunakan <a title="Indosat M2" href="http://indosatm2.com/" target="_blank">Indosat M2</a>).</p>
<p>Setelah melakukan penyetingan (mengubah <em>username</em>, <em>password</em>, dan APN) maka dengan sekali klik, kita sudah terhubung dengan Internet.</p>
<p>Bentuknya yang mungil, yaitu berukuran 63 x 26 x 13 mm, membuat modem ini ringan (seberat 27 gram) dan mudah dibawa ke mana-mana. Jaringan yang didukung adalah jaringan HSDPA (3.5G) yang secara teoritis mampu mencapai kecepatan download 7.2Mbps (921.6 KBps), UMTS (3G), dan EDGE/GPRS.</p>
<p>Ketika dicoba, modem ini cukup responsif, dengan waktu pencarian sinyal dan melakukan hubungan ke jaringan dengan cepat (dengan catatan jaringan operator tersedia). Setelah digunakan pada waktu yang lama pun, koneksinya cenderung stabil. Panas yang dihasilkan pun boleh dibilang masih wajar dan tidak mengganggu kinerja modem  (tidak memutus koneksi akibat kepanasan).</p>
<p>Saya pernah menggunakan modem <a title="Huawei E220 Product Information" href="http://www.huawei.com/mobileweb/en/products/view.do?id=282" target="_blank">Huawei E220</a>, dan ketika modem ini mencapai panas tertentu, koneksi tiba-tiba terputus. Solusinya, modem tersebut harus dicabut dan didinginkan dulu supaya bisa dipakai lagi.</p>
<p>Dan satu lagi, semua modem Option yang saya pakai ini <em>made in Ireland</em>, loh. Jadi kalo dibandingkan dengan modem <em>made in China</em>, ya boleh lah diadu. <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/evil_grin.gif' alt='(evil_grin)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Namun sayangnya, koneksi yang digunakan modem Option Icon 225 ini masih USB 1.1 <em>full speed</em>. Artinya, kecepatan data dari modem ke komputer maksimum hanya mencapai 12 Mbit/s. Namun dalam penggunaan sehari-hari, kecepatan ini tidak begitu berpengaruh.</p>
<p>Untuk perbandingan harga, modem Huawei (masih 3.6 Mbps) di pasaran harganya sekitar 500-600 ribuan, Huawei yang mendukung 7.2 Mbps sekitar 900 ribuan dan ZTE masih mahal, sekitar 900 ribu &#8211; 1 jutaan (itu pun <em>bundled</em> dengan Operator).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/option-icon-225-hsdpa-usb-modem.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saran Google Tentang Google</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/saran-google-tentang-google.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=saran-google-tentang-google</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/saran-google-tentang-google.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 05:20:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Do You Know?]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[iseng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Fasilitas suggestions di Google yang muncul ketika kita memasukkan kata sangat membantu kita. Fitur ini juga memudahkan kita menemukan kata yang kita cari tanpa perlu menuliskannya dengan lengkap. Fitur ini juga membantu kita terhindar dari salah ketik.
Nah, saya menemukan hal yang lucu ketika mencoba memasukkan kata kunci &#8220;google is&#8221; di kolom pencarian Google pada perambah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Features: Query suggestions" href="http://www.google.com/support/websearch/bin/answer.py?hl=en&amp;answer=106230" target="_blank">Fasilitas <em>suggestions</em> di Google</a> yang muncul ketika kita memasukkan kata sangat membantu kita. Fitur ini juga memudahkan kita menemukan kata yang kita cari tanpa perlu menuliskannya dengan lengkap. Fitur ini juga membantu kita terhindar dari salah ketik.</p>
<p>Nah, saya menemukan hal yang lucu ketika mencoba memasukkan kata kunci &#8220;<em>google is</em>&#8221; di kolom pencarian Google pada perambah Firefox. Hasilnya?</p>
<div id="attachment_64" class="wp-caption alignnone" style="width: 275px"><img class="size-full wp-image-64" title="Fasilitas Suggestions Google di toolbar Firefox" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/09/google-thinks.png" alt="Fasilitas Suggestions Google di toolbar Firefox" width="265" height="225" /><p class="wp-caption-text">Fasilitas Suggestions Google di toolbar Firefox</p></div>
<p>Anda juga bisa mencobanya di <a title="Google" href="http://www.google.co.id/" target="_blank">web Google</a>, lalu bandingkan hasilnya. <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/smile.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/saran-google-tentang-google.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aplikasi Framework Web Open Source Favorit</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/aplikasi-framework-web-open-source-favorit.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=aplikasi-framework-web-open-source-favorit</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/aplikasi-framework-web-open-source-favorit.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 09:20:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[960gs]]></category>
		<category><![CDATA[application]]></category>
		<category><![CDATA[CodeIgniter]]></category>
		<category><![CDATA[css]]></category>
		<category><![CDATA[framework]]></category>
		<category><![CDATA[open source]]></category>
		<category><![CDATA[php]]></category>
		<category><![CDATA[rss]]></category>
		<category><![CDATA[SimplePie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Membuat sebuah website atau aplikasi web, akan lebih mudah dan cepat jika menggunakan aplikasi framework. Banyak ragam aplikasi framework yang beredar, namun saya memilih yang gratis dan open source.
Aplikasi framework memudahkan kita membangun aplikasi tanpa memulai dari nol. Ibaratnya, kita hendak membuat sepeda motor, kita tidak perlu membuat ban, stang, jok, lampu, mesin, dan sebagainya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Membuat sebuah website atau aplikasi web, akan lebih mudah dan cepat jika menggunakan aplikasi <em>framework</em>. Banyak ragam aplikasi framework yang beredar, namun saya memilih yang gratis dan <em>open source</em>.</p>
<p>Aplikasi <em>framework</em> memudahkan kita membangun aplikasi tanpa memulai dari nol. Ibaratnya, kita hendak membuat sepeda motor, kita tidak perlu membuat ban, stang, jok, lampu, mesin, dan sebagainya, satu persatu. Dengan framework, semua materi ini sudah tersedia dan kita tinggal memakai. Jadi kita tinggal mengambil ban, stang, jok, lampu, mesin, kemudian memasangnya menjadi sepeda motor sesuai keinginan kita.</p>
<p>Kenuntungan menggunakan aplikasi <em>framework open source</em>, selain gratis, <em>framework</em> ini juga bisa kita modifikasi sesuai dengan kebutuhan kita. Bahkan kita juga bisa memberikan kontribusi dengan ikut mengembangkan aplikasi <em>framework</em> ini.</p>
<p>Aplikasi-aplikasi pendukung yang biasanya berupa <em>plugins</em> juga dapat dengan mudah ditemukan. Kita pun juga bisa membuat <em>plugin</em> sendiri (karena mengetahui sistem kerja framework tersebut) dan kemudian membaginya kepada orang lain.</p>
<p>Dalam pekerjaan, saya dituntut untuk membuat sebuah aplikasi web dengan cepat dan berfungsi dengan baik. Untungnya framework-framework yang saya pakai ini (semuanya gratis dan open source) sangat membantu saya.</p>
<p><span id="more-52"></span>Nah, berikut ini beberapa aplikasi framework favorit yang sering saya pakai.</p>
<h3>CodeIgniter</h3>
<p style="padding-left: 30px;"><a title="CodeIgniter" href="http://codeigniter.com/" target="_blank">CodeIgniter</a> adalah sebuah framework aplikasi untuk membuat halaman atau aplikasi web berbasis PHP. Dengan menggunakan framework ini, kita tidak perlu repot-repot mengetik ratusan baris kode untuk membangun sebuah aplikasi.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Selain mudah digunakan, framework ini juga sangat <a title="PHP framework comparison benchmarks" href="http://avnetlabs.com/php/php-framework-comparison-benchmarks" target="_blank">cepat dan ringan</a>. <a title="CodeIgniter User Guide" href="http://codeigniter.com/user_guide/" target="_blank">Dokumentasinya yang lengkap</a> membuat framework ini mudah untuk dipelajari oleh pemula. <a title="CodeIgniter Forums" href="http://codeigniter.com/forums/" target="_blank">Dukungan dari komunitas melalui forum diskusi</a> juga memudahkan saya ketika mengalami kesulitan dan membantu orang lain yang sedang mengalami kesulitan.</p>
<h3>SimplePie</h3>
<p style="padding-left: 30px;">Jika ada kerjaan membuat aplikasi mengambil RSS, saya mengandalkan <a title="SimplePie" href="http://simplepie.org/" target="_blank">SimplePie</a>. Selain eksekusinya cepat dan fiturnya lengkap, SimplePie juga memiliki <a title="SimplePie Documentation" href="http://simplepie.org/wiki/" target="_blank">dokumentasi</a> yang sangat memudahkan dan terstruktur.</p>
<h3>960 Grid System</h3>
<p style="padding-left: 30px;">Ketika membuat desain halaman web, saya sangat terbantu dengan framework 960 Grid System dalam membentuk layout. Seperti namanya, framework ini akan membentuk halaman web dengan lebar 960 pixel. Dari 960 pixel ini kita bisa membagi lebar 960 pixel ini menjadi 12 atau 16 bagian yang disebut dengan <em>grid</em>.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Penggunaannya cukup mudah dengan hanya memanggil file css yang tersedia dan memanggil kelas-kelas yang ditentukan. Bagi designer juga disediakan template dalam berbagai macam format (Fireworks, InDesign, Inkscape, Illustrator, OmniGraffle, Photoshop, Visio, dan Expression Design).</p>
<p style="padding-left: 30px;">Sudah banyak situs-situs keren yang menggunakan framework ini seperti yang tertampil pada situsnya.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Jika ingin mengubah ukuran bagian, tersedia juga <a title="Custom CS Generator" href="http://www.spry-soft.com/grids/" target="_blank">Custom CSS Generator</a> di mana kita bisa menentukan sendiri ukuran <em>grid</em>-nya. Tersedia juga <a title="Grid Overlay Bookmark" href="http://gridder.andreehansson.se/" target="_blank">alat bantu</a> untuk melihat desain halaman web kita udah rapi atau belum.</p>
<p>Meski aplikasi <em>framework</em> banyak memberikan keuntungan, ada hal-hal yang harus dipertimbangkan sebelum menggunakan suatu aplikasi <em>framework</em>, antara lain:</p>
<ol>
<li>Kebutuhan. Jika aplikasi yang dibuat sederhana, menggunakan framework saya kira kurang tepat. <em>Framework</em> akan sangat membantu ketika kita membangun aplikasi yang besar dan membutuhkan pengembangan berkelanjutan.</li>
<li>Waktu eksekusi. Biasanya waktu eksekusi suatu <em>framework</em> relatif lebih lambat karena dia harus melalui suatu proses sebelum memberikan tampilan ke layar.</li>
<li>Ukuran aplikasi biasanya akan membengkak.</li>
</ol>
<p>Nah, jika Anda punya aplikasi <em>framework</em> favorit, boleh juga diceritakan di sini. :)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/aplikasi-framework-web-open-source-favorit.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>USB Flashdisk Card</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/usb-flashdisk-card.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=usb-flashdisk-card</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/usb-flashdisk-card.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2009 08:02:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[flashdisk]]></category>
		<category><![CDATA[USB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Kalo Paman Tyo nunjukkin flashdisk yang dikemas di dalam bambu, saya nemu flashdisk yang bentuknya kartu. Ukurannya ya standar kartu kredit, kartu ATM, atau kartu-kartu yang lain, sehingga bisa masuk dompet. Walau flashdisk ini sedikit lebih tebal dari kartu-kartu biasanya.  
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_37" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-37" title="USB Flashdisk Card" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/08/colokan.jpg" alt="USB Flashdisk Card" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">USB Flashdisk Card</p></div>
<p>Kalo <a title="USB Flash Disk dalam Bambu" href="http://memo.blogombal.org/2009/07/30/usb-flash-disk-dalam-bambu/" target="_blank">Paman Tyo nunjukkin flashdisk yang dikemas di dalam bambu</a>, saya nemu <em>flashdisk</em> yang bentuknya kartu. Ukurannya ya standar kartu kredit, kartu ATM, atau kartu-kartu yang lain, sehingga bisa masuk dompet. Walau <em>flashdisk</em> ini sedikit lebih tebal dari kartu-kartu biasanya. <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/smile.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_38" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-38" title="USB Flashdisk Card menancap di port USB" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/08/nancap.jpg" alt="USB Flashdisk Card menancap di port USB" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">USB Flashdisk Card menancap di port USB</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/usb-flashdisk-card.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WordPress for BlackBerry Application</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/wordpress-for-blackberry-application.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=wordpress-for-blackberry-application</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/wordpress-for-blackberry-application.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 19:15:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Testing]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[BlackBerry]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[WordPress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/wordpress-for-blackberry-application.html</guid>
		<description><![CDATA[WordPress mengeluarkan aplikasi untuk BlackBerry, di mana pengguna BlackBerry bisa langsung mengakses blognya yang menggunakan WordPress langsung dari handsetnya.
Pertama-tama, unduh aplikasi tersebut di sini dengan menggunakan browser di BlackBerry. Kemudian setup aplikasi tersebut.

Awalnya saya tidak dapat konek ke blog saya. Pesan galatnya adalah no route to host. Setelah saya cek, rupanya setting koneksinya yang salah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="WordPress for BlackBerry" href="http://blackberry.wordpress.org/" target="_blank">WordPress mengeluarkan aplikasi untuk BlackBerry</a>, di mana pengguna BlackBerry bisa langsung mengakses blognya yang menggunakan WordPress langsung dari handsetnya.</p>
<p>Pertama-tama, unduh aplikasi tersebut di <a title="download WordPress for BlackBerry" href="http://blackberry.wordpress.org/install" target="_blank">sini</a> dengan menggunakan browser di BlackBerry. Kemudian setup aplikasi tersebut.</p>
<p><a href="http://muhammad.zamroni.net/wp-content/uploads/2009/08/Capture0_51_5.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-364" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/08/Capture0_51_5.jpg" alt="screenshot" width="320" height="240" /></a></p>
<p>Awalnya saya tidak dapat konek ke blog saya. Pesan galatnya adalah <em>no route to host</em>. Setelah saya cek, rupanya setting koneksinya yang salah (masih kosong). Saya kemudian menyettingnya secara manual.</p>
<p><span id="more-20"></span><strong>Cara Setting</strong></p>
<p>Setelah membuka aplikasi, klik tombol menu, kemudian pilih <span class="button">Setup</span>. Centang pilihan <em>Enable Personal Setting</em>, isi dengan informasi berikut:</p>
<ul>
<li>APN: www.xlgprs.net</li>
<li>Username: xlgprs</li>
<li>Password: proxl</li>
</ul>
<p>Informasi lain selain 3 itu dibiarkan saja (gateway, port, dan source). Jika perlu, opsi <em>is WAP connection</em> juga dicentang.</p>
<p>Konsekuensi menggunakan APN xlgprs.net adalah kita akan dikenakan biaya pemakaian GPRS. Saya pengennya sih menggunakan APN blackberry.net supaya tidak terkena biaya lagi, namun karena tidak mengetahui informasi username dan password untuk operator XL, saya mencoba menggunakan APN xlgprs.net.</p>
<p><strong>Update:</strong> Di versi terbaru, kita tidak perlu lagi mengisi APN dan secara otomatis menggunakan APN BlackBerry, sehingga tidak ada biaya GPRS lagi.</p>
<p><span style="text-decoration: line-through;">Tolong beritahu saya setting APN, username, dan password jika menggunakan APN blackberry.net serta setting untuk operator lain semacam Telkomsel, Indosat, dan Axis, jika ada yang tahu.</span> :)</p>
<p>Kemudian setelah setting tersebut dismpan, tekan tombol menu, pilih opsi <span class="button">Add Blog</span>. Kemudian masukkan informasi alamat URL blog, username, dan password. Sebelumnya, pastikan opsi XMLRPC di blog sudah diaktifkan melalui <span class="breadcrumb">Dashboard » Settings » Writing</span>. Setelah itu klik Save.</p>
<p>Tunggu beberapa saat, karena aplikasi akan membaca informasi blog. Jika sudah berhasil, maka menu-menu seperti menulis blog, melihat postingan, dan menyunting tulisan, membaca dan mengelola komentar, akan muncul. Pokoke fitur dasar blog ada semua.</p>
<p>Saya menulis postingan ini melalui aplikasi ini. Dengan menggunakan mode HTML, kita harus mengetikkan tag-tag pendukung utk memberikan efek tebal atau memberikan tautan. Cukup capek dan membuat tangan kriting. Hehehe..</p>
<p>Untuk menunggah foto caranya juga mudah, hanya dengan mengakses menu, kita tinggal klik-klik saja. Sayangnya saya tidak mempunyai aplikasi penangkap tampilan layar BlackBerry sehingga saya ndak bisa menampilkan gambar tangkapan layar.</p>
<p>Aplikasi ini bisa dipakai di blog manapun selama menggunakan WordPress. Baik itu blog yang numpang di <a title="WordPress.com" href="http://wordpress.com" target="_blank">WordPress.com</a>, <a title="dagdigdug.com" href="http://dagdigdug.com" target="_blank">dagdigdug.com</a>, atau hosting sendiri.</p>
<p>Aplikasi ini bisa menghandel beberapa blog. Tinggal klik menu <span class="button">Add Blog</span> lalu masukkan informasi URL, username, dan password.</p>
<p>Sistem kerjanya mirip dengan aplikasi <em>desktop blogging client</em> lainnya, di mana informasi dari blog ditarik ke BlackBerry dan disimpan dalam <em>cache</em>. Aplikasi akan memperbarui datanya ketika kita melakukan <em>refresh</em> atau sedang melakukan aktivitas pengiriman dan permintaan data ke blog kita. <em>Draft</em> postingan disimpan sementara di lokal (BlackBerry).</p>
<p>Berikut ini demonstrasinya.</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="400" height="224" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="src" value="http://v.wordpress.com/GY1xBMjP" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="400" height="224" src="http://v.wordpress.com/GY1xBMjP" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Tertarik mencoba?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/wordpress-for-blackberry-application.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Chromium</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/chromium.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=chromium</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/chromium.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 20:37:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Application]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[browser]]></category>
		<category><![CDATA[Chrome]]></category>
		<category><![CDATA[Chromium]]></category>
		<category><![CDATA[FireFox]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[jaunty]]></category>
		<category><![CDATA[Shiretoko]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Chromium, proyek open-source sampingan dari Google Chrome sepertinya telah lepas dari versi Alpha dan mulai memasuki versi preview release (3.0.198).
Saya menggunakan Ubuntu 9.04 Jaunty, dan menginstalnya dari PPA Launchpad, sehingga dengan mudah saya menggunakan perintah sudo apt-get install chromium-browser dari konsol. Untuk setting repository dan sebagainya, silakan baca panduannya.
Sejauh pengamatan saya, perambah Chromium sangat cepat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_14" class="wp-caption alignleft" style="width: 190px"><img class="size-medium wp-image-14 " title="Chromium_Icon" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/08/Chromium_Icon-300x287.png" alt="Logo Chromium" width="180" height="172" /><p class="wp-caption-text">Logo Chromium</p></div>
<p><a title="Chromium" href="http://www.chromium.org/" target="_blank">Chromium</a>, proyek <em>open-source</em> sampingan dari <a title="Google Chrome" href="http://www.google.com/chrome" target="_blank">Google Chrome</a> sepertinya telah lepas dari versi Alpha dan mulai memasuki versi <em>preview release</em> (3.0.198).</p>
<p>Saya menggunakan Ubuntu 9.04 Jaunty, dan menginstalnya dari <a title="PPA for Ubuntu Chromium Daily Builds" href="https://launchpad.net/~chromium-daily/+archive/ppa" target="_blank">PPA Launchpad</a>, sehingga dengan mudah saya menggunakan perintah <code>sudo apt-get install chromium-browser</code> dari konsol. Untuk setting repository dan sebagainya, silakan baca <a title="Installing software from a PPA" href="https://help.launchpad.net/Packaging/PPA/InstallingSoftware" target="_blank">panduannya</a>.</p>
<p>Sejauh pengamatan saya, perambah Chromium sangat cepat dan ringan. Mulai dari membuka jendela awal hingga menjelajah Internet juga lebih cepat bila dibandingkan dengan browser <a title="Shiretoko" href="http://www.mozilla.org/projects/shiretoko/" target="_blank">Shiretoko (FireFox 3.5)</a> yang biasa saya gunakan.</p>
<p>Soal fitur, karena memang berbasis pada Google Chrome, ya jelas semua fitur dari Google Chrome ada semua, seperti pada keamanan, kecepatan, dan stabilitas, meski belum setangguh Google Chrome yang udah masuk versi stabil.</p>
<p>Akan kah saya akan terus menggunakan perambah ini sebagai perambah utama dan menyingkirkan Shiretoko? Kita lihat saja perkembangannya.. :)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/chromium.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
