<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>muhammad zamroni &#187; Hacking</title>
	<atom:link href="http://muhammad.zamroni.net/category/hacking/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muhammad.zamroni.net</link>
	<description>personal playground. tempat bermain dan belajar.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Jul 2010 14:01:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='muhammad.zamroni.net' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
		<item>
		<title>Berbagi Koneksi Internet dengan Sistem Ad-hoc Pada Ubuntu</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/berbagi-koneksi-internet-dengan-sistem-ad-hoc-pada-ubuntu.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=berbagi-koneksi-internet-dengan-sistem-ad-hoc-pada-ubuntu</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/berbagi-koneksi-internet-dengan-sistem-ad-hoc-pada-ubuntu.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 21:31:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hacking]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[ad-hoc]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[networking]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[wireless]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Jika di kos-kosan, saya terhubung ke Internet dengan menggunakan modem HSDPA. Suatu hari ada seorang teman yang datang dan kebetulan membutuhkan koneksi Internet, namun modem sedang saya pakai, sehingga meminjamkan modem kepadanya menjadi hal yang mustahil.
Saya pun terpikir untuk membagikan koneksi internet saya sehingga dia bisa bekerja menggunakan laptopnya dan terhubung ke Internet tanpa mengganggu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika di kos-kosan, saya terhubung ke Internet dengan menggunakan <a title="Option GT Max Express 7.2 Data Card Modem" href="http://muhammad.zamroni.net/option-gt-max-express-7-2-data-card-modem.html">modem HSDPA</a>. Suatu hari ada seorang teman yang datang dan kebetulan membutuhkan koneksi Internet, namun modem sedang saya pakai, sehingga meminjamkan modem kepadanya menjadi hal yang mustahil.</p>
<p>Saya pun terpikir untuk membagikan koneksi internet saya sehingga dia bisa bekerja menggunakan laptopnya dan terhubung ke Internet tanpa mengganggu saya. Karena saya tidak mempunyai <em>wireless access-point</em>, saya pun menjadikan laptop saya sebagai &#8220;<em>wireless access-point</em>&#8221; dengan cara menghubungan laptop saya dengan laptop teman saya tersebut secara <em>ad-hoc</em>.</p>
<p><span id="more-251"></span>Koneksi <em>ad-hoc</em> (atau <em>peer-to-peer</em>) adalah jaringan <em>wireless multihop</em> yang terdiri dari kumpulan <em>mobile node</em> (<em>mobile station</em>) yang bersifat dinamik dan spontan, yang dapat diaplikasikan di mana pun tanpa menggunakan <em>access point</em>. Nah, gampangannya, sistem jaringan yang akan saya buat adalah kira-kira seperti ini:</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-252" title="diagram jaringan Ad-hoc" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/07/68588-diagram-ad-hoc.gif" alt="" width="401" height="259" /></p>
<p>Caranya adalah sebagai berikut. Pertama, pastikan koneksi Internet jalan. Saya menggunkan ISP <a title="Indosat M2" href="http://indosatm2.com/" target="_blank">Indosat M2</a> dan sudah terhubung dengan baik.</p>
<p>Kemudian, buka Network Connection Manager dengan memilih <code>System &gt; Preference &gt; Network Connection</code> atau dengan meng-klik kanan gambar sinyal di panel dan memilih <em>edit connection</em> sehingga muncul tampilan semacam ini:</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-253" title="Network Connection" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/07/Screenshot-Network-Connections.png" alt="" width="437" height="326" /></p>
<p>Pilih tab <em>Wireless</em> dan klik <em>Add</em> untuk membuat koneksi baru. Kemudian beri nama koneksi, nama SSID (yang nantinya akan menjadi nama &#8220;<em>access-point</em>&#8221; yang akan muncul di pilihan &#8220;wi-fi&#8221;), kemudian pilih modenya: <em>Ad-Hoc</em>. Untuk opsi <em>Connect automatically</em> bisa dicentang atau tidak. Bila dicentang, maka laptop kita akan membagi koneksi Internet setiap kali laptop menyala.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-254" title="Buat koneksi baru" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/07/Screenshot-Editing-Adhoc.png" alt="" width="379" height="503" /></p>
<p>Kemudian pindah ke tab <em>IPv4 Settings</em> (tergantung versi yang dipakai, IPv4 atau IPv6, di tempat saya masih IPv4), kemudian pilih <em>Method: Shared to other computers</em>. Kemudian klik <em>Apply</em>, dan selesai.</p>
<p><img title="Setting IPv4" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/07/Screenshot-Editing-Adhoc-1.png" alt="" width="379" height="503" /></p>
<p>Tutup <em>Network Connection Manager</em>, kemudian klik pada tanda sinyal untuk memulai koneksi <em>Ad-hoc</em>. Di situ, koneksi <em>Ad-hoc</em> yang kita buat belum muncul. Untuk memunculkannya, pilih menu <em>Connect to Hidden Wireless Network</em>, dan pilih koneksi <em>Ad-hoc</em> yang kita buat sebelumnya.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-257" title="Connect to Hidden Wireless Network" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/07/connect-hidden.png" alt="" width="350" height="410" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-256" title="Connect to Hidden Wireless Network" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/07/Screenshot-Connect-to-Hidden-Wireless-Network.png" alt="" width="417" height="226" /></p>
<p>Dan voila! Kita telah membuka koneksi <em>Ad-hoc</em> di Ubuntu.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-258" title="Connection established" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/07/connection-established.png" alt="" width="430" height="260" /></p>
<p>Untuk terhubung ke laptop yang sudah jadi &#8220;<em>access-point</em>&#8221; ini, tinggal buka <em>Wireless Connection</em> (Wi-Fi) dan buka hubungan ke nama koneksi <em>Ad-hoc</em> yang telah di buat, dan laptop tersebut langsung bisa menjelajah Internet!</p>
<p>Oiya, agar koneksi Ad-hoc bisa terjadi, pastikan <em>wireless</em> tidak dipakai oleh si laptop/komputer yang hendak menjadi <em>access-point</em> (misalnya tidak terhubung ke wi-fi pada hotspot). Kekurangan lainnya, koneksi Ad-hoc tidak memiliki proteksi password, sehingga kemungkinan pembagian koneksi bisa digunakan oleh orang lain yang tidak berkepentingan.</p>
<p>Berikut ini adalah tampilan ketika sebuah ponsel, Nokia E63 mendeteksi koneksi Ad-hoc yang saya buat dan kemudian terhubung ke Internet menggunakan koneksi tersebut.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-259" title="Select WLAN Menu" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/07/Scr000006.jpg" alt="" width="320" height="240" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-260" title="Found &quot;jengjeng ad-hoc&quot;" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/07/Scr000007.jpg" alt="" width="320" height="240" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-262" title="&quot;jengjeng ad-hoc&quot; info" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/07/Scr000009.jpg" alt="" width="320" height="240" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-264" title="connecting using &quot;jengjeng ad-hoc&quot;" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/07/Scr000011.jpg" alt="" width="320" height="240" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/berbagi-koneksi-internet-dengan-sistem-ad-hoc-pada-ubuntu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Downgrade PHP 5.3.x ke 5.2.x di Ubuntu 10.04 (Lucid Lynx)</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/downgrade-php-53x-ke-52x-di-ubuntu-10-04-lucid-lynx.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=downgrade-php-53x-ke-52x-di-ubuntu-10-04-lucid-lynx</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/downgrade-php-53x-ke-52x-di-ubuntu-10-04-lucid-lynx.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 17:44:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hacking]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[apt]]></category>
		<category><![CDATA[Karmic]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Lucid]]></category>
		<category><![CDATA[php]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=246</guid>
		<description><![CDATA[
Tiba-tiba siang tadi saya dikontak salah satu kliennya pabrik, bahwa website-nya bermasalah. Herannya, selama ini website tersebut ndak diutak-atik. Sempat pusing juga kenapa bisa terjadi, padahal ketika skrip dicoba di server development, tidak ada masalah.
Usut punya usut, ternyata PHP yang digunakan adalah PHP versi 5.3.x yang bermasalah pada skrip website karena  ada beberapa fungsi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-medium wp-image-248 alignright" title="PHP Help" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/06/php-1-300x190.jpg" alt="" width="300" height="190" /></p>
<p>Tiba-tiba siang tadi saya dikontak salah satu kliennya pabrik, bahwa website-nya bermasalah. Herannya, selama ini website tersebut ndak diutak-atik. Sempat pusing juga kenapa bisa terjadi, padahal ketika skrip dicoba di server development, tidak ada masalah.</p>
<p>Usut punya usut, ternyata PHP yang digunakan adalah PHP versi 5.3.x yang bermasalah pada skrip website karena <a title="Deprecated features in PHP 5.3.x" href="http://php.net/manual/en/migration53.deprecated.php" target="_blank"> ada beberapa fungsi krusial yang dihilangkan</a>. Paket PHP ini ikut ter-upgrade karena server di-upgrade ke Ubuntu versi 10.4 (Lucid Lynx) oleh sys-admin mereka.</p>
<p>Saya pun memutuskan untuk men-downgrade paket PHP tersebut dari versi 5.3.x ke 5.2.x supaya website bisa jalan normal tanpa saya harus ngoprek skripnya..</p>
<p>Berikut ini langkah-langkah yang saya lakukan untuk men-downgrade PHP tersebut.</p>
<p><span id="more-246"></span>Cek paket-paket PHP apa saja yang terinstall di server, kemudian di-list untuk dihapus dari sistem. Untuk melakukannya gunakan perintah <code>dpkg -l | grep php</code>. Di tempat saya, outputnya seperti berikut:</p>
<blockquote style="overflow: auto; background: #000; color: #0f0;">
<pre>ii  libapache2-mod-php5		5.3.2-0ubuntu1		server-side, HTML-embedded scripting languag
ii  php-pear			5.3.2-0ubuntu1		PEAR - PHP Extension and Application Reposit
ii  php5-cgi			5.3.2-0ubuntu1		server-side, HTML-embedded scripting languag
ii  php5-cli			5.3.2-0ubuntu1		command-line interpreter for the php5 script
ii  php5-common			5.3.2-0ubuntu1		Common files for packages built from the php
ii  php5-dev			5.3.2-0ubuntu1		Files for PHP5 module development
ii  php5-gd			5.3.2-0ubuntu1		GD module for php5
rc  php5-mcrypt			5.3.2-0ubuntu1		MCrypt module for php5
ii  php5-mysql			5.3.2-0ubuntu1		MySQL module for php5
ii  php5-sqlite			5.3.2-0ubuntu1		SQLite module for php5</pre>
</blockquote>
<p>Setelah ketahuan paket-paket apa saja yang terinstall, maka catat semua paket ini untuk kemudian dihapus dari sistem dan nantinya akan diinstall kembali, namun dalam versi yang lebih rendah.</p>
<p>Untuk melakukan &#8220;pencatatan&#8221; ini, tambahkan perintah <code>awk</code> pada perintah sebelumnya, menjadi <code>dpkg -l | grep php | awk '{print $2}'</code>, dan hasilnya semacam ini:</p>
<blockquote style="overflow: auto; background: #000; color: #0f0;">
<pre>libapache2-mod-php5
php-pear
php5-cgi
php5-cli
php5-common
php5-dev
php5-gd
php5-mcrypt
php5-mysql
php5-sqlite</pre>
</blockquote>
<p>Hapus paket-paket tersebut dengan perintah <code>sudo apt-get remove [nama_paket]</code>.</p>
<p>Tambahkan repositori Karmic ke file <code>/etc/apt/source.list</code>. Repositori Karmic ini digunakan sebagai referensi PHP versi 5.2.x. Cara ini bisa diakali dengan menyalin file repositori sekarang (Lucid), kemudian mengganti referensinya ke Karmic dan memasukkannya ke daftar source repositori.</p>
<p>Cara mudahnya, gunakan perintah <code>sed s/lucid/karmic/g /etc/apt/sources.list | tee /etc/apt/sources.list.d/karmic.list</code> (menggunakan akses root).</p>
<p>Kemudian, buat <a title="Pinning Howto" href="https://help.ubuntu.com/community/PinningHowto" target="_blank">pin</a> yang fungsinya untuk menahan agar paket-paket PHP tersebut tidak di-upgrade.</p>
<p>Buat sebuah file bernama <code>php</code> yang disimpan di folder <code>/etc/apt/preferences.d/</code>, yang isinya sebagai berikut:</p>
<blockquote>
<pre>Package: libapache2-mod-php5
Pin: release a=karmic
Pin-Priority: 991

Package: php-pear
Pin: release a=karmic
Pin-Priority: 991

Package: php5-cgi
Pin: release a=karmic
Pin-Priority: 991

Package: php5-cli
Pin: release a=karmic
Pin-Priority: 991

Package: php5-common
Pin: release a=karmic
Pin-Priority: 991

Package: php5-dev
Pin: release a=karmic
Pin-Priority: 991

Package: php5-gd
Pin: release a=karmic
Pin-Priority: 991

Package: php5-mcrypt
Pin: release a=karmic
Pin-Priority: 991

Package: php5-mysql
Pin: release a=karmic
Pin-Priority: 991

Package: php5-sqlite
Pin: release a=karmic
Pin-Priority: 991</pre>
</blockquote>
<p>Setelah selesai, update repositori dengan perintah <code>apt-get update</code> (jika tidak menggunakan akses root, tambahkan perintah <code>sudo</code>).</p>
<p>Lakukan instalasi paket-paket yang tadi dengan perintah <code>sudo apt-get install [nama_paket]</code>, namun kali ini paket yang ter-install otomatis menggunakan versi 5.2.x.</p>
<p>Jika sudah, silakan dicek lagi apakah versi PHP yang ter-install sudah benar versi 5.2.x dengan perintah <code>dpkg -l | grep php</code>, misalnya outputnya seperti berikut</p>
<blockquote style="overflow: auto; background: #000; color: #0f0;">
<pre>ii  libapache2-mod-php5		5.2.10.dfsg.1-2ubuntu6.4		server-side, HTML-embedded scripting languag
ii  php-pear			5.2.10.dfsg.1-2ubuntu6.4		PEAR - PHP Extension and Application Reposit
ii  php5-cgi			5.2.10.dfsg.1-2ubuntu6.4		server-side, HTML-embedded scripting languag
ii  php5-cli			5.2.10.dfsg.1-2ubuntu6.4		command-line interpreter for the php5 script
ii  php5-common			5.2.10.dfsg.1-2ubuntu6.4		Common files for packages built from the php
ii  php5-dev			5.2.10.dfsg.1-2ubuntu6.4		Files for PHP5 module development
ii  php5-gd			5.2.10.dfsg.1-2ubuntu6.4		GD module for php5
rc  php5-mcrypt			5.2.6-0ubuntu2				MCrypt module for php5
ii  php5-mysql			5.2.10.dfsg.1-2ubuntu6.4		MySQL module for php5
ii  php5-sqlite			5.2.10.dfsg.1-2ubuntu6.4		SQLite module for php5</pre>
</blockquote>
<p>Untuk memudahkan prosesi ini, silakan <a href="http://muhammad.zamroni.net/wp-content/uploads/2010/06/downgrade_php.sh.txt" target="_blank">unduh <em>bash script</em> berikut</a> (jangan lupa ganti namanya menjadi berekstensi .sh dan beri akses <em>execute</em>) yang saya dapatkan <a title="Various ways of running PHP 5.2 on Ubuntu 10.04 Lucid Lynx" href="http://2bits.com/drupal-planet/various-ways-running-php-52-ubuntu-1004-lucid-lynx.html" target="_blank">dari sini</a>. Eksekusi file <em>bash script</em> tersebut menggunakan akses root.</p>
<p>Jika misalnya pengen meng-install paket lain, misalnya <code>php5-xdebug</code>, jangan lupa tambahkan pin telebih dahulu di file <code>/etc/apt/preferences.d/php</code> seperti berikut:</p>
<blockquote><pre>Package: php5-xdebug
Pin: release a=karmic-updates
Pin-Priority: 991</pre>
</blockquote>
<p>Lalu lakukan <code>sudo apt-get update</code> baru meng-install dengan perintah <code>sudo apt-get install php5-xdebug</code>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/downgrade-php-53x-ke-52x-di-ubuntu-10-04-lucid-lynx.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mounting SMBFS Shares</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/mounting-smbfs-shares.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=mounting-smbfs-shares</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/mounting-smbfs-shares.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 09:26:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hacking]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[mount]]></category>
		<category><![CDATA[Samba]]></category>
		<category><![CDATA[smb]]></category>
		<category><![CDATA[smbfs]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[wget]]></category>
		<category><![CDATA[Windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[Kebetulan storage di laptop saya habis, padahal saya butuh mengunduh beberapa file besar. Sialnya, harddisk eksternal tidak dibawa dan flashdisk jelas tidak cukup untuk menyimpan data tersebut.
Untungnya lagi, ada sebuah komputer &#8220;nganggur&#8221; yang cuma dijadiin print server, yang ditenagai oleh MS Windows. Saya pun kepikiran untuk mengunduh dan menyimpan file tersebut di komputer itu, kemudian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kebetulan <em>storage</em> di laptop saya habis, padahal saya butuh mengunduh beberapa file besar. Sialnya, <em>harddisk</em> eksternal tidak dibawa dan <em>flashdisk</em> jelas tidak cukup untuk menyimpan data tersebut.</p>
<p>Untungnya lagi, ada sebuah komputer &#8220;nganggur&#8221; yang cuma dijadiin <em>print server</em>, yang ditenagai oleh MS Windows. Saya pun kepikiran untuk mengunduh dan menyimpan file tersebut di komputer itu, kemudian ketika sudah ada tempat di laptop atau membawa hardisk eksternal, tinggal menyalin dari situ.</p>
<p>Langkah yang paling gampang, memang datang ke komputer tersebut, kemudian melakukan pengunduhan manual dari situ. Namun berhubung saya malas bergerak ke tempat komputer itu berada (plus saya kurang nyaman menggunakan Windows), saya pun mencari cara agar prosesi ini bisa dilakukan secara <em>remote</em>.</p>
<p>Memang paling gampang sih, dengan melakukan SSH ke komputer tujuan, kemudian melakukan perintah <code>wget</code> dari situ. Namun ini kan komputer Windows, yang mana agak sedikit repot untuk melakukan <em>wgetting</em>. Kemudian saya terpikir untuk me-<em>mount</em> <em>folder share</em> tersebut sehingga dianggap sebagai direktori, kemudian melakukan <em>wgetting</em> di direktori tersebut.</p>
<p><span id="more-244"></span>Pertama, pastikan kita punya akses <em>read-write</em> di direktori <em>share</em> tersebut. Biasanya ada <em>username</em> dan <em>password</em> atau memang direktori <em>sharing</em> di Windows tersebut bisa ditulisi oleh siapa pun.</p>
<p>Cara paling mudah mengaksesnya dengan menggunakan Nautilus (saya menggunakan Gnome di Ubuntu) dengan mengakses URL: <code>smb://server-name-or-server-address/share-directory</code> hingga muncul tampilan seperti berikut.</p>
<div id="attachment_245" class="wp-caption alignnone" style="width: 501px"><img class="size-large wp-image-245  " title="Direktori share Windows ditampilkan di Nautilus" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/06/Screenshot-10-1024x640.png" alt="Direktori share Windows ditampilkan di Nautilus" width="491" height="307" /><p class="wp-caption-text">Direktori share Windows ditampilkan di Nautilus</p></div>
<p>Pastikan paket aplikasi Samba sudah terinstall sehingga cara ini bisa dilakukan. Bila belum, <a title="Installing SAMBA" href="https://help.ubuntu.com/8.04/serverguide/C/installing-samba.html" target="_blank">lakukan instalasi seperti berikut</a>.</p>
<p><code>sudo apt-get install samba smbclient smbfs</code></p>
<p>Untuk melakukan <em>mounting</em> ke direktori <em>sharing</em> di Windows (<em>smbfs</em>), gunakan perintah <code>smbmount</code> atau <code>mount -t smbfs</code>. Perintah <code>mount -t smbfs</code> sebenarnya memanggil perintah <code>smbmount</code>, jadi lebih baik pake perintah <code>smbmount</code> langsung.</p>
<p>Perintah lengkapnya adalah sebagai berikut:</p>
<p><code>smbmount //servername/sharename /mountdirectory -o username=mywindowsusername,password=mywindowspassword</code></p>
<p>Jika menggunakan <code>mount</code>, perintahnya jadi seperti ini:</p>
<p><code>mount -t smbfs //servername/sharename /mountdirectory -o username=mywindowsusername,password=mywindowspassword</code></p>
<p>Pada kasus saya, perintah di atas menghasilkan <em>error</em>: <em>Permission denied</em>. Saya pun menggunakan <code>sudo</code> untuk melakukan <em>mounting</em>, karena <em>mount point</em> saya dimiliki oleh root.</p>
<p><code>sudo smbmount //192.168.1.10/data /media/smbtemp -o user=matriphe,password=matriphe,dmask=0777,fmask=0777</code></p>
<p>Tambahan opsi <code>dmask=0777</code> dan <code>fmask=0777</code> adalah untuk memberikan akses <em>read-write</em> ke pengguna biasa.</p>
<p>Done!</p>
<p>Sekarang direktori <em>share</em> di Windows sudah bisa diakses melalui <em>mount point</em> yang kita arahkan. Dalam kasus saya, saya tinggal masuk ke direktori <code>/media/smbtemp</code> dan melakukan <em>wgetting</em> dari direktori tersebut melalui konsol.</p>
<p>Referensi: <a title="http://www.justlinux.com/nhf/Filesystems/Mounting_smbfs_Shares_Permanently.html" href="http://www.justlinux.com/nhf/Filesystems/Mounting_smbfs_Shares_Permanently.html" target="_blank">Mounting smbfs Shares Permanently Help File</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/mounting-smbfs-shares.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Potensi Serangan DoS pada WordPress</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/potensi-serangan-dos-pada-wordpress.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=potensi-serangan-dos-pada-wordpress</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/potensi-serangan-dos-pada-wordpress.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 09:21:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Hacking]]></category>
		<category><![CDATA[WordPress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda pengguna WordPress, segeralah meng-update versi WordPress Anda ke versi terbaru (2.8.5). Versi sebelum 2.8.5 mempunyai potensi untuk diserang melalui file wp-trackback.php yang mengakibatkan gagalnya web server melayani permintaan karena kebanjiran permintaan fiktif (DoS &#8211; Denial of Service).
Saya sebenernya salah satu orang yang malas mengupdate. Tapi membaca postingan berikut ini (juga mendapat peringatan dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika Anda pengguna WordPress, segeralah meng-update versi WordPress Anda ke <a title="WordPress 2.8.5: Hardening Release" href="http://wordpress.org/development/2009/10/wordpress-2-8-5-hardening-release/" target="_blank">versi terbaru (2.8.5)</a>. Versi sebelum 2.8.5 mempunyai potensi untuk diserang melalui file <em>wp-trackback.php</em> yang mengakibatkan gagalnya web server melayani permintaan karena kebanjiran permintaan fiktif (<a title="Denial-of-service attack" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Denial-of-service_attack" target="_blank">DoS &#8211; Denial of Service</a>).</p>
<p>Saya sebenernya salah satu orang yang malas mengupdate. Tapi membaca postingan berikut ini (juga mendapat peringatan dari pihak hosting saya) maka saya pun memutuskan untuk mengupdate WordPress saya. Apalagi kalo menggunakan WordPress sejak versi 2.7.x, update tinggal klik tombol dari <em>dashboard</em>.</p>
<p>Update utama sih terletak pada file <em>wp-trakcback.php</em> tersebut yang menutup kemungkinan serangan via file itu, tapi kalo pengen tahu file-file apa saja yang diubah, silakan baca <a title="Changes from tags/2.8.4  at r12081  to tags/2.8.5  at r12081" href="http://siteo.us/W2" target="_blank">perbedaan <em>source code</em>-nya dari trac</a>.</p>
<p>Pengen tau cara kerja DoS tersebut? Silakan baca <a title="New 0-Day Wordpress Exploit" href="http://www.stevefortuna.com/new-0-day-wordpress-exploit/" target="_blank">blog ini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/potensi-serangan-dos-pada-wordpress.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
