<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>muhammad zamroni &#187; Do You Know?</title>
	<atom:link href="http://muhammad.zamroni.net/category/do-you-know/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muhammad.zamroni.net</link>
	<description>personal playground. tempat bermain dan belajar.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Jul 2010 14:01:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='muhammad.zamroni.net' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
		<item>
		<title>Online Activism: Sebuah Diskusi Pesta Blogger 2009</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/online-activism-sebuah-diskusi-pesta-blogger-2009.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=online-activism-sebuah-diskusi-pesta-blogger-2009</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/online-activism-sebuah-diskusi-pesta-blogger-2009.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 05:54:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Do You Know?]]></category>
		<category><![CDATA[Nokia]]></category>
		<category><![CDATA[online activism]]></category>
		<category><![CDATA[PB2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[
Di Pesta Blogger 2009 ketika mengikuti acara break-out session, saya mengikuti tema &#8220;online activism&#8221; yang disponsori oleh Nokia. Selain temanya yang menarik, kehadiran Nova Ryanti Yusuf (Noriyu), dokter spesialis kejiwaan yang menjadi anggota DPR periode 2009-2014, yang cantik itu membuat saya bersemangat. Diskusi yang dimoderatori Enda Nasution itu juga dihadiri oleh Raditya Dika.
Noriyu mengawali diskusi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-165" title="Nokia Online Activism Discussion" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/10/nokia-online-activism.jpg" alt="Nokia Online Activism Discussion" width="400" height="300" /></p>
<p>Di <a title="Pesta Blogger" href="http://pestablogger.com" target="_blank">Pesta Blogger 2009</a> ketika mengikuti acara <em>break-out session</em>, saya mengikuti tema &#8220;<em>online activism</em>&#8221; yang disponsori oleh Nokia. Selain temanya yang menarik, kehadiran <a title="Facebook Noriyu" href="http://www.facebook.com/noriyu" target="_blank">Nova Ryanti Yusuf (Noriyu)</a>, dokter spesialis kejiwaan yang menjadi anggota DPR periode 2009-2014, yang cantik itu membuat saya bersemangat. Diskusi yang dimoderatori Enda Nasution itu juga dihadiri oleh Raditya Dika.</p>
<p><span id="more-164"></span>Noriyu mengawali diskusi dengan bercerita tentang kiprahnya memanfaatkan media Internet (blog, microblogging, dsb) ketika berkampanye dalam Pemilu legislatif kemarin. Selain daerah pemilihannya di Jakarta Selatan, Noriyu juga mendapat daerah pilihan di luar negeri. Untuk mengakomodir kampanye ke luar negeri ini, Noriyu menggunakan media Internet untuk menyampaikan visi dan misinya.</p>
<p>Menurut Noriyu, melalui blog, dia bisa memberikan ide serta gagasan-gagasannya ke publik dan mendapatkan respon dari publik sehingga bisa tercipta diskusi. Melalui Twitter, Noriyu bisa mendapatkan informasi serta menyebarkan gagasan-gagasannya dengan lebih cepat.</p>
<p>Ketika menjadi anggota DPR pun, ia makin merasakan pentingnya <em>online activism</em> di parlemen untuk bisa proaktif menyampaikan gagasan ke masyarakat dan mendapatkan masukan dari masyarakat pula. Salah satu ide dan gagasan yang sedang diangkat oleh Noriyu adalah tentang UU untuk melindungi kesehatan kejiwaan (sesuai dengan bidangnya), karena menurutnya tidak ada kesehatan tanpa kesehatan jiwa.</p>
<p>Noriyu begitu terbuka untuk menerima masukan dan gagasan dari para pengguna Twitter. <a title="dr. Noriyu, Sp.KJ." href="http://twitter.com/novariyanti" target="_blank">Twitternya</a> menarik untuk di-follow nih, sepertinya. <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/smile.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_166" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-166" title="Nova Riyanti Yusuf talks" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/10/novariyu-talks.jpg" alt="Nova Riyanti Yusuf sedang berbicara" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Nova Riyanti Yusuf sedang berbicara</p></div>
<p>Raditya Dika berbeda lagi. Menurutnya, <em>online activism</em> itu bisa digunakan untuk aktivitas marketing yang sangkil dan murah. Contohnya adalah ketika buku pertamanya Kambing Jantan terbit, ternyata penjualannya sangat tidak sesuai harapan. Akhirnya dimulailah usahanya coba-coba untuk mempromosikan bukunya itu di blog yang kemudian secara viral, bukunya pun mulai laku dijual.</p>
<p>Menurutnya pula, karena orang Indonesia mempunyai minat untuk selalu terlibat dan melakukan kegiatan secara bareng-bareng, potensi ini kemudian digunakan untuk melakukan pemasaran daring dengan perlakuan yang unik. Salah satunya ketika promo filmnya, Raditya mengajak pembaca blognya untuk memasang semacam banner yang berhadiah tiket gratis.</p>
<p>Keterlibatan pembaca ini merupakan potensi yang bisa dimanfaatkan <em>brand</em> untuk memasarkan sesuatu. Melalui games-games kecil, yang intinya melibatkan <em>user</em> dalam suatu <em>online activism</em>, membuat <em>user</em> akan betah dan bila merasa menyenangkn, si <em>user</em> akan menyebarkannya secara viral.</p>
<p>Enda Nasution menambahkan bahwa agar suatu aktivitas daring bisa berhasil, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, tujuannnya harus jelas dan spesifik serta memiliki periode sehingga keberhasilannya bisa diukur. Aktivitas daring juga harus memiliki suatu <em>trigger</em> berupa kedekatan emosional untuk bisa menggerakkan orang ikut berpartisipasi.</p>
<p>Jika isu yang diangkat terlalu kecil ruang lingkupnya, agar mendapat perhatian yang masif, perlu diperluas cakupannya. Gugah orang lain agar mempunyai <em>interest</em> dengan suatu isu dengan cara-cara yang &#8220;emosional&#8221;.</p>
<p>Momen juga penting supaya isu yang diangkat mampu menggugah secara emosional. Misalnya even sumpah pemuda, perayaan kemerdekaan, tentu bisa menjadi penggugah yang efektif.</p>
<p>Ketika semua sudah siap, cari <a title="Going with The Flow" href="http://www.navinot.com/2009/10/12/going-with-the-flow/" target="_blank"><em>influencer</em> atau <em>rainmaker</em></a> yang mempunyai &#8220;massa&#8221; tertentu untuk menyebarkan isu-isu tersebut. Apa yang diungkapkan oleh <em>influencer</em> dan <em>rainmaker</em> tentu akan sangat efektif dan mudah diikuti terutama oleh para pengikutnya.</p>
<p><em>Online activism</em> mampu menyebarkan isu dengan sangat cepat dan real-time. Jangkauannya pun sangat luas, global, serta tidak terbatas daerah dan budaya. Oleh karena itu, <em>offline activism</em> perlu didukung dengan <em>online activism</em> karena kedua aktivitas ini mempunyai ciri dan kelebihan yang berbeda dan dapat saling melengkapi.</p>
<p>Pada sesi yang berlangsung selama satu jam ini, peserta banyak yang berbagi pengalamannya dalam melakukan aktivitas daring. Dari semuanya memang belum sukses benar karena tips-tips dan trik yang disampaikan pembicara itu belum sepenuhnya diterapkan.</p>
<p>Yang menarik, sesorang peserta berbagi tentang aktivitasnya di dunia maya yang membuatnya terjebak dalam suatu masalah, bahkan mendapat ancaman secara fisik. Di sini Raditya Dika memberi saran agar ketika kita hendak menyampaikan sesuatu yang kontroversial selayaknya memikirkan juga dampaknya. Jika memang sekiranya apa yang disuarakan itu ada pendukungnya (baik secara opini dan perlindungan hukum) silakan diteruskan, tapi bila tidak, cari dukungan terlebih dahulu (misal dengan bergabung dengan suatu komunitas) sehingga bila terjadi masalah akan ada perlindungan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/online-activism-sebuah-diskusi-pesta-blogger-2009.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Barcode Google</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/barcode-google.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=barcode-google</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/barcode-google.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 07:12:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Do You Know?]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[barcode]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[logo]]></category>
		<category><![CDATA[ZXing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[
Jika membuka halaman Google hari ini (7 Oktober), logo Google berubah menjadi barcode. Seperti biasa, Google merayakan suatu even tertentu dengan mengganti-ganti logonya dengan tema yang sesuai hari tersebut (Google Doodle).
Kali ini Google merayakan ulang tahun ke-57 pematenan barcode pada tanggal 7 Oktober 1952. Barcode ditemukan oleh Norman Woodland dan Bernard Silver pada Oktober 1949.
Logo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-149" title="Google barcode" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/10/google_barcode.gif" alt="Google barcode" width="387" height="204" /></p>
<p>Jika membuka halaman <a title="Google" href="http://google.com/" target="_blank">Google</a> hari ini (7 Oktober), logo Google berubah menjadi <em>barcode</em>. Seperti biasa, Google merayakan suatu even tertentu dengan mengganti-ganti logonya dengan tema yang sesuai hari tersebut (Google Doodle).</p>
<p>Kali ini Google merayakan ulang tahun ke-57 pematenan <em>barcode</em> pada tanggal 7 Oktober 1952. <em>Barcode</em> ditemukan oleh Norman Woodland dan Bernard Silver pada Oktober 1949.</p>
<p>Logo barcode Google ini bila dibaca berbunyi &#8220;Google&#8221; yang dikodekan dengan menggunakan sistem enkoding <a title="Code 128 Barcode" href="http://www.makebarcode.com/specs/code_128.html" target="_blank">Code 128</a>, sebuah protokol standar untuk mengubah karakter ASCII menjadi <em>barcode</em>.</p>
<p>Selain itu, Google juga mempunyai proyek <em>open-source</em> pemrosesan <em>barcode</em> yang bernama <a title="ZXing" href="http://code.google.com/p/zxing/" target="_blank">ZXing (&#8220;Zebra Crossing&#8221;)</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/barcode-google.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asal Kata Lonthé</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/asal-kata-lonthe.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=asal-kata-lonthe</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/asal-kata-lonthe.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 18:44:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Do You Know?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Berawal dari Mas Blonty van Mbois yang menggulirkan pertanyaan ini dan memberikan jawabannya di blognya dalam bahasa Jawa. Saya mencoba menerjemahkannya ke dalam Bahasa Indonesia supaya bisa dinikmati &#8211;halah&#8211; oleh khalayak.
Sebagai awalan, lonthé adalah sebutan populer untuk wanita tuna susila, pelacur, pekerja seks komersil, di daerah Jawa Tengah (dan Yogyakarta). Yang menarik, dari mana kah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berawal dari <a title="Bloentank Poer" href="http://blontankpoer.com/" target="_blank">Mas Blonty van Mbois</a> yang <a title="Asalé Tembung LONTHÉ" href="http://blontankpoer.com/asale-tembung-lonthe/" target="_blank">menggulirkan pertanyaan ini</a> dan <a title=" Asalé Tembung LONTHÉ (2)" href="http://blontankpoer.com/asale-tembung-lonthe-2/" target="_blank">memberikan jawabannya</a> di blognya dalam bahasa Jawa. Saya mencoba menerjemahkannya ke dalam Bahasa Indonesia supaya bisa dinikmati &#8211;halah&#8211; oleh khalayak.</p>
<p>Sebagai awalan, <em>lonthé</em> adalah sebutan populer untuk wanita tuna susila, pelacur, pekerja seks komersil, di daerah Jawa Tengah (dan Yogyakarta). Yang menarik, dari mana kah sebutan &#8220;<em>lonthé</em>&#8221; ini berasal?</p>
<p>Berawal dari obrolan beliau dengan salah satu rekannya yang seorang sarjana sastra Jawa. Sampai sekarang misteri asal-usul kata <em>lonthé</em> ini masih berlanjut. Menurut sarjana sastra Jawa tadi, kuat dugaan kata <em>lonthé</em> berasal dari sebutan anak hewan, seperti <em>belo</em> untuk menyebut anak kuda, <em>pedhét</em> untuk menyebut anak sapi, <em>cempé</em> untuk menyebut anak kambing, dan sebagainya.</p>
<p><span id="more-109"></span>Awalnya, kata <em>lonthé</em> ini netral, tidak memiliki &#8220;nilai rasa&#8221;, seperti halnya kita menyebut kata &#8220;kursi&#8221;, &#8220;beton&#8221;, &#8220;meja&#8221;, &#8220;direktur&#8221;, &#8220;polisi&#8221;, &#8220;artis&#8221;, &#8220;nasi&#8221;, &#8220;roti&#8221;, dan sebagainya. Nilai rasa dan makna kata ini berubah karena adanya <em>eufemisme</em>, di mana satu kata bisa memiliki banyak makna.</p>
<p>Dari diskusi yang dilakukan Mas Blonty di Facebooknya, Mas Blonty mengumpulkan pendapat dari kawan-kawannya. Ada beberapa pendapat yang muncul, berikut saya mencoba merangkumnya.</p>
<ol>
<li>Ada yang bilang, kata <em>lonthé</em> berasal dari kata <em>loonely</em> (kesepian), pendapat ini dimuat di tulisan Jayabaya tahun 80-an.</li>
<li><em>Lonthé</em> adalah nama hewan yang keluar di malam hari berbentuk semacam ngengat namun kecil. Di Jateng hewan ini disebut <em>othé-othé</em> dan di Jatim hewan ini disebut dengan <em>lonthé</em>.</li>
<li><em>Lonthé</em> adalah nama serangga seperti ngengat berwarna putih, baunya harum, dan keluar hanya di waktu malam (<em>nocturnal</em>), sukanya mengerubungi cahaya/api, sehingga kerapkali karena terlalu dekat, serangga ini terbakar. Seiring perkembangan jaman, sebutan <em>lonthé</em> digunakan untuk merujuk ke orang yang tingkah lakunya mirip dengan serangga tadi, yaitu suka keluar malam, berwarna putih (<em>make-up</em> tebal dengan bedak berwarna putih), wangi, dan suka mengerubung gemerlap cahaya (sering ditemui di tempat dugem, <em>clubbing</em>, <em>ajeb-ajeb</em>), sehingga sering &#8220;terbakar&#8221; oleh riuhnya suasana.</li>
<li>Karena <em>lonthé</em> merupakan serangga <em>hermaprodhite</em> (berkelamin ganda), maka  <em>lonthé</em> juga bisa ditujukan kepada pria (lola &#8212; <em>lonthé lanang</em>).</li>
<li><em>Othak-athik-gathuk</em> (disambung-sambungin), kata <em>lonthé</em> bisa jadi merupakan akronim, yaitu dari kalimat <em>kelon thélé-thélé</em> (duh, ini apa ya terjemahannya?).</li>
<li>Pada buku &#8220;Sejarah dan Perkembangan Pelacuran di Indonesia&#8221;, <em>lonthé</em> adalah simpanan raja-raja yang dikaryakan.</li>
<li>Para pelaku seni karawitan kuno sering menggunakan kata <em>sénthé</em> (sejenis tanaman umbi-umbian) untuk menyebut orang yang suka melakukan <em>ngimpul wulung</em> (duh, ini terjemahannya gimana, ya?). <em>Sénthé</em>.. <em>nyénthé</em>.. <em>ngelonthé</em>..</li>
<li>Daun <em>sénthé</em> selalu kering meski diguyur dengan air. Bisa jadi sifat daun <em>sénthé</em> yang selalu &#8220;kering&#8221; ini digunakan untuk menyebut kelakuan <em>lonthé</em> yang suka menjaga diri tetap &#8220;kering&#8221; (tidak menikmati, tidak merasakan kenikmatan seksual).</li>
</ol>
<p>Demikian kira-kira rangkuman dari berbagai pendapat yang masuk di artikel Facebook Mas Blonty. Silakan dipikirkan dan ditimbang-timbang sendiri kira-kira mana yang &#8220;cocok&#8221;. Minimal bisa menambah wawasan kita. <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/smile.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saya juga melemparkan pertanyaan ini ke <a title="Zen RS" href="http://pejalanjauh.com/" target="_blank">Zen</a> yang keren banget dalam urusan sejarah dan sastra. <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/smile.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/asal-kata-lonthe.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nashrudin Hoja dan Abu Nawas, Benarkah Ada?</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/nashrudin-hoja-dan-abu-nawas-benarkah-ada.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=nashrudin-hoja-dan-abu-nawas-benarkah-ada</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/nashrudin-hoja-dan-abu-nawas-benarkah-ada.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 08:04:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Do You Know?]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Nawas]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Jalaludin Rumi]]></category>
		<category><![CDATA[Nashrudin]]></category>
		<category><![CDATA[Nashrudin hoja]]></category>
		<category><![CDATA[Nasruddin]]></category>
		<category><![CDATA[Nasruddin Hoja]]></category>
		<category><![CDATA[sufi]]></category>
		<category><![CDATA[sufisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Dari sebuah thread diskusi di milis CahAndong, muncul pertanyaan tentang kebenaran kedua tokoh ini. Apakah Nashrudin Hoja dan Abu Nawas ini beneran ada, atau cuma fiktif belaka?
Kita semua tahu kalo kedua tokoh ini seringkali nongol dalam cerita-cerita sufisme, cerita mengenai kebijaksanaan yang dibalut dengan bumbu kelucuan dan kekonyolan. Namun, siapa yang tau tentang sejarah dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari sebuah <em>thread</em> diskusi di milis <a title="CahAndong" href="http://cahandong.org" target="_blank">CahAndong</a>, muncul pertanyaan tentang kebenaran kedua tokoh ini. Apakah Nashrudin Hoja dan Abu Nawas ini beneran ada, atau cuma fiktif belaka?</p>
<p>Kita semua tahu kalo kedua tokoh ini seringkali nongol dalam cerita-cerita sufisme, cerita mengenai kebijaksanaan yang dibalut dengan bumbu kelucuan dan kekonyolan. Namun, siapa yang tau tentang sejarah dan kisah hidup mereka?</p>
<p>Saya pun menyadur dan menyunting penjelasan dari <a title="Pejalan Jauh" href="http://pejalanjauh.com/" target="_blank">Zen RS</a> yang dipaparkan di dalam thread tersebut, sekedar menyelamatkan potongan sejarah di belantara teks dan biarkan mesin pencari yang menemukan artikel ini. :)</p>
<p><span id="more-77"></span></p>
<h3>Nashrudin Hoja</h3>
<p>Nashrudin Hoja adalah legenda dari masa kejayaan Islam pada periode abad ke-13. Legendanya tersebar dari mulai Turki, Persia, sampai ke pecahan negara-negara Soviet yang warganya banyak menganut Islam, seperti Tajikistan atau Kazakhstan.</p>
<p>Ada banyak versi tentang asal kelahiran Nashrudin. Tapi semua versi rata-rata memang mengiyakan kalau ia hidup di abad ke-13. Sumber tertua tentang kehidupan Nashrudin ini termuat dalam buku terbitan tahun 1480 yang berjudul <em>Saltukname</em>.</p>
<p>Dalam buku itu disebutkan kalau Nashrudin di Sivrihisar, salah satu kawasan di Turki, pada 1208. Dari situ ia berkelana ke banyak tempat sampai akhirnya ia wafat pada 1284. Ada yang menyebutkan ia wafat di Konya, kota penting dalam tradisi sufisme dan mistisme Islam, karena di sanalah Jalaluddin Rumi membangun dan mendirikan tarikat Maulawiyah, yang terkenal dengan tarian sama&#8217;-nya yang berputar-putar (dengan kedua tangan merentang ke samping, satu telapak tangan menghadap ke atas, satu telapak tengan menghadap ke bawah).</p>
<p>Hoja yang ada di belakang nama Nashrudin sendiri kurang lebih berarti <em>teacher</em> atau <em>scholar</em>.</p>
<div id="attachment_78" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-78 " title="Patung Nashrudin Hoja" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/09/Khodja_Nasritdin.jpg" alt="Patung perunggu Nashrudin Hoja yang tersenyum sedang duduk di atas keledai di Bukhara, Uzbekistan" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Patung perunggu Nashrudin Hoja yang tersenyum sedang duduk di atas keledai di Bukhara, Uzbekistan</p></div>
<p>Sedemikian populernya karakter Nashrudin, sampai-sampai di Turki pada setiap bulan Juli digelar &#8220;International Nashrudin Hoja Festival&#8221;. Pada 1996-1997, UNESCO pernah mendeklarasikan tahun itu sebagai &#8220;International Nasruddin Year&#8221;.</p>
<p>Kisah-kisah Nashrudin yang kita baca dan kita dengar kemungkinan diambil dari kompilasi kisah-kisah yang dikumpulkan penulis Afghanistan, Idris Shah, yang sempat menerbitkan tiga volume buku tentang kisah-kisahnya.</p>
<p>Paulo Coelho, dari wawancaranya di New York Book Review beberapa tahun lalu, menyebut Nashrudin sebagai &#8220;Si Bijak dari Timur&#8221;.</p>
<p>Bagi kalangan Islam, terutama mereka yang aktif sebagai penghayat sufisme dalam pelbagai tarekat, kisah-kisah Nashrudin sering digunakan sebagai alegori dalam pengajaran-pengajaran sufisme. Salah satu ciri dari pengajaran sufisme memang terletak pada &#8211;selain menekankan pada laku alias praktik&#8211; penyampaian-penyampaian nilai-nilai agama melalui kisah, anekdot, alegori, fabel dan yang sejenisnya, ketimbang menggunakan teori-teori Al-Falasifa yang dikembangkan para failasuf.</p>
<h3>Abu Nawas</h3>
<p>Riwayat Abu Nawas ini jauh lebih seru daripada Nashrudin. </p>
<p>Yang mengherankan, kenapa Abu Nawas dikesankan sebagai seorang yang cenderung konyol, orang bijak yang senang bermain-main atau memain-mainkan nasehat, atau guru sufi yang &#8220;sangat saleh&#8221; atau yang sejenisnya. Lebih dari sekadar itu, ia adalah seorang pemberontak pada masanya, mungkin seperti Marquis de Sade pada era Napoleon yang bengalnya ga ketulungan (kata &#8220;sado&#8221; &#8211;yang berarti &#8220;sadis&#8221;&#8211; dalam frase <em>sado-masokis</em> diambil dari namanya).</p>
<div id="attachment_79" class="wp-caption alignright" style="width: 252px"><img src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/09/abu_nuwas.gif" alt="Abu Nawas (756-810)" title="Abu Nawas (756-810)" width="242" height="305" class="size-full wp-image-79" /><p class="wp-caption-text">Abu Nawas (756-810)</p></div>
<p>Abu Nawas memang bisa ditemukan dalam salah satu versi cerita &#8220;1001 Malam&#8221;. Perlu diingat, kisah 1001 Malam itu ditulis tidak sekali jadi, bahkan plot awalnya dipercaya sudah muncul sejak masa pra-Islam. Selanjutnya, kisah itu berkembang sedemikian rupa, di banyak wilayah, dengan melibatkan banyak penulis dan pujangga, dengan versi yang juga beragam. Nah, Abu Nawas masuk dalam salah satu versi itu.</p>
<p>Tapi menganggap Abu Nawas sebagai tokoh fiksi jelas juga keliru. Abu Nawas adalah sosok historis, benar-benar ada, pernah hidup. Ia diperkirakan lahir pada pertengahan abad ke-8, antara tahun 740 sampai 760-an, kira-kira seabad setelah wafatnya Muhammad SAW.</p>
<p>Ayahnya anggota tentara Marwan II, angkatan perang terakhir Umayah, berdarah Arab, sementara ibunya berasal dari Persia. Arab dan Persia merupakan dua kebudayaan besar yang punya tradisi susastra yang kuat dan panjang, sehingga &#8211;tidak bisa tidak&#8211; Tuhan pun harus menurunkan Al Qur&#8217;an dengan capaian nilai sastra yang adiluhung, sebab jika tidak, Al Qur&#8217;an akan dengan mudah dilecehkan sebagai tak lebih dari syair picisan.</p>
<p>Dalam situasi itulah Abu Nawas tumbuh dengan minat yang besar dalam bidang bahasa dan sastra. Ketika menetap di Baghdad, ia sudah matang sebagai penyair dan cendekiawan. Kisah-kisah di mana Abu Nawas yang sering berdialog atau ngerjain sultan, kemungkinan terjad di Baghdad ini, karena ia dipercaya memang akrab dengan Khalifah Harun Al-Rasyid, atau bahkan dianggap sebagai penyair kesayangan Khalifah.</p>
<p>Sutardji Calzoum Bachri yang dulu demen mabok pas baca puisi, bisa dibilang ndak ada apa-apanya dibandingkan dengan Abu Nawas. Abu Nawas dikenal sebagai penyair yang senang mabok, pesta-pora dengan anggur dan <em>khamr</em>.</p>
<p>Salah satu kisah legendaris menyebut Abu Nawas pernah kedapatan tepar di jalan raya tepat saat Khalifah lewat bersama salah satu istrinya. Ini membuat Khalifah malu bukan kepalang karena penyair kesayangannya bertingkah gila-gilaan macam itu. Biar bagaimana pun, pada saat itu, juga hingga sekarang, <em>khamr</em> memang dilarang dalam standar kode hukum Islam.</p>
<p>Nah, di situ lah salah satu lapis kehidupan Abu Nawas yang tak banyak diketahui orang. Kehidupan Abu Nawas dan puisi-puisinya penuh dengan perayaan hidup yang untuk masanya bisa dianggap hedonis. Ia senang mabuk-mabukan. Bukan hanya itu, ia juga salah seorang yang dianggap menganjurkan perayaan seksual, termasuk hubungan sejenis kelamin.</p>
<p>Ada banyak riwayat yang mengisahkan kisah cinta Abu Nawas dengan beberapa anak lelaki. Semua itu banyak ditemukan dalam puisi-puisinya. Dalam buku puisi <em>Perfumed Garden</em> karangannya, mudah sekali ditemukan nuansa-nuansa yang menggambarkan hubungan seksual, termasuk hubungan sejenis.</p>
<p>Dari esai <em>Javad Nurbhaks</em> di jurnal Kalam, mungkin Abu Nawas adalah penyair Arab pertama yang sudah menyebut masturbasi dalam puisi-puisinya. Tapi ini pasti satu tradisi yang sudah panjang, karena bahkan Yesus dari Nazareth pun minum anggur pada saat perjamuan terakhir dan anggur (bukan tradisi penyimpangan seksualnya) juga menjadi salah satu komponen penting dalam sejumlah ritual ibadah umat Nasrani.</p>
<p>Tidak mengherankan, saat rezim berganti, ia pun akhirnya mengalami pengasingan. Bukan hanya Khalifah yang baru tidak senang padanya, tapi saudaranya juga ada yang jengah dengan keliaran hidup seorang Abu Nawas.</p>
<p><em>Khamr</em> dan hubungan intim sejenis sebenarnya bukan tema yang asing. Sudah biasa dalam tradisi sufi, anggur menjadi bagian tak terpisahkan. Anggur dianggap sebagai alegori dari kenikmatan penyatuan dengan yang serba surgawi. Jalaluddin Rumi itu senang sekali dengan anggur. Anggur bertaburan dalam puisi panjangnya yang dahsyat dan terkenal itu, Al-Mastnawi </p>
<p>Sudah sangat biasa pula para sufi <em>luntang-lantung</em> dengan murid-murid laki-lakinya. Rumi lagi-lagi jadi kisah paling ilustratif tentang ini. Hubungannya dengan tiga guru utamanya, terutama guru pertamanya yaitu Syams dari Tabriz, sangatlah intim. Sampai-sampai, saat Syams menghilang dari Konya, Rumi benar-benar patah hati, kerjaannya cuma nyanyi-nyanyi dan menari-nari di jalanan Konya. Ia ndak mau ngajar murid-muridnya yang lain. Saat Syams kembali, pulihlah normalistas kehidupan Rumi. Saat Rumi sedang mengerjakan karya agung Al-Matsnawi, Rumi saat itu sudah ditinggal Syams kembali berkelana dan &#8220;berguru&#8221; pada Hisyamuddin. Saat Hisaymuddin kembali ke kampungnya selama beberapa waktu, Rumi tiba-tiba jadi <em>stuck</em> dan ndak bisa menulis Al-Mastnawi lagi.</p>
<p>** Ini hanya seperti mengulang kisah Musa dan Harun yang &#8211;dalam sirah Islam&#8211; dianggap selalu runtang-runtung bareng atawa kisah Ashabul Kahfi tentang para pemuda saleh yang kompak dan runtuang-runtung bareng sampai-sampai juga kompak melarikan diri ke dalam gua utk menghindari penguasa lalim, lalu ditidurkan oleh Tuhan selama hampir satu abad. Kira-kira seperti hubungan antara Socrates dan Plato. Hihihihi&#8230;</p>
<p>Salah satu penyair Arab yang terpengaruhi oleh Abu Nawas adalah Omar Khayam, yang berasil mempopulerkan genre puisi <em>rubayyat</em> yang pada masanya dianggap syair-syair picisan. Jika merujuk novel sejarah tentang Khayam yang ditulis Amin Maalouf (sudah diterjemahkan oleh penerbit Serambi), di situ Khayam seperti Abu Nawas, seorang cendekiawan dan penyair yang <em>free thinker</em>, senang minum anggur, dan menjalin kisah asmara nan menggelora dengan &#8211;kali ini normal&#8211; seorang perempuan di luar pernikahan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/nashrudin-hoja-dan-abu-nawas-benarkah-ada.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Skala Richter dan Modified Mercalli Intensity</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/skala-richter-dan-modified-mercalli-intensity.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=skala-richter-dan-modified-mercalli-intensity</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/skala-richter-dan-modified-mercalli-intensity.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 09:03:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Do You Know?]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[MMI]]></category>
		<category><![CDATA[Modified Mercalli Intensity]]></category>
		<category><![CDATA[Skala Richter]]></category>
		<category><![CDATA[SR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Setiap kali terjadi gempa, kita selalu bertanya-tanya, gempa tadi berapa Skala Richter (SR) sih? Dan ketika kita mendapat jawaban, pertanyaan berikutnya yang muncul adalah seberapa besar kerusakan yang ditimbulkan?
Kita seringkali rancu dengan istilah dan penskalaan ini. Seperti pada gempa yang terjadi kemarin, yang mengguncang wilayah Tasikmalaya dengan kekuatan sekitar 7,3 SR yang efeknya sampai ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap kali terjadi gempa, kita selalu bertanya-tanya, gempa tadi berapa Skala Richter (SR) sih? Dan ketika kita mendapat jawaban, pertanyaan berikutnya yang muncul adalah seberapa besar kerusakan yang ditimbulkan?</p>
<p>Kita seringkali rancu dengan istilah dan penskalaan ini. Seperti pada <a title="Gempabumi Berkekuatan 7.3 SR Guncang Tasikmalaya" href="http://www.bmkg.go.id/dataDetail.bmkg?Jenis=Teks&amp;IDS=5408481373414691018&amp;IDD=2406395932382324011" target="_blank">gempa yang terjadi kemarin</a>, yang mengguncang wilayah Tasikmalaya dengan kekuatan sekitar 7,3 SR yang efeknya sampai ke beberapa tempat di Jawa termasuk Jakarta. Bila dibandingkan dengan gempa Jogja tanggal 27 Mei 2006 lalu, meski di Jogja &#8220;cuma&#8221; 5,9 SR, namun kerusakannya sangat parah.</p>
<p><span id="more-71"></span>Skalar Richter digunakan untuk mengukur seberapa besar kekuatan (energi yang dilepaskan akibat) gempa dari pusatnya (episentrum). <a title="What is Richter Magnitude?" href="http://www.seismo.unr.edu/ftp/pub/louie/class/100/magnitude.html" target="_blank">Kekuatan ini diukur dengan suatu hitungan logaritma berbasis 10 yang datanya diambil dari seismograf.</a> Untuk mendapatkan gambaran kekuatan, kekuatan gempa ini biasanya dibandingkan dengan kekuatan akibat ledakan TNT.</p>
<p>Karena SR dihitung dengan menggunakan alat dan rumus yang pasti, angka SR ini selalu sama. Bila ada perbedaan, biasanya terjadi karena faktor pembulatan angka di belakang koma saja.</p>
<div id="attachment_72" class="wp-caption alignright" style="width: 210px"><img class="size-full wp-image-72 " title="Giuseppe Mercalli" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/09/Giuseppe-mercalli.gif" alt="Giuseppe Mercalli" width="200" height="190" /><p class="wp-caption-text">Giuseppe Mercalli</p></div>
<p>Berbeda dengan skala MMI (Modified Mercalli Intensity) yang dicetuskan oleh Giuseppe Mercalli pada tahun 1902. MMI digunakan untuk mengukur seberapa besar kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa. Tidak ada cara penghitungan karena ukuran ini ditentukan berdasar hasil pengamatan dari orang yang mengalami atau melihat gempa.</p>
<p>Bila <a title="Earthquake Magnitude Scale" href="http://www.geo.mtu.edu/UPSeis/magnitude.html" target="_blank">SR dinyatakan dengan angka desimal (skala 1-10)</a>, <a title="Modified Mercalli Intensity Scale" href="http://www.geo.mtu.edu/UPSeis/Mercalli.html" target="_blank">skala MMI dinyatakan dalam angka romawi (skala I-XII)</a>, di mana angka yang besar berarti menandakan kekuatan yang besar (SR) dan kerusakan yang parah (MMI).</p>
<p>Karena dihitung berdasar pengamatan, skala MMI ini tidak sama di setiap tempat. Lokasi yang dekat dengan episentrum (pusat gempa) harusnya memiliki skala MMI yang besar.</p>
<p>Yang harus diingat, SR besar belum tentu menimbulkan kerusakan yang besar (MMI besar), karena tingkat kerusakan juga tergantung pada jarak dan kedalaman episentrum.</p>
<p>Jadi, kalo ada gempa, kita tidak perlu bingung lagi, dan pertanyaan menjadi begini, &#8220;gempanya berapa SR dan kerusakannya berapa MMI?&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/skala-richter-dan-modified-mercalli-intensity.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saran Google Tentang Google</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/saran-google-tentang-google.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=saran-google-tentang-google</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/saran-google-tentang-google.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 05:20:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Do You Know?]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[iseng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Fasilitas suggestions di Google yang muncul ketika kita memasukkan kata sangat membantu kita. Fitur ini juga memudahkan kita menemukan kata yang kita cari tanpa perlu menuliskannya dengan lengkap. Fitur ini juga membantu kita terhindar dari salah ketik.
Nah, saya menemukan hal yang lucu ketika mencoba memasukkan kata kunci &#8220;google is&#8221; di kolom pencarian Google pada perambah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Features: Query suggestions" href="http://www.google.com/support/websearch/bin/answer.py?hl=en&amp;answer=106230" target="_blank">Fasilitas <em>suggestions</em> di Google</a> yang muncul ketika kita memasukkan kata sangat membantu kita. Fitur ini juga memudahkan kita menemukan kata yang kita cari tanpa perlu menuliskannya dengan lengkap. Fitur ini juga membantu kita terhindar dari salah ketik.</p>
<p>Nah, saya menemukan hal yang lucu ketika mencoba memasukkan kata kunci &#8220;<em>google is</em>&#8221; di kolom pencarian Google pada perambah Firefox. Hasilnya?</p>
<div id="attachment_64" class="wp-caption alignnone" style="width: 275px"><img class="size-full wp-image-64" title="Fasilitas Suggestions Google di toolbar Firefox" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/09/google-thinks.png" alt="Fasilitas Suggestions Google di toolbar Firefox" width="265" height="225" /><p class="wp-caption-text">Fasilitas Suggestions Google di toolbar Firefox</p></div>
<p>Anda juga bisa mencobanya di <a title="Google" href="http://www.google.co.id/" target="_blank">web Google</a>, lalu bandingkan hasilnya. <img src='http://muhammad.zamroni.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/smile.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/saran-google-tentang-google.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pilih Coke, Fanta, atau Sprite?</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/pilih-coke-fanta-atau-sprite.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=pilih-coke-fanta-atau-sprite</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/pilih-coke-fanta-atau-sprite.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 18:32:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Do You Know?]]></category>
		<category><![CDATA[Coca Cola]]></category>
		<category><![CDATA[coke]]></category>
		<category><![CDATA[Fanta]]></category>
		<category><![CDATA[gizi]]></category>
		<category><![CDATA[kalori]]></category>
		<category><![CDATA[karbohidrat]]></category>
		<category><![CDATA[McD]]></category>
		<category><![CDATA[McDonalds]]></category>
		<category><![CDATA[nutrisi]]></category>
		<category><![CDATA[Sprite]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Lembar informasi nilai gizi itu menjadi alas dari nampan hidangan McDonald&#8217;s yang saya pesan. Saya yakin, ndak banyak orang yang memperhatikan informasi ini, walau pencantuman informasi nilai gizi ada aturannya.
Yang menarik, saya menemukan informasi bahwa kandungan karbohidrat dan kalori dari Fanta Strawberry paling tinggi bila dibandingkan dengan produk sejenis (Coke dan Sprite) meski produsen minuman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lembar informasi nilai gizi itu menjadi alas dari nampan hidangan McDonald&#8217;s yang saya pesan. Saya yakin, ndak banyak orang yang memperhatikan informasi ini, walau pencantuman informasi nilai gizi <a title="PEDOMAN PENCANTUMAN INFORMASI NILAI GIZI PADA LABEL PANGAN" href="http://www.pom.go.id/public/hukum_perundangan/pdf/SK%20Informasi%20Nilai%20Gizi.pdf" target="_blank">ada aturannya</a>.</p>
<div id="attachment_58" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-58" title="Lembar informasi nilai gizi" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/08/nutrition-info-leaflet.jpg" alt="Lembar informasi nilai gizi" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Lembar informasi nilai gizi</p></div>
<p><span id="more-57"></span>Yang menarik, saya menemukan informasi bahwa kandungan karbohidrat dan kalori dari Fanta Strawberry paling tinggi bila dibandingkan dengan produk sejenis (Coke dan Sprite) meski produsen minuman ini adalah sama, yaitu CocaCola Company.</p>
<p>Dalam tabel informasi nilai gizi minuman, setiap penyajian 200 mL, Fanta Strawberry mengandung 31 gram karbohidrat dan 120 kalori/penyajian, disusul Sprite yange mengandung 27 gram karbohidrat dan 100 kalori/penyajian, dan yang paling rendah adalah Coke dengan 22 gram karbohidrat dan 84 kalori/penyajian.</p>
<p>Informasi unik lainnya, rupanya minuman orange juice memiliki kandungan karbohidrat tertinggi dari semua minuman yang disajikan di McD, yaitu karbohidrat sebesar 38 gram dan kalori 167.88 kalori/penyajian, lebih tinggi dari Milo yang memiliki karbohidrat sebesar 27.04 gram dan kalori sebesar 164.72 kalori/penyajian.</p>
<div id="attachment_59" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-59" title="Tabel informasi nilai gizi" src="http://muhammad.zamroni.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/08/detil-nutrition.jpg" alt="Tabel informasi nilai gizi" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Tabel informasi nilai gizi</p></div>
<p>Jadi, dari tiga minuman soda, pilih mana? Coke, Sprite, atau Fanta?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/pilih-coke-fanta-atau-sprite.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bini Belanda</title>
		<link>http://muhammad.zamroni.net/bini-belanda.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=bini-belanda</link>
		<comments>http://muhammad.zamroni.net/bini-belanda.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 06:48:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Do You Know?]]></category>
		<category><![CDATA[Belanda]]></category>
		<category><![CDATA[guling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammad.zamroni.net/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Tahu kah kamu, jika Bangsa Belanda berjasa memperkenalkan budaya tidur menggunakan guling kepada bangsa kita? Konon, karena tidak membawa istri dalam perjalanan dinas ke Hindia Belanda, para pejabat Belanda menciptakan guling sebagai teman tidur.
Belanda juga lah yang memperkenalkan budaya guling ke Eropa dan Amerika. Hal tersebut diabadikan dengan adanya istilah dutchwife, selain kata bolster, untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tahu kah kamu, jika Bangsa Belanda berjasa memperkenalkan budaya tidur menggunakan guling kepada bangsa kita? Konon, karena tidak membawa istri dalam perjalanan dinas ke Hindia Belanda, para pejabat Belanda menciptakan guling sebagai teman tidur.</p>
<p>Belanda juga lah yang memperkenalkan budaya guling ke Eropa dan Amerika. Hal tersebut diabadikan dengan adanya istilah <em>dutchwife</em>, selain kata <em>bolster</em>, untuk &#8220;guling&#8221;. Orang Palembang menyebutnya <em>Bini Blando</em>.</p>
<p>Jadi jangan kaget kalau seorang kawan bercerita ke kamu, ”Gue punya bini Belanda, nih!”. Bisa jadi ia hanya ingin memamerkan guling barunya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammad.zamroni.net/bini-belanda.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
