<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>muhammad zamroni &#187; Product</title>
	<atom:link href="http://muhammad.zamroni.net/category/review/product/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muhammad.zamroni.net</link>
	<description>personal playground. tempat bermain dan belajar.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Mar 2011 07:36:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
<cloud domain='muhammad.zamroni.net' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
		<item>
		<title>Mencoba Acer Liquid E dengan Android OS v2.1 (Eclair)</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/mencoba-acer-liquid-e-dengan-android-os-v2-1-eclair.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mencoba-acer-liquid-e-dengan-android-os-v2-1-eclair</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/mencoba-acer-liquid-e-dengan-android-os-v2-1-eclair.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 13:58:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Acer]]></category>
		<category><![CDATA[Acer Liquid E]]></category>
		<category><![CDATA[Android]]></category>
		<category><![CDATA[Android Enclair]]></category>
		<category><![CDATA[Enclair]]></category>
		<category><![CDATA[Liquid E]]></category>
		<category><![CDATA[ponsel]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=267</guid>
		<description><![CDATA[Pada Indonesia Cellular Show 2010 di Jakarta Convention Center, saya tertarik dengan booth Acer Liquid E yang menampilkan ponsel Android terbaru keluaran Acer. Saya memang tertarik dengan Android, dan pengen mencoba merasakan menggunakan ponsel pintar yang didukung oleh Google tersebut. Sebelumnya saya memang kurang begitu tertarik dengan ponsel berbasis layar sentuh (touch screen). Saya pun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada <a title="ICS 2010" href="http://www.ics-expo.com/2010/content.php?go=2010" target="_blank">Indonesia Cellular Show 2010</a> di Jakarta Convention Center, saya tertarik dengan booth <a title="Acer Liquid E" href="http://mobile.acer.com/en/phones/liquide/" target="_blank">Acer Liquid E</a> yang menampilkan ponsel Android terbaru keluaran Acer.</p>
<p>Saya memang tertarik dengan Android, dan pengen mencoba merasakan menggunakan ponsel pintar yang didukung oleh Google tersebut. Sebelumnya saya memang kurang begitu tertarik dengan ponsel berbasis layar sentuh (<em>touch screen</em>).</p>
<p><span id="more-267"></span><div id="attachment_270" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/07/tes-acer-liquid-e.jpg" alt="" title="Mencoba Acer Liquid E" width="300" height="225" class="size-full wp-image-270" /><p class="wp-caption-text">Mencoba Acer Liquid E</p></div></p>
<p>Saya pun mencoba Acer Liquid E. Dengan ditemani mbak-mbak SPG yang cantik-cantik itu, saya pun mulai mengeksplorasi ponsel ini.</p>
<p>Sebagai pengguna awam, apalagi yang jarang bersentuhan dengan ponsel <em>touch-screen</em>, saya awalnya sempat agak bingung dengan pengoperasiannya. Namun setelah mencoba-coba dengan menekan layar dan tombol, saya pun mulai bisa menggunakan fungsi-fungsinya.</p>
<p>Layar utama memiliki 5 halaman yang bisa di geser ke kanan dan ke kiri. Layar-layar ini gunanya untuk menampung icon-icon aplikasi yang terpasang.</p>
<p>Di layar utama, terdapat sebuah form input pencarian Google. Ini memberikan akses yang cepat ketika kita hendak bertanya kepada Paman Google.</p>
<p>Saya kemudian mencoba kamera 5 mega pixel tanpa <em>blitz</em> yang tertanam di ponsel ini. Buat saya, kamera ponsel itu penting karena saya suka memotret sekitar dan mengunggahnya ke <a title="matriphe! posterous" href="http://matriphe.posterous.com/" target="_blank">blog</a>.</p>
<p>Pertama agak membingungkan bagaimana cara mengambil gambar, namun akhirnya saya tau bahwa untuk memotret, caranya adalah menekan gambar tombol pada layar untuk mem-fokus kemudian melepas tombol itu untuk mengambil gambar.</p>
<p>Cara ini agak berbeda dengan pengoperasian pada kamera digital pada umumnya, yaitu dengan menahan tombol untuk mem-fokus baru menekan lebih dalam lagi tombol untuk mengambil gambar. Cara lain mengambil gambar pada Acer Liquid E adalah menekan tombol di bagian samping kana atas (kalo mengambil gambar secara landscape), sehingga letaknya mirip tombol <em>shutter</em> pada kamera.</p>
<p>Gambar yang dihasilkan ternyata tajam, walau s<em>hutter-lag-</em>nya lama, sehingga bila memotret obyek yang bergerak, kemungkinan gambar blur sangat besar. Sebenernya bisa diakali dengan menaikkan angka ISO, dengan menekan tombol fungsi pengaturan kamera, namun pada pemakaian normal (yang biasanya diset ke mode auto), rasanya kurang nyaman. Belum lagi cara mengambil gambar yang <em>press and release</em> tersebut.</p>
<p>Menu pengaturan kameranya pun cukup lengkap, ada menu untuk mengatur <em>white balance</em>, ISO, hingga efek warna seperti warna hitam putih, sephia, bahkan <em>negative color</em>.</p>
<p>Warna yang dihasilkan pun cukup terang. Bahkan ketika dibandingkan dengan hasil jepretan Nokia N95, dengan setting kamera yang &#8220;disamakan&#8221; (ISO dan <em>white-balance</em> diset ke auto dan tanpa lampu flash), gambar yang dihasilkan Nokia N95 kalah terang.</p>
<div id="attachment_269" class="wp-caption alignright" style="width: 234px"><img class="size-medium wp-image-269 " title="Acer Liquid E" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/07/acer-liquid-e-new-1-224x300.jpg" alt="" width="224" height="300" /><p class="wp-caption-text">Acer Liquid E - gambar dari gsmarena.com</p></div>
<p>Setelah mengambil gambar, kita bisa dengan mudah membagikannya ke teman-teman dengan cara menekan tombol <em>share</em> kemudian memilih cara penyebarannya: menggunakan <em>bluetooth</em>, via email, via Google Buzz, Facebook, Twitter, dan sebagainya. Saya rasa fitur ini sangat cocok untuk para blogger atau mereka yang suka narsis dan berbagi lewat gambar.</p>
<p>Masih di kamera, ada sebuah icon tombol kecil semacam <em>switch</em> untuk mengubah ke menu video. Namun setelah saya coba menggeser-geser &#8220;tombol&#8221; tersebut, ternyata tidak bisa. Rupanya untuk mengambil video, kita harus kembali ke menu utama dan memilih icon video.</p>
<p>Saya kemudian mencoba mengetik. Di layar, muncul keyboard virtual yang saya rasa tombol-tombolnya terlalu kecil. Saya kesusahan mengetik karena seringkali jari saya mengenai huruf di sebelahnya, sehingga saya harus benar-benar berhati-hati menekan tombol-tombol huruf. Meski saya sudah mencoba mengetik dengan mode <em>landscape</em> (yang ukuran tombolnya lumayan agak besar), saya masih saja sering salah menekan tombol.</p>
<p>Namun setelah cukup lama menekan-nekan tombol hingga &#8220;familiar&#8221; dengan bentuk tombolnya, saya pun menemukan trik agar mengetik menjadi lebih nyaman, yaitu dengan menekan tombol menggunakan bagian tengah jari, bukan dengan ujung jari. Walhasil, saya mulai bisa mengetik dengan cukup cepat.</p>
<p>Sinkronisasi email pun sangat mudah dilakukan. Acer Liquid E mendukung aplikasi <em>web-based</em> email (dengan cara sinkronisasi) dan <em>push-mail</em> (sistem <em>push-mai</em>l-nya berbeda dengan sistem <em>push-mail</em> pada BlackBerry). Aplikasi email yang tersinkronisasi mendukung Gmail, Yahoo, Hotmail, dan <em>web-based</em> email service pada umumnya. Namun untuk &#8220;push mail&#8221;, ditangani oleh RoadSync.</p>
<p>Aplikasi percakapan cepat (Instant Messaging) secara default menggunakan GTalk, perambah halaman web menggunakan Google Chrome yang dimodifikasi (bahkan saya awalnya mengira browser yang digunakan adalah Flock karena icon-nya yang mirip), aplikasi office menggunakan Document ToGo versi gratis yang cuma bisa membaca dokumen.</p>
<p>Bila membutuhkan aplikasi lain, tinggal buka Android Market dan di sana terdapat ribuan aplikasi gratis yang bisa diunduh langsung dari ponsel Android.</p>
<p>Secara umum, meski menggunakan OS Android versi 2.1 (Eclaire), respon ponsel ini sangat cepat. Tentu ini karena dukungan prosesor Qualcomm Snapdragon 8250 768 MHz dan memori 512 MB RAM dan 512 MB ROM, membuat tampilan berbasis Acer UI ini cukup cepat dan responsif.</p>
<p>Tak perlu khawatir ketinggalan info dari milis dan email, mudah memperbarui status Facebook dan Twitter, serta kemudahan fitur berbagi gambar langsung dari hasil kamera membuat ponsel ini cocok untuk para banci social media. Hanya saja yang disayangkan adalah tombol keyboard virtual yang terlalu kecil bagi mereka berjari-jari besar. <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/smile.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dengan harga sekitar 5 juta (pada saat pameran, harga yang ditawarkan adalah 4,5 juta rupiah), ponsel dari Acer ini memang layak dijadikan lirikan dari sekian banyak jajaran ponsel-ponsel berbasis Android lainnya.</p>
<p>Cih! Jadi pengen punya Acer Liquid E!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/mencoba-acer-liquid-e-dengan-android-os-v2-1-eclair.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Huawei E1550 USB Modem</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/huawei-e1550-usb-modem.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=huawei-e1550-usb-modem</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/huawei-e1550-usb-modem.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 11:23:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[3]]></category>
		<category><![CDATA[3.5G]]></category>
		<category><![CDATA[3G]]></category>
		<category><![CDATA[EDGE]]></category>
		<category><![CDATA[GPRS]]></category>
		<category><![CDATA[HSDPA]]></category>
		<category><![CDATA[Huawei]]></category>
		<category><![CDATA[Mobile Partner]]></category>
		<category><![CDATA[modem]]></category>
		<category><![CDATA[Option]]></category>
		<category><![CDATA[Three]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[UMTS]]></category>
		<category><![CDATA[USB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=194</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini saya mencoba modem yang barusan saya beli di Ratu Plaza seharga 500 ribu, yaitu modem Huawei E1550. Berbeda dengan modem Option Icon 225 yang sudah mendukung HSDPA 7.2 Mbps, modem ini hanya mentok di 3.6 Mbps. Ini saya rasa cukup karena operator lokal memang belum ada yang mencapai kecepatan HSDPA 7.2 Mbps. Modem [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kali ini saya mencoba modem yang barusan saya beli di Ratu Plaza seharga 500 ribu, yaitu modem Huawei E1550. Berbeda dengan modem <a title="Option Icon 225 HSDPA USB Modem" href="http://muhammad.zamroni.net/option-icon-225-hsdpa-usb-modem.html">Option Icon 225</a> yang sudah mendukung HSDPA 7.2 Mbps, modem ini hanya mentok di 3.6 Mbps. Ini saya rasa cukup karena operator lokal memang belum ada yang mencapai kecepatan HSDPA 7.2 Mbps.</p>
<div id="attachment_195" class="wp-caption alignnone" style="width: 370px"><img class="size-full wp-image-195 " title="Huawei E1550" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/02/huawei-e1550.jpg" alt="Huawei E1550" width="360" height="241" /><p class="wp-caption-text">Huawei E1550</p></div>
<p>Modem ini merupakan modem pengganti seri E160 dan E156 yang sudah tidak diproduksi lagi. Bentuknya pun sebelas-duabelas dengan seri pendahulunya.</p>
<p><span id="more-194"></span>Seperti biasa, saya menggunakan Ubuntu 9.10 Karmic Koala ketika melakukan tes. Saya menggunakan <a title="Indosat M2 Prime Unlimited" href="http://indosatm2.com/index.php/consumer-solution/internet-services/postpaid/im2-broadband-35g/eco" target="_blank">Indosat M2</a> sebagai layanan Internet saya.</p>
<p>Seperti modem pada keluarga Huawei lainnya, modem ini bisa dikenali dengan baik. Network Manager pun bisa langsung membuka konfigurasi dan melakukan koneksi dengan jaringan.</p>
<p>Namun setelah koneksi berhasil, saya masih belum bisa terhubung ke Internet. Sepertinya masih ada masalah dengan pendeteksian <em>hardware</em>.</p>
<p>Setelah Googling, saya menemukan solusi (yang sebetulnya ditujukan untuk pengguna Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope), yaitu dengan memberikan perintah ini melalui konsol.</p>
<p><code>sudo apt-get install udev-extras</code></p>
<p><em>Udev-extras</em> adalah modul/driver tambahan yang dibutuhkan oleh <em>hardware</em> tertentu. Setelah <em>restart</em> dan mencolokkan kembali, modem bisa berfungsi sempurna.</p>
<p>Indikator warna menandakan jaringan yang sedang dipakai. Bila warna hijau, berarti modem ini menggunakan jaringan GPRS. Bila berwarna biru, berarti modem ini menggunakan jaringan 3G. Bila lampu indikator berwarna cyan, modem ini menggunakan jaringan HSDPA.</p>
<p>Koneksi pun cukup lancar tanpa sering terputus. Panas yang dihasilkan boleh dibilang minimal. Mungkin karena produksi panas yang minim ini, koneksi menjadi lebih stabil.</p>
<p>Selain sebagai modem, Huawei E1550 juga bisa digunakan sebagai <em>flashdisk</em> atau MicroSD reader, dengan memasukkan MicroSD ke dalam slot yang disediakan.</p>
<p>Modem ini diklaim bisa berfungsi pada sistem operasi Windows 2000, XP (SP2), Vista, dan Mac OS X. Bila menggunakan Windows, aplikasi dan <em>driver</em> secara otomatis akan terinstal ketika mencolokkan modem ini untuk pertama kali.</p>
<p>Aplikasi yang digunakan modem ini adalah <a title="Mobile Partner - Huawei" href="http://mobile-partner.software.informer.com/" target="_blank">Mobile Partner</a> bikinan Huawei. Aplikasi ini mendukung pengiriman dan penerimaan SMS, serta menampung data nomor telepon (<em>phonebook</em>). Terdapat juga status koneksi, statistik, dan history dari koneksi yang terjadi. Untuk melakukan pengaturan pada modem seperti menambah APN, <em>username</em>, dan <em>password</em> juga gampang.</p>
<p>Modem ini banyak dijual secara <em>bundled</em> oleh operator, dengan ciri terdapat logo operator di bodi modem. Contohnya yang banyak dijual adalah modem dengan logo 3 (three) berwarna hitam. Padahal setahu saya, layanan 3 Indonesia belum mendukung koneksi HSDPA.</p>
<p>Punya saya ini saja terdapat logo <a title="SUN Cellular Broadband" href="http://www.suncellular.com.ph/" target="_blank">SUN Broadband</a> di bodinya. Meski begitu, Indosat M2 bisa digunakan dengan lancar di modem ini. Mungkin yang dijual di Indonesia adalah edisi <em>unlock</em>.  <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Secara umum, modem ini cukup <em>powerful</em>. Harganya cukup murah bila dibanding dengan modem-modem sejenis (di beberapa situs penjualan, harganya bisa mencapai 400 ribuan).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/huawei-e1550-usb-modem.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KeyBCA vs Token Mandiri</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/keybca-vs-token-mandiri.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=keybca-vs-token-mandiri</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/keybca-vs-token-mandiri.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 15:45:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[BCA]]></category>
		<category><![CDATA[internet banking]]></category>
		<category><![CDATA[KeyBCA]]></category>
		<category><![CDATA[token]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Kalo Paman Tyo &#8220;mengeluh&#8221; soal tudung keypad ATM BCA yang agak merepotkan, saya kok ya kebetulan kurang sreg dengan desain token atawa KeyBCA yang baru. Bila dibandingkan dengan token dari Bank Mandiri yang mungil dan enak digenggam tangan, KeyBCA ini terlalu lebar dan kurang nyaman di genggaman. Tombolnya pun rasanya kurang mantab untuk ditekan. Bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo <a title=" « Older posts Kenangan Masa Kecil October 15, 2009 – 17:49  Transit-ad   ginian udah lama. Apalagi di luar negeri. Tapi setiap kali melihat iklan kopi ABC pada bus AJA ini, saya teringat waktu masih bocah. Membayangkan jadi sopir bus, dan menggambar bus tembus pandang yang penumpangnya tampak dari luar. Anak sekarang mungkin tidak menggambar bus lagi.      * Share/Bookmark  By paman tyo | Posted in Belanja, Desain | Tagged bus aja, bus kota, iklan pada kendaraan, kopi abc, transit ad jakarta | Comments (5) Mau Jual Rumah, Siapa yang Baca October 15, 2009 – 16:50  Menyewa agen properti — bahasa keren untuk “mekelar” — itu bagi sebagian orang dianggap asing dan mahal. Maka beriklan secara langsung, dengan cara dan bahan seadanya pun dianggap efektif. Tapi dengan penempatan di sudut yang tak terlihat konsumen sasaran, tampaknya jadi sulit. Kecuali, ya itu tadi, yang melihat dan langsung memanfaatkan adalah makelar. :D Sebuah cerita dari pertigaan, dekat pelataran Bank Eksekutif, di Mayestik, Jakarta Selatan.      * Share/Bookmark  By paman tyo | Posted in Bisnis, Desain, Perjalanan | Tagged bank eksekutif, iklan jual rumah, mayestik, properti | Comments (3) Tudung untuk Keypad pada ATM BCA" href="http://memo.blogombal.org/2009/10/15/tudung-untuk-keypad-pada-atm-bca/" target="_blank">Paman Tyo &#8220;mengeluh&#8221; soal tudung <em>keypad</em> ATM BCA</a> yang agak merepotkan, saya kok ya kebetulan kurang sreg dengan desain token atawa KeyBCA yang baru. Bila dibandingkan dengan token dari Bank Mandiri yang mungil dan enak digenggam tangan, KeyBCA ini terlalu lebar dan kurang nyaman di genggaman.</p>
<p>Tombolnya pun rasanya kurang mantab untuk ditekan. Bisa jadi terlalu sensitif atau jari saya yang biasa menekan agak kuat, sehingga saya harus beberapa kali mengulang memencet tombolnya untuk memastikan angka yang saya masukkan benar ketika hendak bertransaksi.</p>
<div id="attachment_158" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-158" title="KeyBCA dan Token Mandiri" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/10/key-token.jpg" alt="KeyBCA dan Token Mandiri" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">KeyBCA dan Token Mandiri</p></div>
<p>Namun, tampilan layar dari KeyBCA pun cukup keren, menggunakan <em>dot-matrix</em> LCD sehingga angka-angkanya mudah dibaca, sedangkan Token Mandiri menggunakan layar LCD dengan tampilan <em>seven-segment</em>.</p>
<p>Respon dari KeyBCA lebih cepat daripada Token Mandiri. Jika untuk menampilkan angka PIN acak, Token Mandiri membutuhkan waktu 1-2 detik, maka KeyBCA begitu tombol enter ditekan, angka PIN akan langsung keluar di layar.</p>
<p>Selalu ada keunggulan dan kekurangan dari tiap-tiap produk. Tapi secara pribadi, saya lebih suka Token Mandiri karena bentuknya yang mungil dan tombolnya yang enak dipencet. Mungkin juga karena faktor kebiasaan, karena saya sering bertransaksi menggunakan Internet Banking Mandiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/keybca-vs-token-mandiri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Layanan XL Menurut Saya..</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/layanan-xl-menurut-saya.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=layanan-xl-menurut-saya</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/layanan-xl-menurut-saya.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 09:59:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[CahAndong]]></category>
		<category><![CDATA[GSM]]></category>
		<category><![CDATA[lomba]]></category>
		<category><![CDATA[operator]]></category>
		<category><![CDATA[PB2009]]></category>
		<category><![CDATA[seluler]]></category>
		<category><![CDATA[XL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[Saya pengguna XL sejak jaman dulu. Bahkan sejak mempunyai telepon seluler untuk pertama kali, saya sudah menggunakan XL. Nomor yang saya pakai pun sampai sekarang tidak pernah ganti, apalagi semenjak saya pindah ke layanan paksa-bayar Xplor karena alasan males sering-sering beli pulsa. Selain untuk keperluan komunikasi suara dan pesan singkat, saya menggunakan layanan BlackBerry XL [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pengguna <a title="XL" href="http://www.xl.co.id/" target="_blank">XL</a> sejak jaman dulu. Bahkan sejak mempunyai telepon seluler untuk pertama kali, saya sudah menggunakan XL. Nomor yang saya pakai pun sampai sekarang tidak pernah ganti, apalagi semenjak saya pindah ke layanan <em>paksa-bayar</em> Xplor karena alasan males sering-sering beli pulsa.</p>
<p>Selain untuk keperluan komunikasi suara dan pesan singkat, saya menggunakan layanan BlackBerry XL One yang tarifnya 5.000 rupiah per hari itu. Untuk Internet pun kok ya kebetulan dapat modem dari pabrik dengan operator XL sebagai ISP-nya.</p>
<p>Berikut ini pendapat saya tentang layanan XL.<br />
<span id="more-154"></span></p>
<ol>
<li>Tarif XL masih mahal. Kayaknya iklan-iklan di TV itu kok ndak ngefek ya? Apalagi sebagai pelanggan <em>paksa-bayar</em>, rasanya kok kayak di-anaktiri-kan. Tarifnya saja bahkan lebih mahal daripada yang pra-bayar.</li>
<li>Jangkauan sinyal belum merata. Bila dibandingkan operator lain, jaringan XL sepertinya belum luas. Pengalaman waktu <a title="Jeng-Jeng Pulau Tidung, Kepulauan Seribu" href="http://jengjeng.matriphe.com/jeng-jeng-pulau-tidung-kepulauan-seribu.html">ke Pulau Tidung kemarin</a>, saya tidak dapat sinyal sama sekali padahal operator GSM lainnya lancar-lancar jaya.</li>
<li>Kualitas suaranya bagus. Setidaknya saya jarang mengalami masalah ketika berkomunikasi dengan telepon. Bila suara terputus-putus biasanya terjadi di lawan bicara yang menggunakan operator lain. Bahkan rekan sepabrik yang menggunakan operator lain seringkali harus keluar ruangan ketika menerima telepon.</li>
<li>Layanan BlackBerry-nya cukup baik dan murah. Walau kadang beberapa kali error, tapi kebanyakan error disebabkan oleh jaringan di RIM. Bahkan ketika jaringan BlackBerry XL bermasalah beberapa waktu yang lalu, XL memberikan kompensasi yang lumayan baik.</li>
<li>Customer service melalui nomor 817 jarang sekali saya gunakan karena sering banget sibuk. Tapi jika berjumpa langsung dengan petugas CS yang cantik-cantik di counter-nya, pelayanannya ramah dan cepat. Bahkan saya jarang sekali menggunakan layanan nomor 817 atau mendatangi XL Center untuk mengadukan masalah.</li>
<li>Layanan internetnya masih sangat mahal bila dibandigkan dengan layanan internet serupa dari operator lain.</li>
<li>Kecepatan akses internet HSDPA-nya lumayan stabil dan kencang, walau pada jam-jam sibuk agak lambat. Jika sinyal HSDPA/3G tidak didapat, layanan GPRS-nya juga lumayan oke dan masih bisa dipakai.</li>
</ol>
<p>Ini murni pendapat subyektif saya. Jika Anda pengguna layanan XL, Anda bisa memberikan pendapat Anda di blog Anda dan <a title="Lomba Review Berhadiah Modem" href="http://cahandong.org/2009/10/15/lomba-review-berhadiah-modem.html" target="_blank">berkesempatan meraih hadiah berupa modem ZTE HSDPA 626 dari XL</a>.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Lomba Review Berhadiah Modem" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/10/lomba-review-xl-berhadiah-modem.jpg" alt="Lomba Review Berhadiah Modem" width="300" height="250" /></p>
<p>Caranya mudah saja. Anda cuma diminta menulis review layanan XL di blog Anda. Kira-kira 100 hingga 300 kata, lalu kirim nama, alamat rumah, dan alamat postingan sampean ke email <em>pb09.jogja@gmail.com</em>. Selain itu, Anda juga diwajibkan memberikan link ke alamat URL yang diminta.</p>
<p>Lomba yang dipersembahkan oleh temen-temen <a title="CahAndong" href="http://cahandong.org" target="_blank">CahAndong</a> dalam rangka menyambut <a title="Pesta Blogger" href="http://pestablogger.com" target="_blank">Pesta Blogger 2009</a> ini dibuka mulai hari ini (15 Oktober 2009), dan ditutup tanggal 20 Oktober 2009. Cuma lima hari saja, jadi cepat-cepatlah menulis review yang bagus.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/layanan-xl-menurut-saya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Option GT Max Express 7.2 Data Card Modem</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/option-gt-max-express-7-2-data-card-modem.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=option-gt-max-express-7-2-data-card-modem</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/option-gt-max-express-7-2-data-card-modem.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 09:21:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[3.5G]]></category>
		<category><![CDATA[3G]]></category>
		<category><![CDATA[data card]]></category>
		<category><![CDATA[EDGE]]></category>
		<category><![CDATA[Express Card]]></category>
		<category><![CDATA[Globe Trotter]]></category>
		<category><![CDATA[GPRS]]></category>
		<category><![CDATA[HSDPA]]></category>
		<category><![CDATA[modem]]></category>
		<category><![CDATA[Option]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[UMTS]]></category>
		<category><![CDATA[Zero-CD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini saya akan berbagi pengalaman menggunakan modem Option GT Max Express (model GEO202) dengan wujud express card. Modem ini cukup langka karena selain sudah tidak diproduksi lagi, interface express card yg digunakan membuatnya kurang dicari orang (orang lebih suka mencari yang USB karena lebih fleksibel). Modem ini mempunyai fitur Zero-CD® yang membuat modem ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kali ini saya akan berbagi pengalaman menggunakan modem Option GT Max Express (model <a title="Option GEO202 Specification" href="http://bc.whirlpool.net.au/bc/hardware/?action=h_view&amp;model_id=865" target="_blank">GEO202</a>) dengan wujud <em>express card</em>. Modem ini cukup langka karena selain sudah tidak diproduksi lagi, <em>interface express card</em> yg digunakan membuatnya kurang dicari orang (orang lebih suka mencari yang USB karena lebih fleksibel).</p>
<p>Modem ini mempunyai fitur Zero-CD® yang membuat modem ini tidak membutuhkan CD <em>installer</em> (untuk Windows dan Mac). Ketika dicolok di Windows/Mac, modem ini secara otomatis akan menginstall <em>driver</em> dan menjalankan aplikasi <em>installer</em> <a title="GlobeTrotter® Software" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outbound/article/http://www.option.com/en/support/software-download/wireless-data-cards/');" href="http://www.option.com/en/support/software-download/wireless-data-cards/" target="_blank">GlobeTrotter®</a> untuk membantu menjelajah Internet.</p>
<div id="attachment_96" class="wp-caption alignnone" style="width: 370px"><img class="size-full wp-image-96 " title="Option GT Max Express 7.2" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/09/option-gt-max-geo202.jpg" alt="Option GT Max Express 7.2" width="360" height="180" /><p class="wp-caption-text">Option GT Max Express 7.2</p></div>
<p><span id="more-95"></span>Di Ubuntu, aplikasi GlobeTrotter® tidak lagi diperlukan. Setelah dicolok, <em>network manager</em> di slot <em>express card</em> di laptop, Ubuntu akan langsung mengenali dan meminta pengisian konfigurasi operator. Setelah terdeteksi, saya cuma mengisi setting konfigurasi dengan <a title="XL Nyambungterus" href="http://www.nyambungterus.com/" target="_blank">operator XL</a>. Jika seting <em>username</em>, <em>password</em>, dan APN sudah benar, maka dengan sekali klik, kita sudah terhubung dengan Internet.</p>
<p>Bentuknya cukup panjang, yaitu berukuran 4.8 x 1.3 x 0.5 inchi dengan berat sekitar 65 gram. Jaringan yang didukung adalah jaringan HSDPA (3.5G) yang secara teoritis mampu mencapai kecepatan download 7.2 Mbps (921.6 KBps), UMTS (3G), dan EDGE/GPRS.</p>
<p>Modem ini cukup responsif, artinya waktu pencarian sinyal cukup singkat dan melakukan hubungan ke jaringan dengan cepat (dengan catatan jaringan operator tersedia). Namun sayang ketika dipakai cukup lama, koneksi bisa tiba-tiba terputus karena mungkin modemnya kepanasan.</p>
<p>Mungkin karena berada di dala slot express card sehingga sirkulasi udara kurang baik, sehingga ketika panasnya berlebih, koneksi akan terputus. Supaya bisa tersambung lagi, saya mencabut modem ini, kemudian didinginkan sebentar (pada bagian lempeng logam yang berada di dalam slot sangat panas). Jika sudah cukup dingin, modem ditancapkan dan bisa digunakan kembali.</p>
<p>Namun tragedi putusnya koneksi karena panas, terjadinya kadang-kadang. Saya curiga hal ini juga dipengaruhi oleh operator yang dipakai. <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/thinking.gif' alt='(thinking)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Secara kinerja, Option GT Max Express terasa lebih cepat bila dibandingkan dengan modem <a title="Option Icon 225 HSDPA USB Modem" href="http://muhammad.zamroni.net/option-icon-225-hsdpa-usb-modem.html">Option Icon 225</a>. Ini karena <em>express card</em> yang langsung mengakses ke bus sistem melalui PCI Express x1 dan USB 2.0, sehingga mampu memberikan kecepatan maksimum 2.5 Gbit/s melalui PCI Express dan 480 Mbit/s melalui USB 2.0. Sedangkan Option Icon 225 yang hanya menggunakan USB 1.1 hanya memiliki kecepatan transfer maksimum 12 Mbit/s.</p>
<p>Saya tidak tau harganya sekarang berapa, karena ini modem punya kantor. Namun jika di-googling, harganya sekitar $ 400. Apalagi modem ini <em>made in Ireland</em>, jadi kualitasnya boleh dibilang sangat baik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/option-gt-max-express-7-2-data-card-modem.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Option Icon 225 HSDPA USB Modem</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/option-icon-225-hsdpa-usb-modem.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=option-icon-225-hsdpa-usb-modem</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/option-icon-225-hsdpa-usb-modem.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 20:22:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[3.5G]]></category>
		<category><![CDATA[3G]]></category>
		<category><![CDATA[EDGE]]></category>
		<category><![CDATA[Globe Trotter]]></category>
		<category><![CDATA[GPRS]]></category>
		<category><![CDATA[HSDPA]]></category>
		<category><![CDATA[Huawei]]></category>
		<category><![CDATA[modem]]></category>
		<category><![CDATA[Option]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[UMTS]]></category>
		<category><![CDATA[USB]]></category>
		<category><![CDATA[Zero-CD]]></category>
		<category><![CDATA[ZTE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu, saya beli modem HSDPA Option Icon 225 (model GIO225) di Ratu Plaza seharaga 575 ribu (itu sudah tawar menawar). Kali ini saya mencoba memberikan pendapat tentang modem mungil ini. Sebenernya ada banyak pilihan modem, namun kebanyakan yang dijual di Ratu Plaza merk-nya Huawei dan ZTE. Jika dibandingkan dengan kedua merk itu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu yang lalu, saya beli modem HSDPA <a title="Option Icon 225 Product Information" href="http://www.option.com/en/products/products/usb-modems/icon225/" target="_blank">Option Icon 225</a> (model GIO225) di Ratu Plaza seharaga 575 ribu (itu sudah tawar menawar). Kali ini saya mencoba memberikan pendapat tentang modem mungil ini.</p>
<div id="attachment_91" class="wp-caption alignnone" style="width: 372px"><img class="size-full wp-image-91 " title="Option Icon 25" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/09/icon225.jpg" alt="Option Icon 25" width="362" height="180" /><p class="wp-caption-text">Option Icon 25</p></div>
<p>Sebenernya ada banyak pilihan modem, namun kebanyakan yang dijual di Ratu Plaza merk-nya Huawei dan ZTE. Jika dibandingkan dengan kedua merk itu, saya lebih memilih modem Option karena saya tidak pernah bermasalah dengan modem ini serta dapat dikenali dengan baik oleh Ubuntu saya.</p>
<p><span id="more-90"></span>Kebetulan modem sebelumnya yang saya pakai juga Option, yaitu <a title="Option GT Max Express 7.2 Data Card Modem" href="http://muhammad.zamroni.net/option-gt-max-express-7-2-data-card-modem.html">Option GT Max Express 7.2</a> dengan <em>interface express card</em>.</p>
<p>Kembali ke Modem Option Icon 225. Yang saya suka dari modem keluaran Option adalah sistem Zero-CD® yang membuat modem ini tidak membutuhkan CD <em>installer</em> (untuk Windows dan Mac). Ketika dicolok di Windows/Mac, modem ini secara otomatis akan menginstall <em>driver</em> dan menjalankan aplikasi <em>installer</em> <a title="GlobeTrotter® Software" href="http://www.option.com/en/support/software-download/wireless-data-cards/" target="_blank">GlobeTrotter®</a> untuk membantu menjelajah Internet.</p>
<p>Namun di Ubuntu, aplikasi GlobeTrotter® ini tidak lagi diperlukan. Setelah dicolok, <em>network manager</em> di Ubuntu akan langsung mengenali dan meminta pengisian konfigurasi operator. Karena sebelumnya saya menggunakan modem Option GT Max Express, saya cuma menambahkan konfigurasi lagi karena saya menggunakan operator yang berbeda (menggunakan <a title="Indosat M2" href="http://indosatm2.com/" target="_blank">Indosat M2</a>).</p>
<p>Setelah melakukan penyetingan (mengubah <em>username</em>, <em>password</em>, dan APN) maka dengan sekali klik, kita sudah terhubung dengan Internet.</p>
<p>Bentuknya yang mungil, yaitu berukuran 63 x 26 x 13 mm, membuat modem ini ringan (seberat 27 gram) dan mudah dibawa ke mana-mana. Jaringan yang didukung adalah jaringan HSDPA (3.5G) yang secara teoritis mampu mencapai kecepatan download 7.2Mbps (921.6 KBps), UMTS (3G), dan EDGE/GPRS.</p>
<p>Ketika dicoba, modem ini cukup responsif, dengan waktu pencarian sinyal dan melakukan hubungan ke jaringan dengan cepat (dengan catatan jaringan operator tersedia). Setelah digunakan pada waktu yang lama pun, koneksinya cenderung stabil. Panas yang dihasilkan pun boleh dibilang masih wajar dan tidak mengganggu kinerja modem  (tidak memutus koneksi akibat kepanasan).</p>
<p>Saya pernah menggunakan modem <a title="Huawei E220 Product Information" href="http://www.huawei.com/mobileweb/en/products/view.do?id=282" target="_blank">Huawei E220</a>, dan ketika modem ini mencapai panas tertentu, koneksi tiba-tiba terputus. Solusinya, modem tersebut harus dicabut dan didinginkan dulu supaya bisa dipakai lagi.</p>
<p>Dan satu lagi, semua modem Option yang saya pakai ini <em>made in Ireland</em>, loh. Jadi kalo dibandingkan dengan modem <em>made in China</em>, ya boleh lah diadu. <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/evil_grin.gif' alt='(evil_grin)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Namun sayangnya, koneksi yang digunakan modem Option Icon 225 ini masih USB 1.1 <em>full speed</em>. Artinya, kecepatan data dari modem ke komputer maksimum hanya mencapai 12 Mbit/s. Namun dalam penggunaan sehari-hari, kecepatan ini tidak begitu berpengaruh.</p>
<p>Untuk perbandingan harga, modem Huawei (masih 3.6 Mbps) di pasaran harganya sekitar 500-600 ribuan, Huawei yang mendukung 7.2 Mbps sekitar 900 ribuan dan ZTE masih mahal, sekitar 900 ribu &#8211; 1 jutaan (itu pun <em>bundled</em> dengan Operator).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/option-icon-225-hsdpa-usb-modem.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

