<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>muhammad zamroni &#187; Book</title>
	<atom:link href="http://muhammad.zamroni.net/category/review/book/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muhammad.zamroni.net</link>
	<description>personal playground. tempat bermain dan belajar.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Jul 2010 14:01:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='muhammad.zamroni.net' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
		<item>
		<title>Negeri 5 Menara: Novel Mengharukan dan Inspiratif</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/negeri-5-menara-novel-mengharukan-dan-inspiratif.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=negeri-5-menara-novel-mengharukan-dan-inspiratif</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/negeri-5-menara-novel-mengharukan-dan-inspiratif.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 06:18:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Book]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[A. Fuadi]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri 5 Menara]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[
Saya semalam baru saja meng-khatam-kan novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi ini, meski saya sudah membeli bukunya beberapa bulan lalu ketika masih menempati meja &#8220;new book&#8221; di Gramedia Pondok Indah Mall.
Saya bukan seorang pembaca novel yang kaffah. Jumlah novel yang saya baca bisa dihitung dengan jari. Namun entah kenapa ketika saya melihat buku ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-169" title="Cover buku Negeri 5 Menara" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/10/negeri_5_menara.jpg" alt="Cover buku Negeri 5 Menara" width="389" height="439" /></p>
<p>Saya semalam baru saja meng-<em>khatam</em>-kan novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi ini, meski saya sudah membeli bukunya beberapa bulan lalu ketika masih menempati meja &#8220;<em>new book</em>&#8221; di Gramedia Pondok Indah Mall.</p>
<p>Saya bukan seorang pembaca novel yang <em>kaffah</em>. Jumlah novel yang saya baca bisa dihitung dengan jari. Namun entah kenapa ketika saya melihat buku ini di meja &#8220;<em>new book</em>&#8220;, saya tanpa pikir panjang langsung mencomot satu dan membawanya ke kasir. Padahal saya tidak berniat membeli buku ini awalnya. Sangat impulsif.</p>
<p>Buku ini bahkan sempat teronggok di sudut meja kamar saya, masih dalam keadaan tersampul plastik. Dan baru beberapa hari ini, saya sempat membacanya, secara estafet, menyisihkan beberapa waktu kosong saya setelah pulang dari &#8220;berburu dan meramu&#8221;. Begitu membuka kisah-kisahnya, rasanya saya sulit berhenti, jika saja mata sudah tidak bisa diajak kompromi atau pengumuman bahwa film yang akan saya tonton di bioskop akan segera mulai.</p>
<p>Menarik, mengharukan, dan inspiratif. Banyak nilai-nilai keislaman yang disiratkan, yang bisa diterapkan sehari-hari. Pembaca non-muslim pun saya kira bisa menerapkannya, karena banyak pelajaran akhlak di novel ini. Mulai dari tidak mentolelir kesalahan sekecil apa pun, mengikuti aturan dengan disiplin diri, hingga semangat dan motivasi yang mengobarkan semangat.</p>
<p><span id="more-168"></span>Dari membaca novel (yang konon merupakan seri pertama dari trilogi) ini, saya dapat mengambil kesimpulan: mimpi dan cita-cita bisa kita raih dengan kerja keras, disiplin tinggi, dan doa. <em>Man jadda wajada</em>.</p>
<p>Novel ini juga membuka mata saya, bahwa kehidupan pesantren itu tidak selamanya &#8220;terbelakang&#8221; dan &#8220;tertutup&#8221;. Menurut saya, Pesantren Madani tidak hanya sebuah sekolah agama (yang biasanya menjadi pilihan terakhir orang atau sebagai bengkel akhlak orang yang telah rusak), namun juga menjadi miniatur kehidupan nyata.</p>
<p>Berkumpul dan bertemu berbagai orang dari berbagai daerah, karakter, dan watak tentu bukan hal mudah. Namun semuanya bisa disatukan dengan satu semangat, diatur dengan peraturan yang tidak pilih kasih dan disiplin, serta keikhlasan guru dan muridnya.</p>
<p>Saya pun tak sabar menunggu kelanjutan cerita Alif Fikri selepas tamat pesantren ini.. <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><small>Gambar dicomot dari <a title="Book: Negeri 5 Menara" href="http://morishige.wordpress.com/2009/08/24/book-negeri-5-menara/" target="_blank">blognya Morishige</a></small></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/negeri-5-menara-novel-mengharukan-dan-inspiratif.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Chicken With Plums: Menjalani Hidup dan Mati Keduanya Membutuhkan Keberanian</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/chicken-with-plums-menjalani-hidup-dan-mati-keduanya-membutuhkan-keberanian.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=chicken-with-plums-menjalani-hidup-dan-mati-keduanya-membutuhkan-keberanian</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/chicken-with-plums-menjalani-hidup-dan-mati-keduanya-membutuhkan-keberanian.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 15:39:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Book]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Chicken With Plums]]></category>
		<category><![CDATA[Gramedia]]></category>
		<category><![CDATA[Iran]]></category>
		<category><![CDATA[Marjane Satrapi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Pertama kali melihat cover buku ini, saya awalnya kurang begitu tertarik. Begitu membuka halaman pertama dan membaca gambarnya panel demi panel, tak sadar saya langsung terbawa dan ndak bisa berhenti!
Buku karangan Marjane Satrapi, seorang penulis Iran, Chicken With Plums yang berbentuk graphic novel ini bercerita tentang Nasser Ali Khan, paman buyutnya yang membaktikan hidupnya demi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama kali melihat cover buku ini, saya awalnya kurang begitu tertarik. Begitu membuka halaman pertama dan membaca gambarnya panel demi panel, tak sadar saya langsung terbawa dan ndak bisa berhenti!</p>
<div id="attachment_114" class="wp-caption alignnone" style="width: 309px"><img class="size-full wp-image-114" title="Chicken With Plums" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/09/BOOKS_ChickenWithPlums.jpg" alt="Chicken With Plums" width="299" height="429" /><p class="wp-caption-text">Chicken With Plums</p></div>
<p>Buku karangan Marjane Satrapi, seorang penulis Iran, <a title="Chicken With Plums - Ayam Dengan Plum" href="http://kutukutubuku.com/2008/open/12272/chicken_with_plums_-_ayam_dengan_plum" target="_blank">Chicken With Plums</a> yang berbentuk graphic novel ini bercerita tentang Nasser Ali Khan, paman buyutnya yang membaktikan hidupnya demi musik dan cintanya.</p>
<p>Cerita ini berlatar belakang Teheran pada tahun 1958. Nasser Ali Khan, salah satu musisi <a title="Tar (lute)" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tar_%28lute%29" target="_blank">tar (alat musik khas Iran)</a> terbaik di Iran. Karena depresi akibat tar kesayangannya dipatahkan istrinya dan dia tidak menemukan tar pengganti sebagus miliknya, Nasser Ali memutuskan untuk mati saja.</p>
<p>Dalam &#8220;perjuangannya&#8221; menunggu mati, berbagai peristiwa dan pemikiran berkelebat di benaknya. Dari potongan-potongan cerita yang hadir di benaknya ini, kita bisa mengetahui alasan kenapa ia memutuskan untuk mati.</p>
<p>Judulnya sama sekali tidak mencerminkan isinya. Judul ini diambil dari nama makanan kesukaan Nasser Ali Khan, yaitu ayam dengan saus plum.</p>
<p>Konyol, humoris, sensitif, namun mengharukan. Nilai moral yang bisa saya petik dari buku ini adalah, memutuskan untuk mati itu membutuhkan keberanian yang sama dengan memutuskan untuk hidup. <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/scenic.gif' alt='(scenic)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Buku setebal 84 halaman terbitan Gramedia Pustaka Utama ini saya lahap hanya dalam waktu semalam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/chicken-with-plums-menjalani-hidup-dan-mati-keduanya-membutuhkan-keberanian.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
