<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>muhammad zamroni &#187; Review</title>
	<atom:link href="http://muhammad.zamroni.net/category/review/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muhammad.zamroni.net</link>
	<description>personal playground. tempat bermain dan belajar.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Jul 2010 14:01:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='muhammad.zamroni.net' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
		<item>
		<title>Mencoba Acer Liquid E dengan Android OS v2.1 (Eclair)</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/mencoba-acer-liquid-e-dengan-android-os-v2-1-eclair.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=mencoba-acer-liquid-e-dengan-android-os-v2-1-eclair</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/mencoba-acer-liquid-e-dengan-android-os-v2-1-eclair.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 13:58:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Acer]]></category>
		<category><![CDATA[Acer Liquid E]]></category>
		<category><![CDATA[Android]]></category>
		<category><![CDATA[Android Enclair]]></category>
		<category><![CDATA[Enclair]]></category>
		<category><![CDATA[Liquid E]]></category>
		<category><![CDATA[ponsel]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=267</guid>
		<description><![CDATA[Pada Indonesia Cellular Show 2010 di Jakarta Convention Center, saya tertarik dengan booth Acer Liquid E yang menampilkan ponsel Android terbaru keluaran Acer.
Saya memang tertarik dengan Android, dan pengen mencoba merasakan menggunakan ponsel pintar yang didukung oleh Google tersebut. Sebelumnya saya memang kurang begitu tertarik dengan ponsel berbasis layar sentuh (touch screen).

Saya pun mencoba Acer [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada <a title="ICS 2010" href="http://www.ics-expo.com/2010/content.php?go=2010" target="_blank">Indonesia Cellular Show 2010</a> di Jakarta Convention Center, saya tertarik dengan booth <a title="Acer Liquid E" href="http://mobile.acer.com/en/phones/liquide/" target="_blank">Acer Liquid E</a> yang menampilkan ponsel Android terbaru keluaran Acer.</p>
<p>Saya memang tertarik dengan Android, dan pengen mencoba merasakan menggunakan ponsel pintar yang didukung oleh Google tersebut. Sebelumnya saya memang kurang begitu tertarik dengan ponsel berbasis layar sentuh (<em>touch screen</em>).</p>
<p><span id="more-267"></span><div id="attachment_270" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/07/tes-acer-liquid-e.jpg" alt="" title="Mencoba Acer Liquid E" width="300" height="225" class="size-full wp-image-270" /><p class="wp-caption-text">Mencoba Acer Liquid E</p></div></p>
<p>Saya pun mencoba Acer Liquid E. Dengan ditemani mbak-mbak SPG yang cantik-cantik itu, saya pun mulai mengeksplorasi ponsel ini.</p>
<p>Sebagai pengguna awam, apalagi yang jarang bersentuhan dengan ponsel <em>touch-screen</em>, saya awalnya sempat agak bingung dengan pengoperasiannya. Namun setelah mencoba-coba dengan menekan layar dan tombol, saya pun mulai bisa menggunakan fungsi-fungsinya.</p>
<p>Layar utama memiliki 5 halaman yang bisa di geser ke kanan dan ke kiri. Layar-layar ini gunanya untuk menampung icon-icon aplikasi yang terpasang.</p>
<p>Di layar utama, terdapat sebuah form input pencarian Google. Ini memberikan akses yang cepat ketika kita hendak bertanya kepada Paman Google.</p>
<p>Saya kemudian mencoba kamera 5 mega pixel tanpa <em>blitz</em> yang tertanam di ponsel ini. Buat saya, kamera ponsel itu penting karena saya suka memotret sekitar dan mengunggahnya ke <a title="matriphe! posterous" href="http://matriphe.posterous.com/" target="_blank">blog</a>.</p>
<p>Pertama agak membingungkan bagaimana cara mengambil gambar, namun akhirnya saya tau bahwa untuk memotret, caranya adalah menekan gambar tombol pada layar untuk mem-fokus kemudian melepas tombol itu untuk mengambil gambar.</p>
<p>Cara ini agak berbeda dengan pengoperasian pada kamera digital pada umumnya, yaitu dengan menahan tombol untuk mem-fokus baru menekan lebih dalam lagi tombol untuk mengambil gambar. Cara lain mengambil gambar pada Acer Liquid E adalah menekan tombol di bagian samping kana atas (kalo mengambil gambar secara landscape), sehingga letaknya mirip tombol <em>shutter</em> pada kamera.</p>
<p>Gambar yang dihasilkan ternyata tajam, walau s<em>hutter-lag-</em>nya lama, sehingga bila memotret obyek yang bergerak, kemungkinan gambar blur sangat besar. Sebenernya bisa diakali dengan menaikkan angka ISO, dengan menekan tombol fungsi pengaturan kamera, namun pada pemakaian normal (yang biasanya diset ke mode auto), rasanya kurang nyaman. Belum lagi cara mengambil gambar yang <em>press and release</em> tersebut.</p>
<p>Menu pengaturan kameranya pun cukup lengkap, ada menu untuk mengatur <em>white balance</em>, ISO, hingga efek warna seperti warna hitam putih, sephia, bahkan <em>negative color</em>.</p>
<p>Warna yang dihasilkan pun cukup terang. Bahkan ketika dibandingkan dengan hasil jepretan Nokia N95, dengan setting kamera yang &#8220;disamakan&#8221; (ISO dan <em>white-balance</em> diset ke auto dan tanpa lampu flash), gambar yang dihasilkan Nokia N95 kalah terang.</p>
<div id="attachment_269" class="wp-caption alignright" style="width: 234px"><img class="size-medium wp-image-269 " title="Acer Liquid E" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/07/acer-liquid-e-new-1-224x300.jpg" alt="" width="224" height="300" /><p class="wp-caption-text">Acer Liquid E - gambar dari gsmarena.com</p></div>
<p>Setelah mengambil gambar, kita bisa dengan mudah membagikannya ke teman-teman dengan cara menekan tombol <em>share</em> kemudian memilih cara penyebarannya: menggunakan <em>bluetooth</em>, via email, via Google Buzz, Facebook, Twitter, dan sebagainya. Saya rasa fitur ini sangat cocok untuk para blogger atau mereka yang suka narsis dan berbagi lewat gambar.</p>
<p>Masih di kamera, ada sebuah icon tombol kecil semacam <em>switch</em> untuk mengubah ke menu video. Namun setelah saya coba menggeser-geser &#8220;tombol&#8221; tersebut, ternyata tidak bisa. Rupanya untuk mengambil video, kita harus kembali ke menu utama dan memilih icon video.</p>
<p>Saya kemudian mencoba mengetik. Di layar, muncul keyboard virtual yang saya rasa tombol-tombolnya terlalu kecil. Saya kesusahan mengetik karena seringkali jari saya mengenai huruf di sebelahnya, sehingga saya harus benar-benar berhati-hati menekan tombol-tombol huruf. Meski saya sudah mencoba mengetik dengan mode <em>landscape</em> (yang ukuran tombolnya lumayan agak besar), saya masih saja sering salah menekan tombol.</p>
<p>Namun setelah cukup lama menekan-nekan tombol hingga &#8220;familiar&#8221; dengan bentuk tombolnya, saya pun menemukan trik agar mengetik menjadi lebih nyaman, yaitu dengan menekan tombol menggunakan bagian tengah jari, bukan dengan ujung jari. Walhasil, saya mulai bisa mengetik dengan cukup cepat.</p>
<p>Sinkronisasi email pun sangat mudah dilakukan. Acer Liquid E mendukung aplikasi <em>web-based</em> email (dengan cara sinkronisasi) dan <em>push-mail</em> (sistem <em>push-mai</em>l-nya berbeda dengan sistem <em>push-mail</em> pada BlackBerry). Aplikasi email yang tersinkronisasi mendukung Gmail, Yahoo, Hotmail, dan <em>web-based</em> email service pada umumnya. Namun untuk &#8220;push mail&#8221;, ditangani oleh RoadSync.</p>
<p>Aplikasi percakapan cepat (Instant Messaging) secara default menggunakan GTalk, perambah halaman web menggunakan Google Chrome yang dimodifikasi (bahkan saya awalnya mengira browser yang digunakan adalah Flock karena icon-nya yang mirip), aplikasi office menggunakan Document ToGo versi gratis yang cuma bisa membaca dokumen.</p>
<p>Bila membutuhkan aplikasi lain, tinggal buka Android Market dan di sana terdapat ribuan aplikasi gratis yang bisa diunduh langsung dari ponsel Android.</p>
<p>Secara umum, meski menggunakan OS Android versi 2.1 (Eclaire), respon ponsel ini sangat cepat. Tentu ini karena dukungan prosesor Qualcomm Snapdragon 8250 768 MHz dan memori 512 MB RAM dan 512 MB ROM, membuat tampilan berbasis Acer UI ini cukup cepat dan responsif.</p>
<p>Tak perlu khawatir ketinggalan info dari milis dan email, mudah memperbarui status Facebook dan Twitter, serta kemudahan fitur berbagi gambar langsung dari hasil kamera membuat ponsel ini cocok untuk para banci social media. Hanya saja yang disayangkan adalah tombol keyboard virtual yang terlalu kecil bagi mereka berjari-jari besar. <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/smile.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dengan harga sekitar 5 juta (pada saat pameran, harga yang ditawarkan adalah 4,5 juta rupiah), ponsel dari Acer ini memang layak dijadikan lirikan dari sekian banyak jajaran ponsel-ponsel berbasis Android lainnya.</p>
<p>Cih! Jadi pengen punya Acer Liquid E!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/mencoba-acer-liquid-e-dengan-android-os-v2-1-eclair.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Huawei E1550 USB Modem</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/huawei-e1550-usb-modem.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=huawei-e1550-usb-modem</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/huawei-e1550-usb-modem.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 11:23:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[3]]></category>
		<category><![CDATA[3.5G]]></category>
		<category><![CDATA[3G]]></category>
		<category><![CDATA[EDGE]]></category>
		<category><![CDATA[GPRS]]></category>
		<category><![CDATA[HSDPA]]></category>
		<category><![CDATA[Huawei]]></category>
		<category><![CDATA[Mobile Partner]]></category>
		<category><![CDATA[modem]]></category>
		<category><![CDATA[Option]]></category>
		<category><![CDATA[Three]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[UMTS]]></category>
		<category><![CDATA[USB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=194</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini saya mencoba modem yang barusan saya beli di Ratu Plaza seharga 500 ribu, yaitu modem Huawei E1550. Berbeda dengan modem Option Icon 225 yang sudah mendukung HSDPA 7.2 Mbps, modem ini hanya mentok di 3.6 Mbps. Ini saya rasa cukup karena operator lokal memang belum ada yang mencapai kecepatan HSDPA 7.2 Mbps.
Modem ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kali ini saya mencoba modem yang barusan saya beli di Ratu Plaza seharga 500 ribu, yaitu modem Huawei E1550. Berbeda dengan modem <a title="Option Icon 225 HSDPA USB Modem" href="http://muhammad.zamroni.net/option-icon-225-hsdpa-usb-modem.html">Option Icon 225</a> yang sudah mendukung HSDPA 7.2 Mbps, modem ini hanya mentok di 3.6 Mbps. Ini saya rasa cukup karena operator lokal memang belum ada yang mencapai kecepatan HSDPA 7.2 Mbps.</p>
<div id="attachment_195" class="wp-caption alignnone" style="width: 370px"><img class="size-full wp-image-195 " title="Huawei E1550" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/02/huawei-e1550.jpg" alt="Huawei E1550" width="360" height="241" /><p class="wp-caption-text">Huawei E1550</p></div>
<p>Modem ini merupakan modem pengganti seri E160 dan E156 yang sudah tidak diproduksi lagi. Bentuknya pun sebelas-duabelas dengan seri pendahulunya.</p>
<p><span id="more-194"></span>Seperti biasa, saya menggunakan Ubuntu 9.10 Karmic Koala ketika melakukan tes. Saya menggunakan <a title="Indosat M2 Prime Unlimited" href="http://indosatm2.com/index.php/consumer-solution/internet-services/postpaid/im2-broadband-35g/eco" target="_blank">Indosat M2</a> sebagai layanan Internet saya.</p>
<p>Seperti modem pada keluarga Huawei lainnya, modem ini bisa dikenali dengan baik. Network Manager pun bisa langsung membuka konfigurasi dan melakukan koneksi dengan jaringan.</p>
<p>Namun setelah koneksi berhasil, saya masih belum bisa terhubung ke Internet. Sepertinya masih ada masalah dengan pendeteksian <em>hardware</em>.</p>
<p>Setelah Googling, saya menemukan solusi (yang sebetulnya ditujukan untuk pengguna Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope), yaitu dengan memberikan perintah ini melalui konsol.</p>
<p><code>sudo apt-get install udev-extras</code></p>
<p><em>Udev-extras</em> adalah modul/driver tambahan yang dibutuhkan oleh <em>hardware</em> tertentu. Setelah <em>restart</em> dan mencolokkan kembali, modem bisa berfungsi sempurna.</p>
<p>Indikator warna menandakan jaringan yang sedang dipakai. Bila warna hijau, berarti modem ini menggunakan jaringan GPRS. Bila berwarna biru, berarti modem ini menggunakan jaringan 3G. Bila lampu indikator berwarna cyan, modem ini menggunakan jaringan HSDPA.</p>
<p>Koneksi pun cukup lancar tanpa sering terputus. Panas yang dihasilkan boleh dibilang minimal. Mungkin karena produksi panas yang minim ini, koneksi menjadi lebih stabil.</p>
<p>Selain sebagai modem, Huawei E1550 juga bisa digunakan sebagai <em>flashdisk</em> atau MicroSD reader, dengan memasukkan MicroSD ke dalam slot yang disediakan.</p>
<p>Modem ini diklaim bisa berfungsi pada sistem operasi Windows 2000, XP (SP2), Vista, dan Mac OS X. Bila menggunakan Windows, aplikasi dan <em>driver</em> secara otomatis akan terinstal ketika mencolokkan modem ini untuk pertama kali.</p>
<p>Aplikasi yang digunakan modem ini adalah <a title="Mobile Partner - Huawei" href="http://mobile-partner.software.informer.com/" target="_blank">Mobile Partner</a> bikinan Huawei. Aplikasi ini mendukung pengiriman dan penerimaan SMS, serta menampung data nomor telepon (<em>phonebook</em>). Terdapat juga status koneksi, statistik, dan history dari koneksi yang terjadi. Untuk melakukan pengaturan pada modem seperti menambah APN, <em>username</em>, dan <em>password</em> juga gampang.</p>
<p>Modem ini banyak dijual secara <em>bundled</em> oleh operator, dengan ciri terdapat logo operator di bodi modem. Contohnya yang banyak dijual adalah modem dengan logo 3 (three) berwarna hitam. Padahal setahu saya, layanan 3 Indonesia belum mendukung koneksi HSDPA.</p>
<p>Punya saya ini saja terdapat logo <a title="SUN Cellular Broadband" href="http://www.suncellular.com.ph/" target="_blank">SUN Broadband</a> di bodinya. Meski begitu, Indosat M2 bisa digunakan dengan lancar di modem ini. Mungkin yang dijual di Indonesia adalah edisi <em>unlock</em>.  <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Secara umum, modem ini cukup <em>powerful</em>. Harganya cukup murah bila dibanding dengan modem-modem sejenis (di beberapa situs penjualan, harganya bisa mencapai 400 ribuan).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/huawei-e1550-usb-modem.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aplikasi Penyunting ID3 Tag MP3 pada Ubuntu</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/aplikasi-penyunting-id3-tag-mp3-pada-ubuntu.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=aplikasi-penyunting-id3-tag-mp3-pada-ubuntu</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/aplikasi-penyunting-id3-tag-mp3-pada-ubuntu.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 17:30:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Application]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[audio]]></category>
		<category><![CDATA[Audio Tag Tool]]></category>
		<category><![CDATA[EasyTag]]></category>
		<category><![CDATA[ID3]]></category>
		<category><![CDATA[mp3]]></category>
		<category><![CDATA[multimedia]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[File multimedia, terutama mp3 merupakan file yang saya kira selalu ada di semua komputer zaman sekarang. Untuk mengelolanya, tentu bukan hal mudah, apalagi ketika kita mempunyai ratusan file mp3 di dalam komputer.
Saya sering menyunting dan melengkapi ID3 tag pada semua file mp3 saya, sehingga saya bisa dengan mudah mencari judul lagu, penyanyi, atau judul album [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>File multimedia, terutama mp3 merupakan file yang saya kira selalu ada di semua komputer zaman sekarang. Untuk mengelolanya, tentu bukan hal mudah, apalagi ketika kita mempunyai ratusan file mp3 di dalam komputer.</p>
<p>Saya sering menyunting dan melengkapi ID3 tag pada semua file mp3 saya, sehingga saya bisa dengan mudah mencari judul lagu, penyanyi, atau judul album dari lagu yang ingin saya dengar melalui piranti atau aplikasi pemutar musik. Pemberian informasi ID3 tag sangat memudahkan saya dalam mengelola puluhan file mp3 dalam laptop saya.</p>
<p>ID3 tag adalah metadata yang dibubuhkan pada file mp3. Data ini memuat berbagai informasi macam judul lagu, nama penyanyi, judul album, tahun rilis, komentar, hingga gambar cover atau <em>art photo</em>. Untuk informasi lengkap tentang ID3 silakan merujuk ke <a title="ID3 - Wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/ID3" target="_blank">Wikipedia</a>. <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nah, bagi saya pengguna Ubuntu, aplikasi apakah yang enak dan nyaman digunakan untuk mengelola dan menyunting informasi ID3 tag ini?</p>
<p>Dari beberapa aplikasi yang saya coba, berikut ini rekomendasi saya.</p>
<p><span id="more-187"></span>Bagi pengguna Ubuntu seperti saya, kita bisa dengan mudah menginstal aplikasi-aplikasi berikut ini melalui <em>Ubuntu Software Center</em> yang biasanya terletak di dalam menu Applications. Tinggal ketikkan kata kunci &#8220;tag&#8221; maka USC akan memberikan beberapa pilihan aplikasi.</p>
<div id="attachment_188" class="wp-caption alignnone" style="width: 490px"><a href="http://muhammad.zamroni.net/wp-content/uploads/2010/01/ubuntu-software-center.jpg"><img  src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/01/ubuntu-software-center.jpg" class="size-full wp-image-188 " title="Ubuntu Software Center" alt="" width="480" height="295" /></a><p class="wp-caption-text">Ubuntu Software Center</p></div>
<p>Setelah memilih salah satu dari aplikasi yang ditawarkan, dan menekan tombol install, aplikasi tersebut akan diunduh dari repositori untuk kemudian diinstal ke dalam sistem. Mudah sekali, bukan?</p>
<h4><strong>EasyTag</strong></h4>
<p>Aplikasi ini paling keren dari semua aplikasi yang saya coba. EasyTag bisa melakukan penyuntingan ID3 pada banyak file sekaligus, bahkan mengubah nama file mengikuti kaidah ID3 tag.</p>
<p>EasyTag mendukung format ID3 v1.1 dan v2.4. Ketika pertama kali dibuka, EasyTag akan memindai file-file mp3 yang ada kemudian mengkonversi ID3 v2.3 yang ditemukan ke v2.4. Namun sayangnya tidak semua pemutar mp3 mendukung format v2.4.</p>
<div id="attachment_189" class="wp-caption alignnone" style="width: 430px"><img class="size-full wp-image-189 " title="EasyTag" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/01/easytag.jpg" alt="Tampilan aplikasi EasyTag" width="420" height="291" /><p class="wp-caption-text">Tampilan aplikasi EasyTag</p></div>
<p>Melalui aplikasi ini, kita bisa memberikan judul lagu, nama penyanyi, judul album, tahun rilis, nomor track dan CD, genre, komentar, komposer, copyright, hingga menambahkan art-photo yang biasanya berupa cover CD album.</p>
<p>Cover-cover CD dan informasi lainnya ini bisa kita temukan dari situs-situs penyedia CDDB (CD-Database, sebuah bank data mengenai informasi CD musik) semacam <a title="FreeDB.org" href="http://freedb.org/" target="_blank">freedb.org</a>, <a title="MusicBrainz" href="http://musicbrainz.org/" target="_blank">MusicBrainz</a>, <a title="TrackType" href="http://tracktype.org/" target="_blank">TrackType</a>, <a title="Discogs" href="http://www.discogs.com/" target="_blank">Discogs</a>, dan <a title="gnudb.org" href="http://www.gnudb.org/" target="_blank">gnudb.org</a>.</p>
<p>EasyTag bisa terhubung ke server-server ini untuk kemudian secara otomatis mengunduh dan melengkapi informasi ini.</p>
<p>EasyTag bisa dengan mudah diunduh secara gratis dari <a title="EasyTag" href="http://easytag.sourceforge.net/" target="_blank">situsnya</a>. Aplikasi ini tersedia untuk berbagai distro Linux dan MS Windows.</p>
<p>Kekurangannya, aplikasi ini ketika melakukan pemindaian dan melakukan perubahan pada banyak file sekaligus, akan sangat berat. Bahkan pada laptop saya (Intel Dual-Core), kinerjanya bisa menghabiskan sekitar 70-80% CPU.</p>
<p>Namun, secara fitur, aplikasi ini yang paling lengkap. Berbagai pengaturan bisa kita lakukan, misalnya mengubah perilaku dengan menonaktifkan <em>auto-upgrade</em> ID3 tag v2.3 ke v2.4.</p>
<h4>Audio Tag Tool</h4>
<p>Audio Tag Tool merupakan aplikasi yang cukup sederhana namun efektif. Meski tidak selengkap EasyTag, aplikasi ini memiliki fitur yang hampir sama dengan EasyTag, semacam melakukan perubahan serentak pada beberapa file dan mengubah nama file agar sesuai dengan informasi ID3 tag.</p>
<p>Kekurangannya, aplikasi ini tidak mendukung ID3 tag v2.4 (hanya mendukung ID3 tag v2.3 dan v1.1). Audio Tag Tool juga tidak mendukung pemuatan gambar <em>art photo</em> ke dalam mp3.</p>
<div id="attachment_190" class="wp-caption alignnone" style="width: 430px"><img class="size-full wp-image-190 " title="Audio Tag Tool" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/01/audio-tag-tool.jpg" alt="Tampilan aplikasi Audio Tag Tool" width="420" height="395" /><p class="wp-caption-text">Tampilan aplikasi Audio Tag Tool</p></div>
<p>Kalau saja Audio Tag Tool mendukung format ID3 tag v2.4 dan mampu menyematkan gambar <em>art photo</em> ke dalam mp3, aplikasi ini akan menjadi aplikasi favorit saya.</p>
<p>Audio Tag Tool bisa diunduh di <a title="Audio Tag Tool @ FreshMeat" href="http://freshmeat.net/projects/audiotagtool/" target="_blank">FreshMeat</a> dan hanya tersedia dalam sistem operasi keluarga *nix.</p>
<h4>Aplikasi Lainnya</h4>
<p>Selain kedua aplikasi tersebut, saya juga mencoba <strong>Ex Falso</strong>, aplikasi berbasis GTK+ dan Python yang tampilannya mirip Audio Tag Tool namun fiturnya tidak selengkap Audio Tag Tool. Silakan unduh Ex Falso dari <a title="Quod Libet &amp; Ex Falso" href="http://code.google.com/p/quodlibet/" target="_blank">situsnya</a>. Aplikasi ini juga tersedia dalam versi MS Windows.</p>
<p>Pengguna KDE bisa mencoba aplikasi <strong>Kid3</strong> yang mempunyai fitur cukup lengkap dan mendukung ID3 tag v2.4. Aplikasi ini bisa diunduh dari <a title="Kid3 - ID3 Tagger" href="http://kid3.sourceforge.net/" target="_blank">situsnya</a>.</p>
<p>Sebuah aplikasi berbasis Java juga tersedia, bernama <strong>Entagged</strong> yang mendukung fitur-fitur dasar penyuntingan ID3 tag serta mengunduh data dari penyedia informasi CDDB. Silakan unduh aplikasi tersebut dari <a title="Entagged - The Musical Box" href="http://sourceforge.net/projects/entagged/" target="_blank">situsnya</a>.</p>
<p>Saya merekomendasikan EasyTag dan Audio Tag Tool. Namun, apa pun pilihannya, disesuaikan kembali kepada kenyamanan dan kebutuhan.</p>
<p>Semua aplikasi di atas bisa diunduh dan diinstal langsung melalui <em>Ubuntu Software Center</em>. Jika ada aplikasi lain yang menarik dan belum saya sebutkan, silakan beri tahu melalui komentar.  <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/aplikasi-penyunting-id3-tag-mp3-pada-ubuntu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Situs Changi Airport Berbahasa Indonesia</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/situs-changi-airport-berbahasa-indonesia.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=situs-changi-airport-berbahasa-indonesia</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/situs-changi-airport-berbahasa-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 17:43:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Changi]]></category>
		<category><![CDATA[Singapura]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Ndak banyak situs-situs yang mendukung Bahasa Indonesia dalam pilihan menu bahasanya. Kalaupun ada, biasanya ada pilihan Indonesia &#8211; English di mana isi situs masih menggunakan Bahasa Inggris.
Salah satu situs yang mendukung Bahasa Indonesia adalah situs bandara internasional Changi Airport, Singapura. Walau tidak semua halaman menggunakan Bahasa Indonesia, namun situs ini cukup berguna buat yang tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ndak banyak situs-situs yang mendukung Bahasa Indonesia dalam pilihan menu bahasanya. Kalaupun ada, biasanya ada pilihan <em>Indonesia &#8211; English</em> di mana isi situs masih menggunakan Bahasa Inggris.</p>
<div id="attachment_182" class="wp-caption alignnone" style="width: 370px"><img class="size-full wp-image-182 " title="Situs resmi Changi Airport" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/01/changi-website.jpg" alt="Situs resmi Changi Airport" width="360" height="464" /><p class="wp-caption-text">Situs resmi Changi Airport</p></div>
<p>Salah satu situs yang mendukung Bahasa Indonesia adalah situs bandara internasional Changi Airport, Singapura. Walau tidak semua halaman menggunakan Bahasa Indonesia, namun situs ini cukup berguna buat yang tidak mengerti bahasa Inggris seperti saya. <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/smile.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Apakah ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang sering bepergian ke Singapura melalui Bandara Changi seperti layaknya orang Cina dan Jepang, karena selain Bahasa Indonesia, bahasa yang disediakan di situs ini selain Bahasa Inggris adalah Bahasa Cina dan Bahasa Jepang?</p>
<div id="attachment_178" class="wp-caption alignnone" style="width: 320px"><img class="size-full wp-image-178" title="Pilihan bahasa di situs Changi Airport" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/01/bahasa-changi.jpg" alt="Pilihan bahasa di situs Changi Airport" width="310" height="141" /><p class="wp-caption-text">Pilihan bahasa di situs Changi Airport</p></div>
<p>Ke manakah Bahasa Thai, Bahasa Filipina, bahkan Bahasa Korea? Apakah berarti orang-orang dari negara-negara ini jarang bepergian ke Singapura? Padahal Bandara Changi adalah bandara <em>hub</em> terbesar di Asia Pasifik. <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/smile.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/situs-changi-airport-berbahasa-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MyPulau: Situs Jejaring Sosial Kaya Fitur dari Telkomsel</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/mypulau-situs-jejaring-sosial-kaya-fitur-dari-telkomsel.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=mypulau-situs-jejaring-sosial-kaya-fitur-dari-telkomsel</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/mypulau-situs-jejaring-sosial-kaya-fitur-dari-telkomsel.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 17:39:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[Kepulauan Seribu]]></category>
		<category><![CDATA[MyPulau]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Ayer]]></category>
		<category><![CDATA[Telkomsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[Hari Sabtu, 14 November 2009, lalu saya menghadiri acara relaunching web jaringan perkawanan MyPulau yang didukung sepenuhnya oleh Telkomsel. Sesuai dengan brand &#8220;My Pulau&#8221;, acara relaunching ini diadakan di Pulau Ayer, Kepulauan Seribu, yang berjarak hanya 20 menit dari Pantai Marina, Ancol dengan menggunakan kapal cepat.
MyPulau sendiri sudah muncul sejak November 2007 dengan jumlah pengguna [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_175" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-175" title="Web MyPulau versi 4.0" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/11/mypulau-web.jpg" alt="Web MyPulau versi 4.0" width="400" height="390" /><p class="wp-caption-text">Web MyPulau versi 4.0</p></div>
<p>Hari Sabtu, 14 November 2009, lalu saya menghadiri acara <em>relaunching</em> web jaringan perkawanan <a title="MyPulau" href="http://www.mypulau.com/" target="_blank">MyPulau</a> yang didukung sepenuhnya oleh Telkomsel. Sesuai dengan brand &#8220;My Pulau&#8221;, acara <em>relaunching</em> ini diadakan di Pulau Ayer, Kepulauan Seribu, yang berjarak hanya 20 menit dari Pantai Marina, Ancol dengan menggunakan kapal cepat.</p>
<p>MyPulau sendiri sudah muncul sejak November 2007 dengan jumlah pengguna hingga sekarang mencapai 1 juta. Beberapa kali MyPulau melakukan redesain (seingat saya logo dan tampilan webnya berubah drastis) demi menemukan format yang sesuai dengan target mereka.</p>
<p><span id="more-173"></span>MyPulau kini telah mencapai versi 4.0. Dengan mengusung konsep <em>online social hub</em>, MyPulau mencoba memanjakan pengguna dengan berbagai kemudahan dan fitur-fitur menarik.</p>
<p>Tidak seperti pada situs pertemanan biasa, dari MyPulau pengguna bisa menerima <em>update</em> dari grup yang diikuti, info tempat nongkrong asyik, hingga mendapat keuntungan finansial dengan mengumpulkan dan menukarkan &#8220;mata uang&#8221; yang diberi nama &#8220;coco&#8221;.</p>
<p>Dengan konsep <em>cluster</em>, pengguna akan diminta untuk memilih &#8220;pulau&#8221; yang sesuai dengan kepribadian atau domisilinya. Dari data ini, pengguna akan dapat dengan mudah menemukan teman &#8220;sepulau&#8221; (juga lintas &#8220;pulau&#8221;).</p>
<p>Fitur-fitur utama yang ditawarkan MyPulau adalah <em>Social Status Integrator</em>, <em>My Interests</em>, <em>My Buys</em>, dan <em>Coco</em>. <em>Social Status Integrator</em> adalah fitur di mana pengguna bisa memperbarui status di berbagai layanan sosial semacam Friendser dan Facebook. Bisa dibilang, ini fitur &#8220;cross-posting&#8221; pada situs-situs jaringan sosial lainnya.</p>
<p>My Interests memberikan kemudahan dari para pengguna untuk aktif di komunitas yang telah tergabung di MyPulau seperti komunitas Bike2Work, komunitas fotografi, komunitas otomotif, dan sebagainya. Dengan bergabung dengan komunitas ini, pengguna akan mendapatkan informasi kegiatan dari masing-masing komunitas melalui <em>calendar event</em> yang ada di akun si pengguna.</p>
<p>Bagi pelanggan Telkomsel, keuntungan MyPulau makin bertambah. Pengguna bisa dengan mudah mendapatkan berbagai konten seperti <em>Truetone</em>, <em>Picture Message</em>, <em>Operator Logo</em>, <em>Wallpaper</em>, <em>Screen Saver</em>, <em>Games</em>, dan <em>Theme</em> melalui fitur <em>My Buys</em>.</p>
<p>Coco adalah semacam &#8220;mata uang&#8221; yang berlaku di MyPulau. Berbagai aktivitas bisa mendatangkan coco kepada si pengguna yang nantinya bisa ditukar menjadi berbagai macam hal, mulai dari mengunduh konten senilai tertentu dan menukarnya menjadi tiket bioskop.</p>
<p>Seperti pada situs jaringan pertemanan lain, pengguna MyPulau juga akan mendapatkan fitur standar seperti <em>My Profile</em> (menampilkan profil si pengguna), <em>My Friends</em> (jaringan pertemanan), <em>My Groups</em> (membuat komunitas pertemanan sendiri), <em>My Photos</em>, <em>My Video</em>, <em>My Calendar</em>, <em>My Blog</em>, dan <em>My Messages</em> (mengirim pesan ke teman), <em>Mood Theme</em> (keadaan emosi pengguna dalam bentuk simbol cuaca).</p>
<p>Uniknya, mendaftar sebagai pengguna MyPulau dapat dilakukan melalui berbagai cara. Selain melalui website dengan mengunjungi situs MyPulau, pengguna juga bisa mendaftar melalui WAP dengan alamat <a href="http://wap.maypulau.com/" title="WAP MyPulau" target="_blank">wap.mypulau.com</a>, SMS (pelanggan Telkomsel) dengan mengetik REG ke 7700, atau melalui UMB (Telkomsel)  dengan mengetik *697# dan pilih opsi nomor 1.</p>
<p>Meski menyajikan banyak fitur, desain web MyPulau sendiri menurut saya masih kurang bersahabat. Saya sempat bingung apa yang harus saya lakukan dan apa yang bisa saya dapatkan dari web ini. Bahkan awalnya saya mengira saya memasuki sebuah situs penyedia peta.</p>
<p>Setelah login pun, saya masih kesusahan menemukan berbagai menu yang disajikan. Saya pun tidak menemukan halaman panduan yang tentu akan sangat berguna bagi pengguna baru. Usabilitas dan aksesibilitasnya kurang tergarap secara optimal.</p>
<p>Dilihat dari sisi teknologi, fitur web ini sangat canggih, namun hal-hal sepele semacam halaman penjelasan tentang web, panduan, dan hal-hal standar web lainnya tidak bisa diabaikan.</p>
<p>Secara desain visual, web MyPulau harus banyak berbenah. Ini demi kenyamanan para pengguna, terutama pengguna baru yang belum terbiasa. Buat desain yang lebih menarik tanpa mengabaikan sisi aksesibilitas dan usabilitas.</p>
<p>Dari sisi komunitasnya, melihat dari interaksi para <em>Pulauers</em> (sebutan untuk pengguna MyPulau) yang juga diundang untuk menghadiri acara <em>relaunching</em> ini terlihat cukup solid dan antusias. Bahkan ada Pulauers yang sudah aktif di MyPulau selama 2 tahun.</p>
<p>Kesimpulan saya, secara umum, fitur-fitur yang disajikan menarik. Konsep &#8220;pulau&#8221; yang diusung sehingga cocok dengan kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan merupakan nilai plus dari situs ini. Apalagi My Pulau merupakan inovasi layanan jejaring sosial hasil karya bangsa sendiri yang diciptakan khusus untuk orang Indonesia sehingga menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia.</p>
<p>Akan kah MyPulau bisa bertahan seperti jejaring sosial yang lainnya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/mypulau-situs-jejaring-sosial-kaya-fitur-dari-telkomsel.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review Ubuntu 9.10 Karmic Koala</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/review-ubuntu-9-10-karmic-koala.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=review-ubuntu-9-10-karmic-koala</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/review-ubuntu-9-10-karmic-koala.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 09:58:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Application]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Jaunty Jackalope]]></category>
		<category><![CDATA[Karmic Koala]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[
Setelah semalaman mengupgrade dan mencoba-coba Ubuntu Jaunty saya ke Karmic Koala, ada beberapa catatan yang sepertinya perlu saya dokumentasikan. Mungkin bisa berguna, terutama temen-temen yang belum dan berencana untuk menggunakan Karmic Koala.
Proses Upgrade
Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk proses upgrade. Lewat CD instalasi atau via Internet. Saya menggunakan cara kedua, yang tentu syaratnya adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://muhammad.zamroni.net/wp-content/uploads/2009/11/karmic.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-217" title="Karmic Koala" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/11/karmic.jpg" alt="" width="400" height="200" /></a></p>
<p>Setelah semalaman mengupgrade dan mencoba-coba Ubuntu Jaunty saya ke Karmic Koala, ada beberapa catatan yang sepertinya perlu saya dokumentasikan. Mungkin bisa berguna, terutama temen-temen yang belum dan berencana untuk menggunakan Karmic Koala.</p>
<p><span id="more-170"></span><strong>Proses Upgrade</strong></p>
<p>Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk proses upgrade. Lewat CD instalasi atau via Internet. Saya menggunakan cara kedua, yang tentu syaratnya adalah punya akses internet kenceng ber-bandwidth bagus.</p>
<p>Pertama-tama yang perlu dilakukan adalah mengarahkan alamat repositori ke server yang diinginkan. Karena saya berada di Indonesia, saya memilih menggunakan <a title="SourcesListLokal" href="http://wiki.ubuntu-id.org/SourcesListLokal" target="_blank">miror repositori di Indonesia</a>. Ada beberapa miror yang bisa dipakai, tapi saya menggunakan miror <a title="KAMBING.ui.ac.id - mirror aja koq repot? ™" href="http://kambing.ui.ac.id/" target="_blank">kambing UI</a> (sebelumnya saya menggunakan <a title=" Repo UGM  &quot;Pokokè mirror dab&quot;" href="http://repo.ugm.ac.id/" target="_blank">miror UGM</a> dan <a title="FOSS-ID" href="http://www.foss-id.web.id/" target="_blank">FOSS-ID Telkom</a> tapi ternyata di tengah jalan, mirornya macet, ndak tau kenapa).</p>
<p>Dengan kecepatan rata-rata 100 kBps, waktu mengunduh paket-paket ini sekitar 2-3 jam. Kampretnya, ketika hampir selesai, koneksi saya kecepatannya drop menjelang tengah malam. Dugaan saya, kemungkinan server kambing juga sedang digunakan orang untuk melakukan proses upgrading. Saya juga melihat ada beberapa <a title="KAMBING.ui.ac.id Mirror Status" href="http://kambing.ui.ac.id/status/" target="_blank">proses sinkronisasi</a> yang tengah berlangsung di server tersebut.</p>
<p>Untuk langkah-langkahnya, <a title="How To Upgrade Ubuntu 9.04 (Jaunty Jackalope) To 9.10 (Karmic Koala) (Desktop &amp; Server)" href="http://www.howtoforge.com/how-to-upgrade-ubuntu9.04-jaunty-jackalope-to-9.10-karmic-koala-desktop-and-server" target="_blank">silakan baca di blog ini</a>.</p>
<p><strong>Fitur-Fitur Baru</strong></p>
<p>Seperti <a title="Ubuntu 9.10 Features" href="http://www.ubuntu.com/products/whatisubuntu/910features" target="_blank">janjinya</a>, fitur-fitur baru saya temukan. Tapi secara keseluruhan, saya kok belum merasakan bedanya, terutama di faktor kecepatan, walau stabilitas dan performa lainnya sudah banyak meningkat. Mungkin karena beberapa sudah saya update secara berkala semenjak menggunakan Jaunty, memang tidak saya pakai, atau saya bingung fungsinya untuk apa.</p>
<p>Beberapa fitur yang saya rasa tidak banyak berubah antara lain Firefox 3.5 (di Ubuntu dikenal dengan nama Shiretoko) dan OpenOffice versi 3 (yang udah bisa buka file docx).</p>
<p>Beberapa fitur tidak saya pakai adalah Evolution (karena saya pake Thunderbird sebagai email <em>client</em>), sinkronisasi multimedia, dan fitur akesisibilitas (<a title="Orca" href="http://live.gnome.org/Orca" target="_blank">Orca</a> dan sebagainya).</p>
<p>Lainnya, saya belum tau apa fungsinya karena belum mencoba, antara lain fitur <a title="Ubuntu One" href="https://one.ubuntu.com/" target="_blank">Ubuntu One</a> di mana kita punya jatah 2 GB gratis di server Ubuntu untuk menyimpan dan berbagi file apa saja.</p>
<p>Satu-satunya yang saya rasakan adalah fitur Software Center-nya yang makin ciamik. Dengan aplikasi ini, saya ndak perlu repot-repot kalo mencari aplikasi asyik yang saya butuhkan. Kategorisasi aplikasinya juga makin jelas, mana aplikasi multimedia, mana untuk development, untuk grafis, bahkan game.</p>
<p>Untuk proses booting, kata orang lebih cepat. Tapi kok menurut saya malah lebih lambat, ya? Mungkin karena <em>Grub2</em> yang belum terinstall, sehingga saya masih menggunakan <em>Grub</em> bawaan Jaunty?</p>
<p><em>Grub2</em> memang akan diinstal ketika kita melakukan instalasi bersih dari awal. Menurut informasi yang saya peroleh, jika kita melakukan upgrade dari Jaunty, <em>Grub2</em> ini memang tidak otomatis terinstall. Kita harus mengupgrade-nya sendiri,yang tentu sedikit beresiko (backup-backup-backup!).</p>
<p><a title="Howto Upgrade to Grub2 On Ubuntu Jaunty and Karmic Koala" href="http://www.ubuntu-inside.me/2009/06/howto-upgrade-to-grub2-on-ubuntu-jaunty.html" target="_blank">Cara melakukan upgrade Grub2 ada di sini</a>. Saya belum berencana melakukan upgrade ini, karena laptop masih saya gunakan untuk &#8220;berburu dan meramu&#8221;. Mungkin di kala senggang, saya akan melakukan proses ini.</p>
<p>Hal yang saya kira cukup tidak nyaman adalah aplikasi <a title="Empathy" href="http://live.gnome.org/Empathy" target="_blank">Empathy</a> sebagai pengganti <a title="Pidgin" href="http://www.pidgin.im/" target="_blank">Pidgin</a> yang biasa saya gunakan untuk ber-<em>instant messaging</em>. Entah kenapa saya masih lebih suka menggunakan Pidgin daripada Empathy. Mungkin karena faktor kebiasaan. Empathy sendiri menjadi aplikasi IM standar yang terpaket ke dalam Karmic.</p>
<p>Selain beberapa hal di atas, masih ada beberapa problem yang saya temukan. Kebanyakan sih mungkin karena faktor konfigurasi lama yang kurang cocok ke lingkungan baru. Seperti misalnya tampilan login screen yang tidak bisa dikonfigurasi sama sekali, karena penggunaan sistem GDM (Gnome Desktop Manager) baru.</p>
<p>Walau begitu beberapa peningkatan performa saya rasakan di sisi kestabilan. Salah satu contohnya adalah Network Manager yang menangani koneksi kabel, koneksi <em>wireless</em>, hingga koneksi <em>broadband</em>, yang cenderung lebih stabil dan cepat tersambungnya.</p>
<p>Masalah <em>suspend</em> dan <em>hibernasi</em> kini berjalan dengan lancar di Karmic. Sebelumnya, <em>hibernasi</em> dan <em>suspend</em> di Jaunty tidak berjalan dengan lancar. Ini pasti karena faktor <a title="Upstart" href="http://upstart.ubuntu.com/" target="_blank">Upstart</a> yang mampu menangani proses <em>booting</em> dan <em>shutdown</em> yang lebih sempurna.</p>
<p>Untuk detil perubahan apa yang terjadi di Karmic, silakan baca <a title="9.10 Technical Overview" href="http://www.ubuntu.com/testing/karmic/beta" target="_blank">ringkasan teknisnya</a>.</p>
<p><strong>Upgrade atau Instalasi Baru?</strong></p>
<p>Ubuntu, setiap 6 bulan sekali selalu mengeluarkan rilis versi terbaru. Ini sering menjadi pertanyaan, enaknya melakukan upgrade atau instalasi baru? Keduanya mempunyai pertimbangan yang berbeda-beda. Berikut ini beberapa pertimbangan yang bisa digunakan untuk memutuskan apakah akan melakukan upgrade atau melakukan instalasi baru.</p>
<ul>
<li>Instalasi Baru
<ol>
<li>Menggunakan <em>file system</em> baru. Karmic Koala menggunakan <em>file system</em> <a title="fourth extended filesystem" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ext4" target="_blank">ext4</a>. <em>File system</em> ext4 memang memiliki beberapa keunggulan dari <em>file system</em> <a title="third extended filesystem" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ext3" target="_blank">ext3</a> yang digunakan Jaunty. Saya sih pake <a title="ReiserFS" href="http://en.wikipedia.org/wiki/ReiserFS" target="_blank">ReiserFS</a>.</li>
<li>Mendapatkan <em>Grub2</em>. Seperti saya bilang sebelumnya, <em>Grub2</em> menjanjikan proses booting yang lebih cepat dan lebih cantik.</li>
<li>Jika versi Ubuntu yang digunakan lebih tua dari Jaunty atau Hardy, maka disarankan untuk melakukan instalasi baru. Jika <em>keukeuh</em> pengen upgrade, harus dilakukan sesuai urutan, misalnya dari Hardy ke Jaunty, baru kemudian ke Karmic.</li>
<li>Jika setelah upgrade ternyata masih banyak masalah yang tidak terselesaikan, instalasi baru adalah jawaban yang tepat.</li>
</ol>
</li>
<li>Upgrade
<ol>
<li>Jika banyak data (misal database yang sangat besar) yang sangat penting tapi tidak memungkinkan untuk mem-backup seluruhnya.</li>
<li>Jika banyak file konfigurasi yang berjalan dengan baik dan Anda tidak ingin melakukan konfigurasi ulang.</li>
</ol>
</li>
</ul>
<p>Semoga mencerahkan!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/review-ubuntu-9-10-karmic-koala.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Negeri 5 Menara: Novel Mengharukan dan Inspiratif</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/negeri-5-menara-novel-mengharukan-dan-inspiratif.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=negeri-5-menara-novel-mengharukan-dan-inspiratif</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/negeri-5-menara-novel-mengharukan-dan-inspiratif.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 06:18:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Book]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[A. Fuadi]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri 5 Menara]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[
Saya semalam baru saja meng-khatam-kan novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi ini, meski saya sudah membeli bukunya beberapa bulan lalu ketika masih menempati meja &#8220;new book&#8221; di Gramedia Pondok Indah Mall.
Saya bukan seorang pembaca novel yang kaffah. Jumlah novel yang saya baca bisa dihitung dengan jari. Namun entah kenapa ketika saya melihat buku ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-169" title="Cover buku Negeri 5 Menara" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/10/negeri_5_menara.jpg" alt="Cover buku Negeri 5 Menara" width="389" height="439" /></p>
<p>Saya semalam baru saja meng-<em>khatam</em>-kan novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi ini, meski saya sudah membeli bukunya beberapa bulan lalu ketika masih menempati meja &#8220;<em>new book</em>&#8221; di Gramedia Pondok Indah Mall.</p>
<p>Saya bukan seorang pembaca novel yang <em>kaffah</em>. Jumlah novel yang saya baca bisa dihitung dengan jari. Namun entah kenapa ketika saya melihat buku ini di meja &#8220;<em>new book</em>&#8220;, saya tanpa pikir panjang langsung mencomot satu dan membawanya ke kasir. Padahal saya tidak berniat membeli buku ini awalnya. Sangat impulsif.</p>
<p>Buku ini bahkan sempat teronggok di sudut meja kamar saya, masih dalam keadaan tersampul plastik. Dan baru beberapa hari ini, saya sempat membacanya, secara estafet, menyisihkan beberapa waktu kosong saya setelah pulang dari &#8220;berburu dan meramu&#8221;. Begitu membuka kisah-kisahnya, rasanya saya sulit berhenti, jika saja mata sudah tidak bisa diajak kompromi atau pengumuman bahwa film yang akan saya tonton di bioskop akan segera mulai.</p>
<p>Menarik, mengharukan, dan inspiratif. Banyak nilai-nilai keislaman yang disiratkan, yang bisa diterapkan sehari-hari. Pembaca non-muslim pun saya kira bisa menerapkannya, karena banyak pelajaran akhlak di novel ini. Mulai dari tidak mentolelir kesalahan sekecil apa pun, mengikuti aturan dengan disiplin diri, hingga semangat dan motivasi yang mengobarkan semangat.</p>
<p><span id="more-168"></span>Dari membaca novel (yang konon merupakan seri pertama dari trilogi) ini, saya dapat mengambil kesimpulan: mimpi dan cita-cita bisa kita raih dengan kerja keras, disiplin tinggi, dan doa. <em>Man jadda wajada</em>.</p>
<p>Novel ini juga membuka mata saya, bahwa kehidupan pesantren itu tidak selamanya &#8220;terbelakang&#8221; dan &#8220;tertutup&#8221;. Menurut saya, Pesantren Madani tidak hanya sebuah sekolah agama (yang biasanya menjadi pilihan terakhir orang atau sebagai bengkel akhlak orang yang telah rusak), namun juga menjadi miniatur kehidupan nyata.</p>
<p>Berkumpul dan bertemu berbagai orang dari berbagai daerah, karakter, dan watak tentu bukan hal mudah. Namun semuanya bisa disatukan dengan satu semangat, diatur dengan peraturan yang tidak pilih kasih dan disiplin, serta keikhlasan guru dan muridnya.</p>
<p>Saya pun tak sabar menunggu kelanjutan cerita Alif Fikri selepas tamat pesantren ini.. <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><small>Gambar dicomot dari <a title="Book: Negeri 5 Menara" href="http://morishige.wordpress.com/2009/08/24/book-negeri-5-menara/" target="_blank">blognya Morishige</a></small></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/negeri-5-menara-novel-mengharukan-dan-inspiratif.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KeyBCA vs Token Mandiri</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/keybca-vs-token-mandiri.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=keybca-vs-token-mandiri</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/keybca-vs-token-mandiri.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 15:45:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[BCA]]></category>
		<category><![CDATA[internet banking]]></category>
		<category><![CDATA[KeyBCA]]></category>
		<category><![CDATA[token]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Kalo Paman Tyo &#8220;mengeluh&#8221; soal tudung keypad ATM BCA yang agak merepotkan, saya kok ya kebetulan kurang sreg dengan desain token atawa KeyBCA yang baru. Bila dibandingkan dengan token dari Bank Mandiri yang mungil dan enak digenggam tangan, KeyBCA ini terlalu lebar dan kurang nyaman di genggaman.
Tombolnya pun rasanya kurang mantab untuk ditekan. Bisa jadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo <a title=" « Older posts Kenangan Masa Kecil October 15, 2009 – 17:49  Transit-ad   ginian udah lama. Apalagi di luar negeri. Tapi setiap kali melihat iklan kopi ABC pada bus AJA ini, saya teringat waktu masih bocah. Membayangkan jadi sopir bus, dan menggambar bus tembus pandang yang penumpangnya tampak dari luar. Anak sekarang mungkin tidak menggambar bus lagi.      * Share/Bookmark  By paman tyo | Posted in Belanja, Desain | Tagged bus aja, bus kota, iklan pada kendaraan, kopi abc, transit ad jakarta | Comments (5) Mau Jual Rumah, Siapa yang Baca October 15, 2009 – 16:50  Menyewa agen properti — bahasa keren untuk “mekelar” — itu bagi sebagian orang dianggap asing dan mahal. Maka beriklan secara langsung, dengan cara dan bahan seadanya pun dianggap efektif. Tapi dengan penempatan di sudut yang tak terlihat konsumen sasaran, tampaknya jadi sulit. Kecuali, ya itu tadi, yang melihat dan langsung memanfaatkan adalah makelar. :D Sebuah cerita dari pertigaan, dekat pelataran Bank Eksekutif, di Mayestik, Jakarta Selatan.      * Share/Bookmark  By paman tyo | Posted in Bisnis, Desain, Perjalanan | Tagged bank eksekutif, iklan jual rumah, mayestik, properti | Comments (3) Tudung untuk Keypad pada ATM BCA" href="http://memo.blogombal.org/2009/10/15/tudung-untuk-keypad-pada-atm-bca/" target="_blank">Paman Tyo &#8220;mengeluh&#8221; soal tudung <em>keypad</em> ATM BCA</a> yang agak merepotkan, saya kok ya kebetulan kurang sreg dengan desain token atawa KeyBCA yang baru. Bila dibandingkan dengan token dari Bank Mandiri yang mungil dan enak digenggam tangan, KeyBCA ini terlalu lebar dan kurang nyaman di genggaman.</p>
<p>Tombolnya pun rasanya kurang mantab untuk ditekan. Bisa jadi terlalu sensitif atau jari saya yang biasa menekan agak kuat, sehingga saya harus beberapa kali mengulang memencet tombolnya untuk memastikan angka yang saya masukkan benar ketika hendak bertransaksi.</p>
<div id="attachment_158" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-158" title="KeyBCA dan Token Mandiri" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/10/key-token.jpg" alt="KeyBCA dan Token Mandiri" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">KeyBCA dan Token Mandiri</p></div>
<p>Namun, tampilan layar dari KeyBCA pun cukup keren, menggunakan <em>dot-matrix</em> LCD sehingga angka-angkanya mudah dibaca, sedangkan Token Mandiri menggunakan layar LCD dengan tampilan <em>seven-segment</em>.</p>
<p>Respon dari KeyBCA lebih cepat daripada Token Mandiri. Jika untuk menampilkan angka PIN acak, Token Mandiri membutuhkan waktu 1-2 detik, maka KeyBCA begitu tombol enter ditekan, angka PIN akan langsung keluar di layar.</p>
<p>Selalu ada keunggulan dan kekurangan dari tiap-tiap produk. Tapi secara pribadi, saya lebih suka Token Mandiri karena bentuknya yang mungil dan tombolnya yang enak dipencet. Mungkin juga karena faktor kebiasaan, karena saya sering bertransaksi menggunakan Internet Banking Mandiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/keybca-vs-token-mandiri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Layanan XL Menurut Saya..</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/layanan-xl-menurut-saya.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=layanan-xl-menurut-saya</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/layanan-xl-menurut-saya.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 09:59:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[CahAndong]]></category>
		<category><![CDATA[GSM]]></category>
		<category><![CDATA[lomba]]></category>
		<category><![CDATA[operator]]></category>
		<category><![CDATA[PB2009]]></category>
		<category><![CDATA[seluler]]></category>
		<category><![CDATA[XL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[Saya pengguna XL sejak jaman dulu. Bahkan sejak mempunyai telepon seluler untuk pertama kali, saya sudah menggunakan XL. Nomor yang saya pakai pun sampai sekarang tidak pernah ganti, apalagi semenjak saya pindah ke layanan paksa-bayar Xplor karena alasan males sering-sering beli pulsa.
Selain untuk keperluan komunikasi suara dan pesan singkat, saya menggunakan layanan BlackBerry XL One [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pengguna <a title="XL" href="http://www.xl.co.id/" target="_blank">XL</a> sejak jaman dulu. Bahkan sejak mempunyai telepon seluler untuk pertama kali, saya sudah menggunakan XL. Nomor yang saya pakai pun sampai sekarang tidak pernah ganti, apalagi semenjak saya pindah ke layanan <em>paksa-bayar</em> Xplor karena alasan males sering-sering beli pulsa.</p>
<p>Selain untuk keperluan komunikasi suara dan pesan singkat, saya menggunakan layanan BlackBerry XL One yang tarifnya 5.000 rupiah per hari itu. Untuk Internet pun kok ya kebetulan dapat modem dari pabrik dengan operator XL sebagai ISP-nya.</p>
<p>Berikut ini pendapat saya tentang layanan XL.<br />
<span id="more-154"></span></p>
<ol>
<li>Tarif XL masih mahal. Kayaknya iklan-iklan di TV itu kok ndak ngefek ya? Apalagi sebagai pelanggan <em>paksa-bayar</em>, rasanya kok kayak di-anaktiri-kan. Tarifnya saja bahkan lebih mahal daripada yang pra-bayar.</li>
<li>Jangkauan sinyal belum merata. Bila dibandingkan operator lain, jaringan XL sepertinya belum luas. Pengalaman waktu <a title="Jeng-Jeng Pulau Tidung, Kepulauan Seribu" href="http://jengjeng.matriphe.com/jeng-jeng-pulau-tidung-kepulauan-seribu.html">ke Pulau Tidung kemarin</a>, saya tidak dapat sinyal sama sekali padahal operator GSM lainnya lancar-lancar jaya.</li>
<li>Kualitas suaranya bagus. Setidaknya saya jarang mengalami masalah ketika berkomunikasi dengan telepon. Bila suara terputus-putus biasanya terjadi di lawan bicara yang menggunakan operator lain. Bahkan rekan sepabrik yang menggunakan operator lain seringkali harus keluar ruangan ketika menerima telepon.</li>
<li>Layanan BlackBerry-nya cukup baik dan murah. Walau kadang beberapa kali error, tapi kebanyakan error disebabkan oleh jaringan di RIM. Bahkan ketika jaringan BlackBerry XL bermasalah beberapa waktu yang lalu, XL memberikan kompensasi yang lumayan baik.</li>
<li>Customer service melalui nomor 817 jarang sekali saya gunakan karena sering banget sibuk. Tapi jika berjumpa langsung dengan petugas CS yang cantik-cantik di counter-nya, pelayanannya ramah dan cepat. Bahkan saya jarang sekali menggunakan layanan nomor 817 atau mendatangi XL Center untuk mengadukan masalah.</li>
<li>Layanan internetnya masih sangat mahal bila dibandigkan dengan layanan internet serupa dari operator lain.</li>
<li>Kecepatan akses internet HSDPA-nya lumayan stabil dan kencang, walau pada jam-jam sibuk agak lambat. Jika sinyal HSDPA/3G tidak didapat, layanan GPRS-nya juga lumayan oke dan masih bisa dipakai.</li>
</ol>
<p>Ini murni pendapat subyektif saya. Jika Anda pengguna layanan XL, Anda bisa memberikan pendapat Anda di blog Anda dan <a title="Lomba Review Berhadiah Modem" href="http://cahandong.org/2009/10/15/lomba-review-berhadiah-modem.html" target="_blank">berkesempatan meraih hadiah berupa modem ZTE HSDPA 626 dari XL</a>.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Lomba Review Berhadiah Modem" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/10/lomba-review-xl-berhadiah-modem.jpg" alt="Lomba Review Berhadiah Modem" width="300" height="250" /></p>
<p>Caranya mudah saja. Anda cuma diminta menulis review layanan XL di blog Anda. Kira-kira 100 hingga 300 kata, lalu kirim nama, alamat rumah, dan alamat postingan sampean ke email <em>pb09.jogja@gmail.com</em>. Selain itu, Anda juga diwajibkan memberikan link ke alamat URL yang diminta.</p>
<p>Lomba yang dipersembahkan oleh temen-temen <a title="CahAndong" href="http://cahandong.org" target="_blank">CahAndong</a> dalam rangka menyambut <a title="Pesta Blogger" href="http://pestablogger.com" target="_blank">Pesta Blogger 2009</a> ini dibuka mulai hari ini (15 Oktober 2009), dan ditutup tanggal 20 Oktober 2009. Cuma lima hari saja, jadi cepat-cepatlah menulis review yang bagus.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/layanan-xl-menurut-saya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Barcode Google</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/barcode-google.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=barcode-google</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/barcode-google.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 07:12:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Do You Know?]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[barcode]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[logo]]></category>
		<category><![CDATA[ZXing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[
Jika membuka halaman Google hari ini (7 Oktober), logo Google berubah menjadi barcode. Seperti biasa, Google merayakan suatu even tertentu dengan mengganti-ganti logonya dengan tema yang sesuai hari tersebut (Google Doodle).
Kali ini Google merayakan ulang tahun ke-57 pematenan barcode pada tanggal 7 Oktober 1952. Barcode ditemukan oleh Norman Woodland dan Bernard Silver pada Oktober 1949.
Logo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-149" title="Google barcode" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/10/google_barcode.gif" alt="Google barcode" width="387" height="204" /></p>
<p>Jika membuka halaman <a title="Google" href="http://google.com/" target="_blank">Google</a> hari ini (7 Oktober), logo Google berubah menjadi <em>barcode</em>. Seperti biasa, Google merayakan suatu even tertentu dengan mengganti-ganti logonya dengan tema yang sesuai hari tersebut (Google Doodle).</p>
<p>Kali ini Google merayakan ulang tahun ke-57 pematenan <em>barcode</em> pada tanggal 7 Oktober 1952. <em>Barcode</em> ditemukan oleh Norman Woodland dan Bernard Silver pada Oktober 1949.</p>
<p>Logo barcode Google ini bila dibaca berbunyi &#8220;Google&#8221; yang dikodekan dengan menggunakan sistem enkoding <a title="Code 128 Barcode" href="http://www.makebarcode.com/specs/code_128.html" target="_blank">Code 128</a>, sebuah protokol standar untuk mengubah karakter ASCII menjadi <em>barcode</em>.</p>
<p>Selain itu, Google juga mempunyai proyek <em>open-source</em> pemrosesan <em>barcode</em> yang bernama <a title="ZXing" href="http://code.google.com/p/zxing/" target="_blank">ZXing (&#8220;Zebra Crossing&#8221;)</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/barcode-google.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
