<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>muhammad zamroni &#187; Application</title>
	<atom:link href="http://muhammad.zamroni.net/category/review/application-review/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muhammad.zamroni.net</link>
	<description>personal playground. tempat bermain dan belajar.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Jul 2010 14:01:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='muhammad.zamroni.net' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
		<item>
		<title>Aplikasi Penyunting ID3 Tag MP3 pada Ubuntu</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/aplikasi-penyunting-id3-tag-mp3-pada-ubuntu.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=aplikasi-penyunting-id3-tag-mp3-pada-ubuntu</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/aplikasi-penyunting-id3-tag-mp3-pada-ubuntu.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 17:30:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Application]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[audio]]></category>
		<category><![CDATA[Audio Tag Tool]]></category>
		<category><![CDATA[EasyTag]]></category>
		<category><![CDATA[ID3]]></category>
		<category><![CDATA[mp3]]></category>
		<category><![CDATA[multimedia]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[File multimedia, terutama mp3 merupakan file yang saya kira selalu ada di semua komputer zaman sekarang. Untuk mengelolanya, tentu bukan hal mudah, apalagi ketika kita mempunyai ratusan file mp3 di dalam komputer.
Saya sering menyunting dan melengkapi ID3 tag pada semua file mp3 saya, sehingga saya bisa dengan mudah mencari judul lagu, penyanyi, atau judul album [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>File multimedia, terutama mp3 merupakan file yang saya kira selalu ada di semua komputer zaman sekarang. Untuk mengelolanya, tentu bukan hal mudah, apalagi ketika kita mempunyai ratusan file mp3 di dalam komputer.</p>
<p>Saya sering menyunting dan melengkapi ID3 tag pada semua file mp3 saya, sehingga saya bisa dengan mudah mencari judul lagu, penyanyi, atau judul album dari lagu yang ingin saya dengar melalui piranti atau aplikasi pemutar musik. Pemberian informasi ID3 tag sangat memudahkan saya dalam mengelola puluhan file mp3 dalam laptop saya.</p>
<p>ID3 tag adalah metadata yang dibubuhkan pada file mp3. Data ini memuat berbagai informasi macam judul lagu, nama penyanyi, judul album, tahun rilis, komentar, hingga gambar cover atau <em>art photo</em>. Untuk informasi lengkap tentang ID3 silakan merujuk ke <a title="ID3 - Wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/ID3" target="_blank">Wikipedia</a>. <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nah, bagi saya pengguna Ubuntu, aplikasi apakah yang enak dan nyaman digunakan untuk mengelola dan menyunting informasi ID3 tag ini?</p>
<p>Dari beberapa aplikasi yang saya coba, berikut ini rekomendasi saya.</p>
<p><span id="more-187"></span>Bagi pengguna Ubuntu seperti saya, kita bisa dengan mudah menginstal aplikasi-aplikasi berikut ini melalui <em>Ubuntu Software Center</em> yang biasanya terletak di dalam menu Applications. Tinggal ketikkan kata kunci &#8220;tag&#8221; maka USC akan memberikan beberapa pilihan aplikasi.</p>
<div id="attachment_188" class="wp-caption alignnone" style="width: 490px"><a href="http://muhammad.zamroni.net/wp-content/uploads/2010/01/ubuntu-software-center.jpg"><img  src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/01/ubuntu-software-center.jpg" class="size-full wp-image-188 " title="Ubuntu Software Center" alt="" width="480" height="295" /></a><p class="wp-caption-text">Ubuntu Software Center</p></div>
<p>Setelah memilih salah satu dari aplikasi yang ditawarkan, dan menekan tombol install, aplikasi tersebut akan diunduh dari repositori untuk kemudian diinstal ke dalam sistem. Mudah sekali, bukan?</p>
<h4><strong>EasyTag</strong></h4>
<p>Aplikasi ini paling keren dari semua aplikasi yang saya coba. EasyTag bisa melakukan penyuntingan ID3 pada banyak file sekaligus, bahkan mengubah nama file mengikuti kaidah ID3 tag.</p>
<p>EasyTag mendukung format ID3 v1.1 dan v2.4. Ketika pertama kali dibuka, EasyTag akan memindai file-file mp3 yang ada kemudian mengkonversi ID3 v2.3 yang ditemukan ke v2.4. Namun sayangnya tidak semua pemutar mp3 mendukung format v2.4.</p>
<div id="attachment_189" class="wp-caption alignnone" style="width: 430px"><img class="size-full wp-image-189 " title="EasyTag" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/01/easytag.jpg" alt="Tampilan aplikasi EasyTag" width="420" height="291" /><p class="wp-caption-text">Tampilan aplikasi EasyTag</p></div>
<p>Melalui aplikasi ini, kita bisa memberikan judul lagu, nama penyanyi, judul album, tahun rilis, nomor track dan CD, genre, komentar, komposer, copyright, hingga menambahkan art-photo yang biasanya berupa cover CD album.</p>
<p>Cover-cover CD dan informasi lainnya ini bisa kita temukan dari situs-situs penyedia CDDB (CD-Database, sebuah bank data mengenai informasi CD musik) semacam <a title="FreeDB.org" href="http://freedb.org/" target="_blank">freedb.org</a>, <a title="MusicBrainz" href="http://musicbrainz.org/" target="_blank">MusicBrainz</a>, <a title="TrackType" href="http://tracktype.org/" target="_blank">TrackType</a>, <a title="Discogs" href="http://www.discogs.com/" target="_blank">Discogs</a>, dan <a title="gnudb.org" href="http://www.gnudb.org/" target="_blank">gnudb.org</a>.</p>
<p>EasyTag bisa terhubung ke server-server ini untuk kemudian secara otomatis mengunduh dan melengkapi informasi ini.</p>
<p>EasyTag bisa dengan mudah diunduh secara gratis dari <a title="EasyTag" href="http://easytag.sourceforge.net/" target="_blank">situsnya</a>. Aplikasi ini tersedia untuk berbagai distro Linux dan MS Windows.</p>
<p>Kekurangannya, aplikasi ini ketika melakukan pemindaian dan melakukan perubahan pada banyak file sekaligus, akan sangat berat. Bahkan pada laptop saya (Intel Dual-Core), kinerjanya bisa menghabiskan sekitar 70-80% CPU.</p>
<p>Namun, secara fitur, aplikasi ini yang paling lengkap. Berbagai pengaturan bisa kita lakukan, misalnya mengubah perilaku dengan menonaktifkan <em>auto-upgrade</em> ID3 tag v2.3 ke v2.4.</p>
<h4>Audio Tag Tool</h4>
<p>Audio Tag Tool merupakan aplikasi yang cukup sederhana namun efektif. Meski tidak selengkap EasyTag, aplikasi ini memiliki fitur yang hampir sama dengan EasyTag, semacam melakukan perubahan serentak pada beberapa file dan mengubah nama file agar sesuai dengan informasi ID3 tag.</p>
<p>Kekurangannya, aplikasi ini tidak mendukung ID3 tag v2.4 (hanya mendukung ID3 tag v2.3 dan v1.1). Audio Tag Tool juga tidak mendukung pemuatan gambar <em>art photo</em> ke dalam mp3.</p>
<div id="attachment_190" class="wp-caption alignnone" style="width: 430px"><img class="size-full wp-image-190 " title="Audio Tag Tool" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/01/audio-tag-tool.jpg" alt="Tampilan aplikasi Audio Tag Tool" width="420" height="395" /><p class="wp-caption-text">Tampilan aplikasi Audio Tag Tool</p></div>
<p>Kalau saja Audio Tag Tool mendukung format ID3 tag v2.4 dan mampu menyematkan gambar <em>art photo</em> ke dalam mp3, aplikasi ini akan menjadi aplikasi favorit saya.</p>
<p>Audio Tag Tool bisa diunduh di <a title="Audio Tag Tool @ FreshMeat" href="http://freshmeat.net/projects/audiotagtool/" target="_blank">FreshMeat</a> dan hanya tersedia dalam sistem operasi keluarga *nix.</p>
<h4>Aplikasi Lainnya</h4>
<p>Selain kedua aplikasi tersebut, saya juga mencoba <strong>Ex Falso</strong>, aplikasi berbasis GTK+ dan Python yang tampilannya mirip Audio Tag Tool namun fiturnya tidak selengkap Audio Tag Tool. Silakan unduh Ex Falso dari <a title="Quod Libet &amp; Ex Falso" href="http://code.google.com/p/quodlibet/" target="_blank">situsnya</a>. Aplikasi ini juga tersedia dalam versi MS Windows.</p>
<p>Pengguna KDE bisa mencoba aplikasi <strong>Kid3</strong> yang mempunyai fitur cukup lengkap dan mendukung ID3 tag v2.4. Aplikasi ini bisa diunduh dari <a title="Kid3 - ID3 Tagger" href="http://kid3.sourceforge.net/" target="_blank">situsnya</a>.</p>
<p>Sebuah aplikasi berbasis Java juga tersedia, bernama <strong>Entagged</strong> yang mendukung fitur-fitur dasar penyuntingan ID3 tag serta mengunduh data dari penyedia informasi CDDB. Silakan unduh aplikasi tersebut dari <a title="Entagged - The Musical Box" href="http://sourceforge.net/projects/entagged/" target="_blank">situsnya</a>.</p>
<p>Saya merekomendasikan EasyTag dan Audio Tag Tool. Namun, apa pun pilihannya, disesuaikan kembali kepada kenyamanan dan kebutuhan.</p>
<p>Semua aplikasi di atas bisa diunduh dan diinstal langsung melalui <em>Ubuntu Software Center</em>. Jika ada aplikasi lain yang menarik dan belum saya sebutkan, silakan beri tahu melalui komentar.  <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/aplikasi-penyunting-id3-tag-mp3-pada-ubuntu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review Ubuntu 9.10 Karmic Koala</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/review-ubuntu-9-10-karmic-koala.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=review-ubuntu-9-10-karmic-koala</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/review-ubuntu-9-10-karmic-koala.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 09:58:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Application]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Jaunty Jackalope]]></category>
		<category><![CDATA[Karmic Koala]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[
Setelah semalaman mengupgrade dan mencoba-coba Ubuntu Jaunty saya ke Karmic Koala, ada beberapa catatan yang sepertinya perlu saya dokumentasikan. Mungkin bisa berguna, terutama temen-temen yang belum dan berencana untuk menggunakan Karmic Koala.
Proses Upgrade
Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk proses upgrade. Lewat CD instalasi atau via Internet. Saya menggunakan cara kedua, yang tentu syaratnya adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://muhammad.zamroni.net/wp-content/uploads/2009/11/karmic.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-217" title="Karmic Koala" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/11/karmic.jpg" alt="" width="400" height="200" /></a></p>
<p>Setelah semalaman mengupgrade dan mencoba-coba Ubuntu Jaunty saya ke Karmic Koala, ada beberapa catatan yang sepertinya perlu saya dokumentasikan. Mungkin bisa berguna, terutama temen-temen yang belum dan berencana untuk menggunakan Karmic Koala.</p>
<p><span id="more-170"></span><strong>Proses Upgrade</strong></p>
<p>Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk proses upgrade. Lewat CD instalasi atau via Internet. Saya menggunakan cara kedua, yang tentu syaratnya adalah punya akses internet kenceng ber-bandwidth bagus.</p>
<p>Pertama-tama yang perlu dilakukan adalah mengarahkan alamat repositori ke server yang diinginkan. Karena saya berada di Indonesia, saya memilih menggunakan <a title="SourcesListLokal" href="http://wiki.ubuntu-id.org/SourcesListLokal" target="_blank">miror repositori di Indonesia</a>. Ada beberapa miror yang bisa dipakai, tapi saya menggunakan miror <a title="KAMBING.ui.ac.id - mirror aja koq repot? ™" href="http://kambing.ui.ac.id/" target="_blank">kambing UI</a> (sebelumnya saya menggunakan <a title=" Repo UGM  &quot;Pokokè mirror dab&quot;" href="http://repo.ugm.ac.id/" target="_blank">miror UGM</a> dan <a title="FOSS-ID" href="http://www.foss-id.web.id/" target="_blank">FOSS-ID Telkom</a> tapi ternyata di tengah jalan, mirornya macet, ndak tau kenapa).</p>
<p>Dengan kecepatan rata-rata 100 kBps, waktu mengunduh paket-paket ini sekitar 2-3 jam. Kampretnya, ketika hampir selesai, koneksi saya kecepatannya drop menjelang tengah malam. Dugaan saya, kemungkinan server kambing juga sedang digunakan orang untuk melakukan proses upgrading. Saya juga melihat ada beberapa <a title="KAMBING.ui.ac.id Mirror Status" href="http://kambing.ui.ac.id/status/" target="_blank">proses sinkronisasi</a> yang tengah berlangsung di server tersebut.</p>
<p>Untuk langkah-langkahnya, <a title="How To Upgrade Ubuntu 9.04 (Jaunty Jackalope) To 9.10 (Karmic Koala) (Desktop &amp; Server)" href="http://www.howtoforge.com/how-to-upgrade-ubuntu9.04-jaunty-jackalope-to-9.10-karmic-koala-desktop-and-server" target="_blank">silakan baca di blog ini</a>.</p>
<p><strong>Fitur-Fitur Baru</strong></p>
<p>Seperti <a title="Ubuntu 9.10 Features" href="http://www.ubuntu.com/products/whatisubuntu/910features" target="_blank">janjinya</a>, fitur-fitur baru saya temukan. Tapi secara keseluruhan, saya kok belum merasakan bedanya, terutama di faktor kecepatan, walau stabilitas dan performa lainnya sudah banyak meningkat. Mungkin karena beberapa sudah saya update secara berkala semenjak menggunakan Jaunty, memang tidak saya pakai, atau saya bingung fungsinya untuk apa.</p>
<p>Beberapa fitur yang saya rasa tidak banyak berubah antara lain Firefox 3.5 (di Ubuntu dikenal dengan nama Shiretoko) dan OpenOffice versi 3 (yang udah bisa buka file docx).</p>
<p>Beberapa fitur tidak saya pakai adalah Evolution (karena saya pake Thunderbird sebagai email <em>client</em>), sinkronisasi multimedia, dan fitur akesisibilitas (<a title="Orca" href="http://live.gnome.org/Orca" target="_blank">Orca</a> dan sebagainya).</p>
<p>Lainnya, saya belum tau apa fungsinya karena belum mencoba, antara lain fitur <a title="Ubuntu One" href="https://one.ubuntu.com/" target="_blank">Ubuntu One</a> di mana kita punya jatah 2 GB gratis di server Ubuntu untuk menyimpan dan berbagi file apa saja.</p>
<p>Satu-satunya yang saya rasakan adalah fitur Software Center-nya yang makin ciamik. Dengan aplikasi ini, saya ndak perlu repot-repot kalo mencari aplikasi asyik yang saya butuhkan. Kategorisasi aplikasinya juga makin jelas, mana aplikasi multimedia, mana untuk development, untuk grafis, bahkan game.</p>
<p>Untuk proses booting, kata orang lebih cepat. Tapi kok menurut saya malah lebih lambat, ya? Mungkin karena <em>Grub2</em> yang belum terinstall, sehingga saya masih menggunakan <em>Grub</em> bawaan Jaunty?</p>
<p><em>Grub2</em> memang akan diinstal ketika kita melakukan instalasi bersih dari awal. Menurut informasi yang saya peroleh, jika kita melakukan upgrade dari Jaunty, <em>Grub2</em> ini memang tidak otomatis terinstall. Kita harus mengupgrade-nya sendiri,yang tentu sedikit beresiko (backup-backup-backup!).</p>
<p><a title="Howto Upgrade to Grub2 On Ubuntu Jaunty and Karmic Koala" href="http://www.ubuntu-inside.me/2009/06/howto-upgrade-to-grub2-on-ubuntu-jaunty.html" target="_blank">Cara melakukan upgrade Grub2 ada di sini</a>. Saya belum berencana melakukan upgrade ini, karena laptop masih saya gunakan untuk &#8220;berburu dan meramu&#8221;. Mungkin di kala senggang, saya akan melakukan proses ini.</p>
<p>Hal yang saya kira cukup tidak nyaman adalah aplikasi <a title="Empathy" href="http://live.gnome.org/Empathy" target="_blank">Empathy</a> sebagai pengganti <a title="Pidgin" href="http://www.pidgin.im/" target="_blank">Pidgin</a> yang biasa saya gunakan untuk ber-<em>instant messaging</em>. Entah kenapa saya masih lebih suka menggunakan Pidgin daripada Empathy. Mungkin karena faktor kebiasaan. Empathy sendiri menjadi aplikasi IM standar yang terpaket ke dalam Karmic.</p>
<p>Selain beberapa hal di atas, masih ada beberapa problem yang saya temukan. Kebanyakan sih mungkin karena faktor konfigurasi lama yang kurang cocok ke lingkungan baru. Seperti misalnya tampilan login screen yang tidak bisa dikonfigurasi sama sekali, karena penggunaan sistem GDM (Gnome Desktop Manager) baru.</p>
<p>Walau begitu beberapa peningkatan performa saya rasakan di sisi kestabilan. Salah satu contohnya adalah Network Manager yang menangani koneksi kabel, koneksi <em>wireless</em>, hingga koneksi <em>broadband</em>, yang cenderung lebih stabil dan cepat tersambungnya.</p>
<p>Masalah <em>suspend</em> dan <em>hibernasi</em> kini berjalan dengan lancar di Karmic. Sebelumnya, <em>hibernasi</em> dan <em>suspend</em> di Jaunty tidak berjalan dengan lancar. Ini pasti karena faktor <a title="Upstart" href="http://upstart.ubuntu.com/" target="_blank">Upstart</a> yang mampu menangani proses <em>booting</em> dan <em>shutdown</em> yang lebih sempurna.</p>
<p>Untuk detil perubahan apa yang terjadi di Karmic, silakan baca <a title="9.10 Technical Overview" href="http://www.ubuntu.com/testing/karmic/beta" target="_blank">ringkasan teknisnya</a>.</p>
<p><strong>Upgrade atau Instalasi Baru?</strong></p>
<p>Ubuntu, setiap 6 bulan sekali selalu mengeluarkan rilis versi terbaru. Ini sering menjadi pertanyaan, enaknya melakukan upgrade atau instalasi baru? Keduanya mempunyai pertimbangan yang berbeda-beda. Berikut ini beberapa pertimbangan yang bisa digunakan untuk memutuskan apakah akan melakukan upgrade atau melakukan instalasi baru.</p>
<ul>
<li>Instalasi Baru
<ol>
<li>Menggunakan <em>file system</em> baru. Karmic Koala menggunakan <em>file system</em> <a title="fourth extended filesystem" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ext4" target="_blank">ext4</a>. <em>File system</em> ext4 memang memiliki beberapa keunggulan dari <em>file system</em> <a title="third extended filesystem" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ext3" target="_blank">ext3</a> yang digunakan Jaunty. Saya sih pake <a title="ReiserFS" href="http://en.wikipedia.org/wiki/ReiserFS" target="_blank">ReiserFS</a>.</li>
<li>Mendapatkan <em>Grub2</em>. Seperti saya bilang sebelumnya, <em>Grub2</em> menjanjikan proses booting yang lebih cepat dan lebih cantik.</li>
<li>Jika versi Ubuntu yang digunakan lebih tua dari Jaunty atau Hardy, maka disarankan untuk melakukan instalasi baru. Jika <em>keukeuh</em> pengen upgrade, harus dilakukan sesuai urutan, misalnya dari Hardy ke Jaunty, baru kemudian ke Karmic.</li>
<li>Jika setelah upgrade ternyata masih banyak masalah yang tidak terselesaikan, instalasi baru adalah jawaban yang tepat.</li>
</ol>
</li>
<li>Upgrade
<ol>
<li>Jika banyak data (misal database yang sangat besar) yang sangat penting tapi tidak memungkinkan untuk mem-backup seluruhnya.</li>
<li>Jika banyak file konfigurasi yang berjalan dengan baik dan Anda tidak ingin melakukan konfigurasi ulang.</li>
</ol>
</li>
</ul>
<p>Semoga mencerahkan!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/review-ubuntu-9-10-karmic-koala.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Chromium</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/chromium.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=chromium</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/chromium.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 20:37:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Application]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[browser]]></category>
		<category><![CDATA[Chrome]]></category>
		<category><![CDATA[Chromium]]></category>
		<category><![CDATA[FireFox]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[jaunty]]></category>
		<category><![CDATA[Shiretoko]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Chromium, proyek open-source sampingan dari Google Chrome sepertinya telah lepas dari versi Alpha dan mulai memasuki versi preview release (3.0.198).
Saya menggunakan Ubuntu 9.04 Jaunty, dan menginstalnya dari PPA Launchpad, sehingga dengan mudah saya menggunakan perintah sudo apt-get install chromium-browser dari konsol. Untuk setting repository dan sebagainya, silakan baca panduannya.
Sejauh pengamatan saya, perambah Chromium sangat cepat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_14" class="wp-caption alignleft" style="width: 190px"><img class="size-medium wp-image-14 " title="Chromium_Icon" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/08/Chromium_Icon-300x287.png" alt="Logo Chromium" width="180" height="172" /><p class="wp-caption-text">Logo Chromium</p></div>
<p><a title="Chromium" href="http://www.chromium.org/" target="_blank">Chromium</a>, proyek <em>open-source</em> sampingan dari <a title="Google Chrome" href="http://www.google.com/chrome" target="_blank">Google Chrome</a> sepertinya telah lepas dari versi Alpha dan mulai memasuki versi <em>preview release</em> (3.0.198).</p>
<p>Saya menggunakan Ubuntu 9.04 Jaunty, dan menginstalnya dari <a title="PPA for Ubuntu Chromium Daily Builds" href="https://launchpad.net/~chromium-daily/+archive/ppa" target="_blank">PPA Launchpad</a>, sehingga dengan mudah saya menggunakan perintah <code>sudo apt-get install chromium-browser</code> dari konsol. Untuk setting repository dan sebagainya, silakan baca <a title="Installing software from a PPA" href="https://help.launchpad.net/Packaging/PPA/InstallingSoftware" target="_blank">panduannya</a>.</p>
<p>Sejauh pengamatan saya, perambah Chromium sangat cepat dan ringan. Mulai dari membuka jendela awal hingga menjelajah Internet juga lebih cepat bila dibandingkan dengan browser <a title="Shiretoko" href="http://www.mozilla.org/projects/shiretoko/" target="_blank">Shiretoko (FireFox 3.5)</a> yang biasa saya gunakan.</p>
<p>Soal fitur, karena memang berbasis pada Google Chrome, ya jelas semua fitur dari Google Chrome ada semua, seperti pada keamanan, kecepatan, dan stabilitas, meski belum setangguh Google Chrome yang udah masuk versi stabil.</p>
<p>Akan kah saya akan terus menggunakan perambah ini sebagai perambah utama dan menyingkirkan Shiretoko? Kita lihat saja perkembangannya.. :)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/chromium.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
