
Paling ganteng!!
Batik tulis hari ini telah resmi mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai salah satu warisan dunia. Tapi bagaimanakah dengan nasib batik cap (yang dikerjakan oleh manusia)?
Meski effort yang dibutuhkan tidak sebesar dalam membuat batik tulis, membuat batik cap itu cukup berat juga. Sebuah alat dengan motif batik tertentu dicelupkan ke dalam cairan lilin kemudian motif tersebut di-cap-kan dalam selembar kain. Proses ini dilakukan berulang-ulang sehingga terbentuk sebuah batik yang cantik.
Batik cap konon mulai dikenal sejak tahun 1920-an. Dengan teknik batik cap, proses pembuatan pola ke kain batik bisa lebih cepat. Kain-kain batik yang selesai dicap ini akan melalui proses yang sama dengan proses pada batik tulis, yaitu mencelupkan kain ke dalam zat warna dan kemudian melepaskan lilin (nglorot).
Nah, kapan kah teknik batik cap ini juga akan “diakui” menjadi milik Indonesia? Jangan sampai kita mencak-mencak lagi gara-gara negara tetangga lebih “kreatif”.
saya cuma mau protes aja, absen dulu siapa aja yg bersanding samamu mas
raja minyak tenanan ki! Kok aneh ya, saya mikir Batik kalau semakin sulit teknik buatnya, semakin besar kemungkinannya diakui oleh dunia.
wah sepertinya jualan batik online seru juga nih :)
BTW jengjengmu ki endi? :P
err…agak lucu dan ironis, mengingat masyarakat Indonesia ini jarang sekali menggunakan batik untuk hari biasa, kecuali ada acara
go batik.. go batik…
BATIk.
nama yang sangat unik seperti bendanya unik.
dan batik juga gak gampang bikin nya perlu teknik yang terampil.